Perilaku seksual berisiko pada remaja tetap menjadi permasalahan kesehatan masyarakat global yang signifikan, berkontribusi besar terhadap angka kejadian human immunodeficiency virus (HIV), infeksi menular seksual (IMS), dan kehamilan remaja yang tidak direncanakan. Intervensi berbasis sekolah telah banyak diterapkan untuk menangani permasalahan ini; namun efektivitasnya sangat bergantung pada kerangka teori yang mendasari rancangan intervensi tersebut. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan dan menyintesis intervensi sekolah berbasis teori dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja. Review ini mengikuti panduan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian literatur yang komprehensif dilakukan di berbagai basis data utama, dan 40 studi memenuhi kriteria inklusi. Data diekstraksi dan dianalisis untuk mengidentifikasi karakteristik intervensi, kerangka teori, dan domain luaran. Temuan menunjukkan bahwa Theory of Planned Behaviour (TPB), Social Cognitive Theory (SCT), dan Health Belief Model (HBM) merupakan kerangka yang paling umum digunakan. Intervensi berbasis TPB efektif dalam meningkatkan niat perilaku; SCT menunjukkan efek lebih kuat terhadap perubahan perilaku aktual melalui efikasi diri dan pengembangan keterampilan; HBM terutama meningkatkan pengetahuan dan persepsi risiko. Studi-studi terbaru yang menggunakan Behaviour Change Wheel (BCW) menunjukkan luaran yang paling komprehensif dan konsisten di seluruh domain pengetahuan, sikap, niat, dan perilaku, terutama ketika diintegrasikan dengan strategi digital dan berbasis teman sebaya. Intervensi sekolah berbasis teori sangat penting dalam menangani perilaku seksual berisiko remaja; namun pendekatan terpadu dan multi-teori menawarkan potensi lebih besar untuk mencapai perubahan perilaku yang berkelanjutan dan bermakna. Penelitian mendatang sebaiknya berfokus pada efektivitas jangka panjang, pengukuran luaran yang terstandarisasi, serta integrasi strategi intervensi multi-level dan berbasis teknologi.