Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAPACITY BUILDING TATA KELOLA POTENSI DESA SUMBERREJO MELALUI NILAI EKOLOGIS Nuruddin Nuruddin; M. Asif Nur Fauzi; Dewi Mumpuni Yudowati; Ali Machrus; Rukhul Abadi; Lailatul Badriyah
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.947

Abstract

This community service program aims to strengthen the Sumberrejo Village community's capacity to manage its potential in line with ecological values. Sumberrejo Village is rich in natural resources and local potential that has not been managed optimally and sustainably. Problems faced include low ecological awareness among the community, especially regarding waste disposal; limited institutional capacity within the village; and a lack of innovation in environmentally friendly utilization of natural resources. Therefore, strengthening capacity-building based on ecological values is an initiative to foster this awareness. This activity was implemented through a capacity-building approach with a participatory discussion forum with community leaders, village officials, and youth groups. The results of the activity showed an increase in community understanding of the importance of managing environmental potential, the emergence of a collective action plan based on ecological values, and strengthened cross-actor collaboration in village resource management. This activity is expected to become a model for village community empowerment that aligns with the principles of sustainable development.Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Sumberrejo dalam tata kelola potensi desa berbasis nilai-nilai ekologis. Desa Sumberrejo memiliki kekayaan alam dan potensi lokal yang belum dikelola secara optimal dan berkelanjutan. Permasalahan yang dihadapi antara lain rendahnya kesadaran ekologis masyarakat terutama pada kesadaran dalam membuang sampah, terbatasnya kapasitas kelembagaan desa, serta kurangnya inovasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Maka dari itu, penguatan capacity building berbasis nilai ekologis menjadi inisiasi untuk membangun kesadaran tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan capacity building dengan forum diskusi partisipatif dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kelompok pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya tata kelola potensi berbasis lingkungan, lahirnya rencana aksi kolektif berbasis nilai ekologis, serta penguatan kolaborasi lintas aktor dalam pengelolaan sumber daya desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan
PRESEPSI MASYARAKAT DESA SIDOGIRI TENTANG LABEL HALAL PADA KOSMETIK WARDAH Nuruddin Nuruddin
MIYAH: Jurnal Studi Islam Vol. 21 No. 02 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33754/miyah.v21i02.1729

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya barang dan jasa yang ditawarkan membuat konsumen memerlukan jaminan atas produk halal yang beredar salah satunya adalah kosmetik. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui presepsi masyarakat Desa Sidogiri tentang label halal pada kosmetik wardah dan implikasi presepsi masyarakat Desa Sidogiri tentang label halal terhadap pemilihan produk ksometik wardah. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris atau sosiologis. Sumber data diambil dari data primer yakni melalui wawancara dan data sekunder diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa (1) Persepsi masyarakat Desa Sidogiri tentang label halal pada kosmetik wardah terdapat 3 pendapat, yaitu: sebagai tanda suatu kosmetik tidak mengandung unsur haram dan aman digunakan bagi konsumen, produk yang sudah mendapat ijin BPOM, label yang diperoleh dari MUI (2) Persepsi masyarakat Desa Sidogiri tidak berimplikasi terhadap pemilihan produk kosmetik. Keterlibatan masyarakat Desa Sidogiri untuk memilih produk kosmetik wardah, dipengaruhi 4 faktor yaitu: sebagai bentuk ekspresi diri (self expressive), aspek hedonisme (hedonic importance), relevansi praktis (practical relevance) dan resiko pembelian (purchase risk), sehingga label halal pada produk kosmetik wardah jarang diperhatikan oleh masyarakat Desa Sidogiri