Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jual Beli Narkotika dalam Perspektif Fikih Kontemporer: Analisis Maqasid Al-Syariah Terhadap Peredaran dan Penyalahgunaannya di Era Modern Arif Rahman Hakim; Muhammad Rafi; Nazli Azwany; Ismail Amnur; Ali Imran Sinaga
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.964

Abstract

Peredaran dan penyalahgunaan narkotika pada era modern telah menjadi persoalan multidimensional yang berdampak pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi, moral, dan keagamaan. Perkembangan jaringan perdagangan narkotika yang memanfaatkan teknologi digital menuntut adanya kajian hukum Islam melalui perspektif fikih kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis hukum jual beli narkotika dalam perspektif fikih kontemporer serta mengkaji implikasinya berdasarkan pendekatan maqāṣid al-syarī'ah. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan sumber data berupa Al-Qur'an, hadis, kitab fikih klasik dan kontemporer, buku, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dengan teori maqāṣid al-syarī'ah sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narkotika memiliki kesamaan 'illat dengan khamr, yaitu sama-sama menghilangkan kesadaran, merusak akal, dan menimbulkan ketergantungan, sehingga hukumnya haram. Jual beli narkotika untuk tujuan penyalahgunaan dinyatakan sebagai transaksi yang tidak sah (bāṭil) karena bertentangan dengan prinsip fikih muamalah. Selain itu, peredaran narkotika mengancam lima tujuan pokok syariat (al-kulliyyāt al-khams), yaitu perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Oleh karena itu, penanggulangan narkotika perlu dilakukan melalui pendekatan hukum, pencegahan, edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemaslahatan serta mencegah kerusakan secara berkelanjutan.
Analisis Kemampuan Dosen Uinsu Dalam Menyusun Rps Berbasis Obe Pada Rumpun Mata Kuliah Pai Ridha Khairani; Izzatussyakira; Ismail Amnur; Siti Halimah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.9583

Abstract

The paradigm shift in higher education curricula toward Outcome-Based Education (OBE) requires lecturers to possess adaptive pedagogical competencies, particularly in designing Semester Learning Plans (Rencana Pembelajaran Semester/RPS). This study aims to analyze the ability of lecturers at the State Islamic University of North Sumatra (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara/UINSU) in developing OBE-based RPS within the Islamic Religious Education (PAI) course cluster, which includes the courses of PAI Learning Strategies, Hadith Studies, and History of Islamic Education. This research employed a descriptive qualitative method using document analysis and confirmation interviews with course instructors. The findings reveal that: (1) in the input stage, the formulation of Program Learning Outcomes (CPL) into Course Learning Outcomes (CPMK) and Sub-Course Learning Outcomes (Sub-CPMK) by Izzatussyakira has generally reflected the use of Bloom’s Taxonomy action verbs, although further alignment with higher-order thinking skills (HOTS) is still required; (2) in the process stage, the selection of learning materials and instructional strategies in the PAI Learning Strategies course has adopted a student-centered learning (SCL) approach, whereas the Hadith Studies course taught by Ismail Amnur remains predominantly characterized by expository teaching methods; and (3) in the output stage, the design of evaluation methods, the accuracy of assessment instruments (rubrics), and the updating of references based on reputable academic journals require further improvement. Overall, lecturers’ pedagogical competence in developing OBE-based RPS can be categorized as fairly good; however, structured workshops on constructive alignment are necessary to enhance the quality and consistency of curriculum implementation.