Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Berbicara Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Angkatan 2024 Universitas Madura Melalui Metode Diskusi Kelompok Muhammad Ali Fahmi Ramadhana; Kusyairi Kusyairi; Wasilur Rahman; Narisa Indi Adesta; Nurul Aini; Shinta Widia Sari; Wilda Saputeri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan berbicara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura melalui penerapan metode diskusi kelompok dalam proses pembelajaran. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mengemukakan pendapat secara lisan, menyampaikan ide secara runtut, menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta kurangnya keberanian mahasiswa untuk berbicara di depan kelas. Selain itu, proses pembelajaran yang masih berpusat pada dosen menyebabkan mahasiswa kurang aktif dan kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang mampu mendorong mahasiswa untuk lebih aktif, kritis,komunikatif, dan mampu bekerja sama dengan sesama mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura. Penelitian dilaksanakan dalam beberapa siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan berbicara, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan hasil kemampuan berbicara mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok mampu meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa secara signifikan. Peningkatan tersebut terlihat dari keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat, kemampuan berdiskusi, kelancaran berbicara, ketepatan penggunaan bahasa, serta meningkatnya keaktifan mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, suasana belajar menjadi lebih interaktif, komunikatif, dan kolaboratif sehingga mahasiswa lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, metode diskusi kelompok efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berbicara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Madura.
Analisis kemampuan Membaca kritis Siswa dalam Membaca Teks Berita di Media Online Susanti; Narisa Indi Adesta; Nurul Riska Febriyanti; Yanti Linarsih; Laili Amalia
Lingua Scientia Journal Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juni-Agustus
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara siswa mengakses informasi, terutama melalui media berita daring. Kondisi ini menuntut siswa memiliki kemampuan membaca kritis untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi kredibilitas informasi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan membaca kritis siswa dalam memahami teks berita daring melalui kajian pustaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap berbagai artikel ilmiah yang membahas membaca kritis, teks berita daring, dan literasi digital. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi melalui tahap identifikasi, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis membantu siswa membedakan fakta dan opini, mengidentifikasi kesalahan berbahasa, mengenali bias media, serta menilai keakuratan informasi. Selain itu, penggunaan media pembelajaran digital dan strategi pembelajaran seperti teknik POINT (Purpose, Overview, Interpret, Note, Test) terbukti efektif meningkatkan kemampuan membaca kritis siswa. Oleh karena itu, penguatan kemampuan membaca kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia penting untuk mendukung peningkatan literasi digital siswa di era informasi.
Struktural Kontruktif Dalam Cerpen Kenangan Corona Dan Lebaran Karya M.Tauhed Supratman Susanti Susanti; Sulistina Sulistina; Muhammad Ali Fahmi Ramadana; Ferdiana Wardani Hakim; Nurul Riska Febriyanti; Narisa Indi Adesta; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur sosial yang membentuk praktik tokoh serta hubungan antara ranah, modal, dan habitus dalam cerpen Kenangan Korona dan Lebaran karya M. Tauhed Supratman dengan menggunakan pendekatan struktural konstruktivis Pierre Bourdieu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog dalam cerpen yang berkaitan dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak-catat dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Kenangan Korona dan Lebaran merepresentasikan kehidupan masyarakat pada masa pandemi COVID-19 yang mengalami perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Ranah sosial dalam cerpen tergambar melalui interaksi tokoh dengan lingkungan keluarga dan masyarakat yang dipengaruhi oleh situasi pandemi. Modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik yang dimiliki tokoh berperan dalam menentukan posisi serta strategi mereka dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Habitus tokoh tercermin melalui pola pikir, sikap, dan tindakan yang terbentuk dari pengalaman hidup serta kondisi sosial yang melingkupinya. Relasi antara ranah, modal, dan habitus memperlihatkan bagaimana individu beradaptasi dan mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah perubahan sosial yang terjadi. Dengan demikian, cerpen ini tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang memiliki nilai estetis, tetapi juga sebagai representasi realitas sosial masyarakat pada masa pandemi yang dapat dikaji melalui perspektif struktural konstruktivis Pierre Bourdieu.