Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Review Artikel: Analisis Formulasi Dan Evaluasi Tablet Effervescent Dengan Metode Granulasi Basah Fina Salsabila Nur Aini; Iftitah Nakhlah Sani; Seylin Zavira Ananta; Auliya Ika Putri; Anisa Khanif Khusnia; Ryan Satria Pranata; Mulia Maharani; Dewi Rahmawati; Dzakiya Dzihrotulwida
Sains Medisina Vol 4 No 5 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i5.1453

Abstract

Tablet effervescent merupakan salah satu bentuk sediaan farmasi yang banyak diminati karena praktis digunakan, memiliki rasa yang lebih dapat diterima, serta mampu larut dengan cepat dalam air sebelum dikonsumsi. Meskipun demikian, pengembangan tablet effervescent sering menghadapi kendala akibat sifat bahan penyusunnya yang mudah menyerap kelembapan dan rentan mengalami reaksi prematur. Salah satu metode yang banyak diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah granulasi basah karena dapat meningkatkan kualitas granul sebelum proses pencetakan tablet. Kajian ini bertujuan mengevaluasi berbagai penelitian terkait formulasi dan karakteristik fisik tablet effervescent yang dibuat menggunakan metode granulasi basah. Artikel dikumpulkan melalui penelusuran pustaka dari Google Scholar, Google, dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan granulasi basah mampu menghasilkan granul dengan kemampuan alir dan kompresibilitas yang baik sehingga mendukung terbentuknya tablet dengan mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Perbedaan komposisi sumber asam, basa, maupun bahan pengikat terbukti memengaruhi karakteristik produk, seperti kekerasan, keseragaman bobot, kadar air, pH, dan waktu larut. Secara keseluruhan, metode granulasi basah dinilai efektif untuk menghasilkan tablet effervescent yang stabil, seragam, dan memiliki kualitas fisik yang baik.
Artikel Review Fitokimia : Efektivitas Maserasi Soxhletasi sebagai Metode Ekstraksi Miftakhul Rokhmah; Amanda Rafina Modesty; Auliya Ika Putri; Salsabiila Wina Delia; Adelia Girlani Bria; Maria Delsiana Ndun; Elsa Tectona Zuliyanti; Renata Setya Agustin; Petrus Paulus Bria; A’Yunil Hisbiah; Ivan Charles S.Klau; Arista Wahyu Ningsih
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): Januari: OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i1.2060

Abstract

The Soxhlet extraction method uses repeated heating and solvent circulation to separate substances from mixtures, producing more extract faster than maceration with less solvent. However, this method requires pure solvents and is not suitable for thermolabile compounds as they can be degraded by heat. Soxhlet extraction is more effective for limited quantities of dry and fine herbal materials. This method is widely used to extract phytochemical compounds such as flavonoids, tannins, and curcumin, and has potential in cosmetic raw materials, herbal medicines, and antioxidant products. Although it uses more energy, this technique is efficient and continuous. Modern innovations such as combining it with Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) or environmentally friendly microextraction are expected to increase extraction efficiency while reducing the use of organic solvents. Modifications to Soxhlet, including automation and assistive technologies such as high pressure, ultrasound, and microwaves, open up opportunities for commercialization and further research with more optimal results and more practical operations. The modified Soxhlet is considered a “panacea” in extraction due to the significant performance improvements achieved.