Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri Dedi Saputra; Raysa Puteri Ardhiyani; Surya Habibi; Ai Anggraini
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.1568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi pendidikan dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Modern Cendekia Qur’ani Muara Tebo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi pendidikan seperti video pembelajaran, proyektor, presentasi digital, dan internet mampu meningkatkan perhatian, keaktifan, dan minat belajar santri. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami dibandingkan metode konvensional. Namun, implementasi teknologi pendidikan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas dan jaringan internet. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi belajar santri di lingkungan pesantren modern.   This study aims to analyze the use of educational technology in improving students’ learning motivation at Pondok Pesantren Modern Cendekia Qur’ani Muara Tebo. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation techniques. The findings show that the use of educational technology such as learning videos, projectors, digital presentations, and internet resources increased students’ attention, participation, and learning motivation. Learning activities became more interactive, engaging, and easier to understand compared to conventional methods. However, the implementation of educational technology still faces challenges related to limited facilities and internet access. This study concludes that educational technology plays an important role in enhancing students’ learning motivation in modern Islamic boarding schools.
Model Pendidikan Moral Berbasis Kearifan Lokal dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer Salman Hasani; Anatun Nisa Mun’amah; Devi Fatwanti; Surya Habibi; Aidil Fitri; Ardian Al Hidaya
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1269

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengonstruksi model pendidikan moral berbasis kearifan lokal dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku ilmiah, artikel jurnal, hasil penelitian, dan berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis untuk menghasilkan model konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan moral berbasis kearifan lokal dibangun atas tiga landasan utama, yaitu nilai-nilai Islam sebagai dasar normatif, kearifan lokal sebagai sumber nilai sosiokultural, dan pendidikan Islam kontemporer sebagai pendekatan pedagogis. Model ini terdiri atas komponen utama berupa landasan nilai, pendidik, peserta didik, lingkungan pendidikan, strategi pembelajaran, dan evaluasi karakter yang saling terintegrasi. Implementasi model dilakukan melalui internalisasi nilai, pembiasaan, keteladanan, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta evaluasi karakter secara berkelanjutan. Model konseptual yang dihasilkan menawarkan pendekatan pendidikan moral yang integratif, kontekstual, dan adaptif sehingga mampu memperkuat pembentukan akhlak mulia, melestarikan kearifan lokal, serta meningkatkan relevansi pendidikan Islam dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer.