Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DIMENSI PSIKIS MANUSIA: A-NAFS, AL’AQL, AR-RUH, AL-FITRAH, AS-SHODR, ALQOLBU, AL-FUAD Zilvi Syalsabillah; Nadirah Syafitri; Mikail Aydin; Khoirul Aziz; Muhammad Takrip
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 3 (2026): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i3.439

Abstract

This study aims to examine the psychological dimensions of human beings from the perspective of the Qur’an using a thematic interpretation (maudhu‘i) approach. In Islamic perspective, humans consist not only of physical elements but also psychological and spiritual dimensions that influence personality and behavior. These dimensions include an-nafs, al-‘aql, ar-ruh, al-fitrah, as-shadr, al-qalb, and al-fu’ād, which have different yet complementary roles. This research uses a library research method with a descriptive analytical approach. Data were collected from relevant books and journals and analyzed through thematic interpretation by gathering Qur’anic verses related to human psychological dimensions. The findings show that these dimensions are dynamic and interconnected, where an-nafs functions as the source of impulses, al-‘aql as reasoning, ar-ruh as the spiritual element, and al-fitrah as the basic potential toward goodness, while as-shadr, al-qalb, and al-fu’ād function as centers of emotional and spiritual awareness.
Flexing dan Pamer di Media Sosial: Kajian Tafsir Tematik tentang Riya’ dalam Al-Qur’an Indah Salwa; Berlianna Rahmawati; Dedi Munawwar Yasin; Reva Alvionita; Muhammad Takrip
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/r78gdc67

Abstract

Fenomena flexing dan pamer di media sosial semakin berkembang seiring kemajuan teknologi digital. Perilaku ini memiliki keterkaitan dengan konsep riya', yaitu melakukan suatu tindakan dengan tujuan memperoleh pujian dan pengakuan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep riya' dalam Al-Qur'an serta relevansinya terhadap fenomena flexing di media sosial melalui metode library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an mengecam perilaku riya' sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nisa' [4]: 38, QS. Al-Ma'un [107]: 4–6, dan QS. Al-Baqarah [2]: 264. Bentuk riya' meliputi pamer ibadah, pamer harta (tafakhur), pencitraan sosial, dan perilaku yang mengarah pada kesombongan. Dalam konteks media sosial, flexing dapat menjadi bentuk riya' modern apabila didorong oleh keinginan memperoleh validasi dan popularitas. Perilaku tersebut tidak hanya merusak nilai spiritual suatu amal, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial melalui munculnya budaya pencitraan, perbandingan sosial, dan persaingan yang tidak sehat. Oleh karena itu, Al-Qur'an menekankan pentingnya keikhlasan, kerendahan hati, dan orientasi mencari ridha Allah Swt. dalam setiap aktivitas, termasuk dalam penggunaan media sosial.