Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA PASCA STROKE DI POLIKLINIK NEUROLOGI RSU.X Rumondang Gultom
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v4i1.1987

Abstract

Post-stroke patients often experience obstacles in Activity Daily Living (ADL), efforts to increase the independence of elderly post-stroke activities require family participation. This study identifies the relationship between family support and the level of independence in Activity Daily Living (ADL) in post-stroke elderly. This study used descriptive correlative with a cross sectional approach. The population in this study were post-stroke patients who visited the Polyclinic of the General Hospital of Sufina Aziz. The research sample was using purposive sampling technique. The research sample consisted of 57 people. Data analysis used Rank Spearman Rho test.This study shows that family support for the level of independence in daily activities in the post-stroke elderly is in the moderate category (54.4%). The level of independence in daily living (ADL) activities in post-stroke elderly in the mild dependency category (73.7%). The results of this analysis meet the criteria of the hypothesis requirements, that there is a relationship between family support and the level of independence in daily living (ADL) activities in post-stroke elderly at RSU Sufina Aziz Medan with a p = 0.014 (p <0.05). Therefore, nurses at the General Hospital Sufina Aziz Medan routinely provide counseling or health education to patients and families about the importance of providing support to the elderly after stroke in Activity Daily Living (ADL).
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM AKTIVITAS SEHARI-HARI DI DESA SUKA MAKMUR KABUPATEN LANGKAT Siska Evi Martina; Rumondang Gultom; Janno Sinaga; Keren Keren
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19898

Abstract

Kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari hari merupakan aktivitas yang meliputi makan, mandi, personal hygine, naik dan turun tangga, berpakaian, olahraga, dan berpindah tempat, dalam melakukan aktivitasnya secara mandiri lansia seharusnya diberikan dukungan dari keluarga agar dapat meningkatkan kepercayaan diri yang mampu membuat lansia melakukan segala hal dengan mandiri tanpa dibatasi oleh rasa takut dan gagal. Apabila dukungan keluarga tidak diterima dengan baik oleh lansia dapat berdampak buruk bagi lansia sehingga menyebabkan kemunduran kualitas hidup yang berimplikasi pada aktitivitas sehari-hari juga memberikan efek stress yang buruk, dan membuat lansia cenderung menutup diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Melakukan Aktivitas Sehari-Hari Di Desa Suka Makmur Kabupaten Langkat Tahun 2021. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia yang tinggal bersama dengan keluarga sebanyak 90 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 74 orang lansia. Teknik pengampilan sampel ada 2 yaitu non probability sampling dan purposive sampling. Alat yang digunakan untuk melakukan penelitian yaitu lembar kuesioner, data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian lansia (P=0,001). Saran dari penelitian ini Diharapkan keluarga tetap memberi dukungan dan mencari informasi yang berkaitan tetantang masalah kesehatan lansia, agar lansia tetap menjaga kesehatan dan juga tetap mempertahankan kemandiriaannya yang didukung oleh keluarga dan Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman atau acuan yang menyediakan informasi bagi mahasiswa keperawatan mengenai dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia untuk meningkatkan tingkat kemampuan aktivitas sehari-hari lansia.
PENGASUHAN POSITIF KELUARGA MANDAILING DESA AEK SIPOGAS SIPABANGUN DALAM MENGEMBANGKAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Siska Evi Martina; Rumondang Gultom; Janno Sinaga; Anggi Lestari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.19901

Abstract

Gangguan fungsi kognitif merupakan kemunduran daya ingat dan memori yang dapat mempengaruhi rutinitas aktifitas lansia. Reminiscence merupakan salah satu metode pengekspresian perasaan yang akan memicu munculnya rasa percaya diri dan perasaan dihargai pada lansia yang berdampak pada munculnya koping positif yang mempengaruhi persepsi dan emosi lansia dalam memandang suatu masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap tingkat kognitif pada lansia di Wisma Lansia Taman Bodhi Asri. Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan desain penelitian pretes-postest with control group design yang dimana hanya kelompok intervensi diberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 65 lansia. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 39 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dari hasil penelitian menggunakan uji Paired sample T test. Hasil penelitian menunjukkan lansia yang dapat kelompok intervensi terapi reminiscence meningkat secara bermakna (P value = 0.000). Hal ini menunjukan bahwa Ho ditolak yang artinya ada pengaruh terapi reminiscence terhadap tingkat kognitif lansia di Wisma Lansia Taman Bodhi Asri. Sedangkan tidak terjadi perubahan pada kelompok kontrol dengan menggunakan uji t independen dengan (P value=0,753 ). Terapi ini direkomendasikan sebagai salah satu terapi yang dapat dilakukan dalam upaya mempertahankan tingkat kognitif pada lansia.
Terapi Aktivitas Kelompok (Tak) Pada Lansia Dengan Penurunan Fungsi Kognitif Di Yayasan Taman Bodhi Asri Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Rinco Siregar; Elfrida Amazihono
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan manusia. Proses menjadi lansia merupakan proses alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang. Dimana keadaan yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual. Aspek yang juga mengalami penurunan secara degenerative adalah fungsi kognitif (kecerdasan/pikiran). Salah satu contoh gangguan degeratif kognitif pada lansia adalah demensia. Demensia adalah suatu sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan ingatan/memori sedemikian berat sehingga menyebabkan disfungsi hidup sehari-hari. Terapi aktifitas kelompok merupakan salah satu terapi modalitas yang dilakukan perawat kepada kelompok lansia yang mempunyai masalah keperawatan yang sama. Aktivitas diguanakan sebagai terapi dan kelompok diguanakan sebagai target asuhan. Di dalam kelompok terjadi dinamika interaksi yang saling bergantung, saling membutuhkan dan menjadi laboratorium tempat lansia melatih perilaku baru yang adaptif untuk memperbaiki perilaku yang maladaptif. Setelah dilakukannya Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Tebak Gambar dan oper bola diharapakan dapat mempertahankan daya ingat dan konsentrasi lansia, kemampuan motorik, kognitif, dan bahasa yang lebih kompleks.
PENGGUNAAN APD TERHADAP KESIAPAN MENTAL PERAWAT DALAM MERAWAT PASIEN COVID-19 DI RSU DR. FERDINAND LUMBAN TOBING Sinaga, Janno; Siska Evi Martina; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan besar pada tenaga kesehatan, terutama perawat yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien. Penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi komponen penting dalam melindungi tenaga kesehatan dari paparan virus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan APD terhadap kesiapan mental perawat dalam merawat pasien COVID-19 di RSU Dr. Ferdinand Lumban Tobing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 100 perawat sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APD secara tepat dan konsisten berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesiapan mental perawat. Penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan penggunaan APD dan dukungan psikologis bagi perawat selama pandemi.
PELATIHAN SIKAP PERAWAT IGD TENTANG TRIAGE DI INTALANSI GAWAT DARURAT RSUD DR.H.KUMPULAN PANE KOTA TEBING TINGGI,RSUD RANTAU PARAPAT,RSUD TUAN RONDAHIM SIMALUNGUN PADA MASA PANDEMI COVID-19 Martina, Siska Evi; Donal Nababan; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya pasien yang datang di IGD membuat perawat harus memilah pasien dengan cepat dan tepat sesuai prioritas. Hal tersebut memerlukan pengetahuan dan sikap dalam hal pemisahan jenis dan kegawatan pasien dalam triase, sehingga penanganan pasien bisa lebih optimal dan terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang triage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di IGD RSUD Dr. H Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RSUD Rantau Prapat, dan RSUD Tuan Rondahaim Simalungun dari bulan Januari sampai Agustus 2020. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 46 perawat yang bertugas di IGD RSUD Dr. H Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RSUD Rantau Prapat, dan RSUD Tuan Rondahaim Simalungun yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi spearman rank pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas perawat memiliki pengetahuan tentang triase yang cukup (48%) dan mayoritas perawat bersikap positif (77%). Hasil analisis statistik spearman rank memperoleh nilai koefisien korelasi spearman sebesar 0,753 dengan ρ-value 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat tentang triase di RSUD Dr. H Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, RSUD Rantau Prapat, dan RSUD Tuan Rondahaim Simalungun
Pendidikan Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Lalang Kecamatan Medan Beras Batu Bara Sinurat, Lasma Rina Efrina; Siska Evi Martina; Rumondang Gultom
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan kondisi medis kronis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah secara terus-menerus di atas ambang normal. Hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas namun dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Faktor risiko hipertensi meliputi gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, konsumsi alkohol, dan merokok, serta faktor genetik dan usia. Diagnosis hipertensi dilakukan dengan pengukuran tekanan darah menggunakan alat sphygmomanometer, dengan kategori tekanan darah ≥140/90 mmHg sebagai indikator hipertensi. Penatalaksanaan hipertensi melibatkan perubahan gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang, peningkatan aktivitas fisik, manajemen stres, dan jika diperlukan, pengobatan dengan antihipertensi. Pencegahan hipertensi sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini secara global, terutama melalui pendekatan promotif dan preventif yang melibatkan edukasi masyarakat dan kebijakan kesehatan publik.
Pembedayaan Keluarga Dalam Kepatuhan Makan Obat Pada Lansia Hiperetensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit 2022 Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Janno Sinaga; Leny Renova Lumbantobing
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 50 lansia hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Buhit berpartisipasi dalam penelitian ini. Intervensi dilakukan melalui program edukasi dan pelatihan kepada anggota keluarga tentang pentingnya kepatuhan dalam pengobatan hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan makan obat sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan makan obat meningkat dari 60% sebelum intervensi menjadi 84% setelah intervensi. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,01). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga efektif dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi.
Kegiatan Terapi Aktivitas Kelompok Senam Lansia Dalam Upaya Meningkatkan Interaksi Sosial Pada Lansia Di Taman Bodhi Asri Medan Martina, Siska Evi; Rumondang Gultom; Janno Sinaga
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usia lanjut atau lanjut usia bukanlah merupakan suatu penyakit, meskipun hal tersebut dapat menimbulkan masalah sosial. Di beberapa negara, terutama di negara-negara maju umur harapan hidup telah bertambah panjang sehingga warga-warga yang berusia lebih dari 65 tahun juga bertambah. Adanya peningkatan jumlah penduduk usia lanjut tersebut menyebabkan perlunya perhatian pada para lansia agar lansia tidak hanya berumur panjang tetapi juga dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Tandatanda masa tua disertai dengan adanya kemunduran-kemunduran kemampuan kerja pancaindera, gangguan fungsi alat-alat tubuh, perubahan psikologi serta adanya berbagai penyakit.Dengan banyaknya perubahan yang terjadi pada lansia banyak pula masalah kesehatan yang dihadapi. Untuk mempertahankan kesehatan lansia-lansia tersebut perlu adanya upaya-upaya baik besifat perawatan, pengobatan, pola hidup sehat dan juga upaya lain seperti senam.
Improvement in Cognitive Function Through Brain Gymnastics For Nursing Home Residents: A Quasi-Experimental Study from Indonesia Martina, Siska Evi; Gultom, Rumondang; Sinaga, Janno; Hia, Agustina
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 2 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i2.24189

Abstract

Cognitive function in older adults is influenced by various factors, including age, gender, education, and physical activity, all of which can contribute to cognitive decline. This decline poses a growing challenge, particularly among institutionalized elderly populations. Brain gymnastics, a simple, low-cost, non-pharmacological intervention, has shown potential for improving cognitive function, yet evidence among nursing home residents remains limited and inconsistent. This study aimed to evaluate the effect of brain gymnastics on cognitive function among older adults residing in nursing homes in North Sumatera. A quasi-experimental design was employed, involving 56 participants aged 60 to 80 years, divided into intervention (n = 28) and control (n = 28) groups through purposive sampling. The intervention group engaged in a four-week brain gymnastics program, while the control group received a self-guided exercise leaflet. The study was conducted from January to March 2025. Cognitive function was assessed using the MoCA-INA at baseline and post-intervention. Descriptive statistics, Chi-square tests, paired t-tests, and independent t-tests were used for data analysis. At baseline, both groups exhibited moderate cognitive function (62.5% and 67.9%, respectively). Post-intervention, the intervention group showed a significant improvement in mean cognitive scores from 17.64 ± 4.09 to 22.00 ± 4.46 (p < 0.001, Cohen’s d = 1.52), whereas the control group demonstrated a smaller increase. An independent t-test revealed a significant difference in post-intervention scores between the intervention (22.00 ± 4.46) and control (17.00 ± 3.23) groups (p < 0.001, Cohen’s d = 3.89), indicating a strong effect of the intervention. These findings underscore the potential of brain gymnastics as a practical, scalable, and cost-effective strategy to enhance cognitive health. Its integration into routine elderly care may help delay cognitive decline and promote healthier aging, particularly in low-resource settings. Keywords: Brain Gymnastic, Older People, Cognitive Function, Nursing Home