Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Pengaruh Tren Produksi Padi Menggunakan Regresi Linier Berganda di Provinsi Sumatera Selatan Nova Khoirunnisa Umaroh; Ary Eko Prastya Putra; Solehan Solehan; Iman Sulaiman
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.724

Abstract

Ketahanan pangan nasional sangat bergantung pada stabilitas dan peningkatan produksi padi sebagai komoditas pangan strategis utama di Indonesia. Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu lumbung pangan nasional yang memiliki potensi besar dalam mendukung target produksi beras nasional, namun produksinya masih mengalami fluktuasi yang perlu dikaji secara ilmiah dan berkala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan data deret waktu periode 2021–2025 serta mengevaluasi tingkat akurasi model yang digunakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis Regresi Linier Berganda, menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. Variabel independen yang digunakan meliputi luas panen dan usia produktif penduduk, sedangkan variabel dependen adalah produksi padi dalam satuan ton gabah kering giling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan mengalami peningkatan secara konsisten selama periode penelitian. Variabel luas panen berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi padi dengan koefisien regresi sebesar 5,479 dan nilai signifikansi 0,000, sedangkan variabel usia produktif tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,618. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,982 menunjukkan bahwa 98,2% variasi produksi padi dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen tersebut. Evaluasi akurasi model menggunakan Mean Absolute Percentage Error menghasilkan nilai sebesar 4,81%, yang termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, model Regresi Linier Berganda terbukti andal dalam menganalisis dan memprediksi tren produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan.
Analisis Efisiensi Bahan Baku Produksi Pangsit Menggunakan POM-QM di Desa Taraman Jaya, OKU Timur (Studi Kasus: Berkah Kerupuk Adi Jaya) Adi Nugroho; Ary Eko Prastya Putra; Anggi Fatmayati; Aisah Aisah
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.729

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor makanan di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan bahan baku yang efisien, khususnya pada UMKM produksi pangsit yang masih mengandalkan pendekatan konvensional berbasis perkiraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat optimalisasi faktor-faktor produksi dan pengambilan keputusan serta keuntungan maksimum yang dapat diperoleh dari optimalisasi produksi pangsit pada UMKM Berkah Kerupuk Adi Jaya di Desa Taraman Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pemrograman linear metode Simpleks yang dioperasikan melalui perangkat lunak POM-QM for Windows. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi langsung dari pelaku usaha. Hasil analisis menunjukkan bahwa tenaga kerja merupakan faktor pembatas utama dengan nilai kelonggaran nol dan nilai ganda yang positif, sedangkan bahan baku dan kapasitas produksi bersifat tidak mengikat dengan sisa kapasitas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Solusi optimal yang dihasilkan menyarankan agar produksi difokuskan pada pangsit besar dengan keuntungan maksimum sebesar Rp4.740.587 per proses produksi, lebih tinggi dibandingkan pangsit kecil yang menghasilkan keuntungan sebesar Rp2.240.587 per proses. Penerapan metode pemrograman linear terbukti mampu menghasilkan keputusan produksi yang lebih rasional, efisien, dan berbasis data dibandingkan pendekatan konvensional, sehingga dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing UMKM sektor pangan di Indonesia.
Optimalisasi Keuntungan Pertanian Padi dan Jagung dengan Metode Pom-Qm Studi Kasus di Lahan Bapak Kasdi Desa Tugu Mulyo Amelia Monesi; Ary Eko Prastya Putra; Anggi Fatmayati; Mahidin Fahmie
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi optimal penggunaan lahan antara tanaman padi dan jagung serta mengetahui keuntungan maksimum yang diperoleh petani dengan menggunakan metode program linear berbantuan aplikasi POM-QM. Penelitian dilaksanakan di lahan Bapak Kasdi Desa Tugu Mulyo Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur pada bulan April sampai Mei 2026. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode simpleks pada aplikasi POM-QM dengan mempertimbangkan kendala luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi penggunaan lahan yang optimal adalah seluruh lahan dialokasikan untuk tanaman padi sebesar 4 satuan lahan (X1 = 4), sedangkan tanaman jagung tidak diproduksi (X2 = 0). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tanaman padi memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan tanaman jagung. Keuntungan usaha tani padi sebesar Rp14.980.000 per setengah hektar per proses produksi, sedangkan keuntungan usaha tani jagung sebesar Rp5.614.000. Nilai keuntungan maksimum yang diperoleh dari hasil optimasi sebesar Rp59.920.000. Kendala lahan dan pupuk bersifat mengikat (binding) dengan nilai slack = 0, sedangkan tenaga kerja masih memiliki sisa kapasitas sebesar 26 HOK. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode program linear berbantuan aplikasi POM-QM mampu membantu petani dalam menentukan alokasi sumber daya secara lebih efisien sehingga keuntungan usaha tani dapat dimaksimalkan.
Analisis Proyeksi Produksi Padi di Provinsi Sumatera Selatan Agung Wahyu Candra; Hariyono Hariyono; Didi Juhandi; Ary Eko Prastya Putra
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.852

Abstract

Produksi padi merupakan komponen penting dalam mendukung ketahanan pangan sehingga diperlukan informasi mengenai kecenderungan produksi pada masa mendatang sebagai dasar pengambilan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2026 serta mengukur tingkat akurasi hasil proyeksi yang dihasilkan. Objek penelitian adalah produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan dengan menggunakan data sekunder deret waktu yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik selama periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Exponential Smoothing dan Regresi Linear Sederhana. Tahapan analisis meliputi pengumpulan data historis, pengolahan data menggunakan kedua metode, serta evaluasi tingkat kesalahan menggunakan Mean Absolute Percentage Error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi padi di Provinsi Sumatera Selatan memiliki kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun dengan pola yang berfluktuasi pada setiap periode. Metode peramalan yang digunakan mampu menghasilkan proyeksi produksi padi tahun 2026 dengan tingkat akurasi yang baik berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan sektor pertanian serta mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Selatan.
Peramalan Harga Komoditas Padi (GKG) dengan Metode ARIMA di Provinsi Sumatera Selatan Anisa Anggraini; Ary Eko Prastya Putra; Andri Irawan; Iman Sulaiman
Siber Journal of Advanced Multidisciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (April - June 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sjam.v4i1.856

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pertanian yang paling strategis di Indonesia, berfungsi sebagai makanan pokok bagi sebagian besar penduduk dan berperan penting dalam ketahanan pangan nasional. Provinsi Sumatera Selatan termasuk daerah penghasil padi terbesar di Pulau Sumatera, sehingga peramalan harga gabah kering giling (GKG) secara akurat menjadi sangat penting bagi petani, pelaku pasar, dan pembuat kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hasil peramalan harga komoditas padi (GKG) dengan metode ARIMA di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2026 berdasarkan data historis dari tahun 2021–2025; dan (2) mengevaluasi tingkat akurasi model peramalan ARIMA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data deret waktu sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Pangan Nasional. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS mengikuti prosedur Box-Jenkins yang mencakup plot data, uji stasioneritas melalui analisis ACF dan PACF, differencing orde kedua, identifikasi model, estimasi parameter, serta diagnostic checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ARIMA (2,2,0) merupakan model terbaik dengan kedua parameter autoregresif AR(1) dan AR(2) yang signifikan secara statistik. Hasil peramalan menunjukkan tren peningkatan harga padi (GKG) yang konsisten sepanjang tahun 2026, dari Rp8.239 per kilogram pada Januari hingga Rp10.890 per kilogram pada Desember. Model menunjukkan akurasi sangat tinggi dengan nilai MAPE sebesar 5,808%, R-squared sebesar 0,742, RMSE sebesar 0,548, serta nilai p-value uji Ljung-Box sebesar 0,326 yang mengonfirmasi residual memenuhi asumsi white noise.