Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun terhadap Tingkat Kecemasan Anak dengan Hospitalisasi: The Effect of Audio-Visual Distractions: Cartoons on Anxiety Levels in Children with Hospitalization Noer Riza Anwar; Nur Hamim; Alwin Widhiyanto; R. Endro Sulistyono
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.217

Abstract

Hospitalisasi merupakan salah satu pengalaman yang tidak menyenangkan baik bagi anak maupun orang tua. Beberapa stressor akan dihadapi saat anak akan dirawat, selama perawatan hingga sampai pemulangannya kembali ke rumah. Dampak dari hospitalisasi yaitu gangguan fisik, psikis dan interaksi sosial anak akan mengalami perubahan, Distraksi audio visual adalah teknik non-farmakologis yang digunakan untuk mengalihkan perhatian seseorang dari rasa nyeri, kecemasan, atau ketidaknyamanan dengan memanfaatkan rangsangan suara dan gambar secara bersamaan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan pendekatan two group pre and post test control group design. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan pendekatan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling dengan total 68 responden sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Alat ukur yang digunakan adalah VAAS dan kuisioner pre school anxiety scale Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok kontrol memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 56.24 dan nilai posttest sebesar 23,47. Responden anak dengan hospitalisasi pada kelompok eksperimen memiliki nilai pretest rerata tingkat kecemasan sebesar 54.5 dan nilai posttest sebesar 19,76 Berdasarkan uji analisa Mann whitney diperoleh nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.000, atau < α (0,05). Ada Pengaruh Distraksi Audio Visual: Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Dengan Hospitalisasi di Ruang Bougenville RSUD dr. Haryoto Lumajang. Kartun yang menarik secara visual dan auditori mampu mengalihkan perhatian anak dari lingkungan rumah sakit yang menakutkan atau prosedur yang menyakitkan .Penurunan kecemasan tercermin dalam perubahan fisiologis seperti penurunan denyut nadi dan skala kecemasan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi.
Hubungan Kecerdasan Spiritual dan Kesejahteraan Spiritual Dengan Kedisiplinan Remaja Puteri Di Pondok Pesantren Hafshawaty Murifatul Munawarah; Iin Aini Isnawati; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2290

Abstract

Kedisiplinan merupakan suatu ketaatan yang sungguh-sungguh dan didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban serta sikap dan perilaku sesuai dengan aturan atau tata kelakuan yang semestinya di dalam suatu lingkungan tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan kecerdasan spiritual dan kesejahteraan spiritual dengan kedisiplinan remaja puteri di Pondok Pesantren Hafshawaty. Penelitian ini merupakan penelitian studi analitik koreasional, adapun desain penelitian adalah cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 79 responden dan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 65 responden remaja usia 17-19 tahun di Pondok Pesantren Hafshawaty yang diambil dengan cara sample random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner kemudian data dianalisis dengan spss 20 menggunakan uji Analisis regresi logistik. Hasil penelitian di dapatkan Hubungan kecerdasan spiritual sebagian besar kurang sebanyak 25 (38,4%), sedangkan kesejahteraan spiritual sebagian besar cukup sebanyak 30 (46,1%) dan analisis hasil penelitian menggunakan uji Analisis regresi logistik didapatkan p value= 0,036 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan antara kecerdasan spiritual dan kesejahteraan spiritual dengan kedisiplinan remaja puteri. Diharapkan pada remaja untuk meningkatkan dan menerapkan upaya meningkatkan sikap disiplin untuk terus mengembangkan perilaku disiplin di Pondok Pesantren Hafshawaty.
Hubungan Lama Penggunaan Smarthpone Dengan Self Regulation Pada Remaja Usia 10-12 Tahun Di SDN Satreyan 3 Siti Zeinatul Hasanah; Ainul Yaqin Salam; Nur Hamim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2411

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan penggunaan smartphone pada anak usia sekolah semakin meningkat. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kemampuan self regulation, yaitu kemampuan individu dalam mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku. Rendahnya regulasi diri pada anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama penggunaan smartphone dengan self regulation pada anak usia 10-12 tahun di SDN Satreyan 3. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa usia 10–12 tahun di SDN Satreyan 3, dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lama penggunaan smartphone dan kuesioner self regulation. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki lama penggunaan smartphone kategori sedang sebanyak 22 responden (47,8%), sedangkan kategori rendah dan tinggi masing-masing sebanyak 12 responden (26,1%). Sebagian besar responden memiliki self regulation kategori sedang sebanyak 23 responden (50,0%), kategori tinggi sebanyak 12 responden (26,1%), dan kategori rendah sebanyak 11 responden (23,9%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₁ diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan smartphone dengan self regulation pada anak usia 10–12 tahun di SDN Satreyan 3. Disimpulkan bahwa semakin tinggi lama penggunaan smartphone, maka semakin berpengaruh terhadap kemampuan self regulation anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam mengawasi serta mengarahkan penggunaan smartphone agar tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak sehingga regulasi diri dapat berkembang secara optimal.
Efektivitas Slow Deep Breathing Exercise(SDBE) Dan Isometric Handgrip Exerciseterhadap Penurunan Tekanan Darah Padapenderita Hipertensi Di Desa Tambelang Kabupaten Probolinggo Ana Faridatus Sholeha; Nur Hamim; Erna Handayani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 10 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i10.2468

Abstract

Hipertensi merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas batasnormal, yaitu tekanan darah melebihi 140/90 mmHg pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui farmakologis dan non-farmakologis.Terapi non farmakologi yang bisa dilakukan Slow Deep Breathing Exercise (Sdbe) Dan Isometric Handgrip Exercise .Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuiefektivitasSlowDeepBreathingExercise(Sdbe)Dan Isometric Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Jenis penelitian Quasi experimental Design dengan rancangan two-group pre-post test design. Populasi seluruh Penderita Hipertensi di Desa Tambelang, sebanyak 42 penderita hipertensi, penentuan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling yang memenuhi kriteria sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan adalah modul latihan Slow Deep Breathing Exercise (Sdbe) Dan Isometric Handgrip Exercise, Tensi meter, Alat Handgrib,dan lembar observasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji t berpasangan (Paired t-test), dan Uji Independent t-test Hasilpenelitianmenunjukkannilaireratatekanandarahsebelumdilakukan terapi Slow Deep Breating Exercise didapatkan nilai rata-rata 168/99 mmHg dan nilai rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi Isometric Hangrib Exercise 164/100 mmHg. Setelah diberikan terapi Slow Deep Breathing Exercisedi dapatkan nilai rata-rata 164/95 mmHg dan setelah diberikan terapi Isometric HangribExercisedidapatkannilairata-rata160/98mmHg.Diketahuinilairata-rata selisihpre-postsistoleterapislowdeepexercise 4,7895,dannilairata-rataselisih pre-post sistole terapi isometric handgrib exercise 4,4211 dengan pV 0001 yang artinya <0,05. Sedangkan nilai rata-rata selisih pre-post diastole pada terapi slow deep breathing exercise adalah -4,8947dan terapi isometric handgrib exercise terdapat nilai -3,3684denganpv 0,298 >0,05. Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata selisih pre-post sistole terapi slow deep exercise lebih efektif dari pada terapiisometrichandgribexercisedalampenurunantekanandarahpadapenderita hipertensi. Terapislowdeepbreathingexercisedanterapiisometrichandgribexercise dapat menjadi pengobatan alternative tradisional yang dapat dilakukan secara rutin untuki proses penyembuhan hipertensi.