Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Recombinant production and characterization of the integrin-binding LERGDT peptide Khomaini Hasan; Yudith Yunia Kusmala; Iis Inayati Rakhmat; Teja Koswara; Ellsie Viendra Permana; Mia Tria Novianti; Fauzian Giansyah Rohmatulloh; Sayu Putu Yuni Paryati
Communications in Science and Technology Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21924/cst.11.1.2026.1868

Abstract

Chronic kidney disease (CKD) remains a global health burden, necessitating the development of scalable therapeutic interventions. While the LERGDT peptide has previously demonstrated integrin-binding and anti-fibrotic activity, its transition toward clinical applications is hindered by the high cost of large-scale chemical synthesis. This study presents a robust bioprocess for the recombinant production of a 20-repeat tandem LERGDT construct (PEP-1) using an Escherichia coli expression system. To ensure structural stability and protection against proteolytic degradation, PEP-1 was engineered as a fusion protein with N-terminal ketosteroid isomerase (KSI) and a C-terminal six-histidine tag. In silico analysis using AlphaFold and HADDOCK predicted high structural stability and specific binding affinity to integrins. The bioprocess system achieved a significant total protein yield of 52.94 mg.L-1 , with the fused protein purified via nickel-affinity chromatography and successfully cleaved into functional fragments (hPEP-1) using hydroxylamine hydrolysis. Product identity was confirmed by means of SDS-PAGE at ~35 kDa and validated by using tandem LC-MS. ELISA-based assays confirmed that both the fusion protein and released fragments maintained specific integrin-binding functionality. By establishing a high-yield, reproducible production protocol, this work provides a cost-effective alternative to synthetic methods, facilitating large-scale testing required for peptide-based CKD therapeutics. This scalable bioprocess accelerates the translation of LERGDT-based interventions from bench to bedside, enhancing the accessibility of affordable long-term treatments for CKD patients.
Pelatihan Pembuatan Kimchi dan Kombucha Berbahan Lokal untuk Pemberdayaan Ekonomi Siswa SMK Bina Teknologi Majalaya Khairunnisa Sy; Umi Baroroh; Nur Asni Setiani; Himalaya Wana Kelana; Mia Tria Novianti; Fauzian Giansyah R; Putri Fitrianti; Irma Mardiah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i2.1919

Abstract

Teknologi fermentasi merupakan salah satu bentuk penerapan bioteknologi yang berperan penting dalam inovasi pangan dan kesehatan. Produk fermentasi seperti kimchi dan kombucha mengandung mikroorganisme probiotik serta senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, imunitas, dan keseimbangan mikrobiota. Namun, pemahaman generasi muda, khususnya siswa sekolah kejuruan, terhadap konsep fermentasi dan potensinya masih terbatas. Pengenalan teknologi fermentasi menjadi penting tidak hanya untuk meningkatkan literasi sains, tetapi juga untuk membuka peluang ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan bahan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi, demonstrasi, dan pembelajaran langsung kepada siswa-siswi SMK Bina Teknologi Majalaya yang berjumlah 17 orang, mengenai prinsip dasar fermentasi, cara pembuatan kimchi dan kombucha, serta potensi kesehatan dan nilai ekonomi dari produk tersebut. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai pretest–posttest sebesar 20,84% (selisih 11,77 poin). Artinya, setelah mengikuti pelatihan, pengetahuan siswa SMK terkait kimchi dan kombucha menjadi lebih baik. Selain itu, penilaian sikap, kemampuan, dan niat kewirausahaan melalui 15 indikator skala Likert 1–5 menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek. Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pemahaman peserta mengenai pemanfaatan bahan lokal menjadi produk bernilai kesehatan dan ekonomi melalui teknologi fermentasi.