Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Digital Mental Health Innovation: Effectiveness of Qolbu Care App in Reducing Anxiety and Improving Resilience among Adolescents in Disaster-Prone Areas Nurul Hidayah; Florensa; Nisma; Muhammad Luthfi; Yogasliana Fathudin
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.7944

Abstract

High levels of anxiety and low resilience remain common psychological challenges faced by individuals in coping with life stressors. Technology-based approaches, such as mental health applications, offer innovative and easily accessible solutions, yet remain under-researched in Indonesia.  This study aims to analyze the Qolbu Care application’s effectiveness on respondents' anxiety and resilience levels. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach involving 90 respondents. The intervention was administered over eight weeks using the Qolbu Care application. Standardized anxiety and resilience questionnaires were used as research instruments. Data were analyzed using a paired t-test. The analysis revealed a statistically significant reduction in anxiety levels (mean = –16.45; SD = 8.12; SE = 1.05; p = 0.0001), as well as a statistically significant increase in resilience (mean = 11.40; SD = 6.85; SE = 0.98; p = 0.0001). The Qolbu Care application has proven effective in reducing anxiety and enhancing resilience among respondents. These findings affirm that digital-based interventions can be an innovative alternative for psychosocial support within nursing practice.
Hubungan Resiliensi Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat Deni Setiyawan; Florensa; Dewin Safitri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v7i1.309

Abstract

Background: Schizophrenia is a chronic illness that requires long-term and continuous management. In an effort to maximize the recovery process, the role of family is crucial in the care of schizophrenia patients. One important task of the family is to attend to the patient's needs, such as taking medication regularly. Objective: This study aims to analyze the relationship between family resilience and medication adherence in schizophrenia patients. Methods: This research is a quantitative study using a descriptive-analytic approach with a cross-sectional design. The sample size of 96 respondents consists of patients and their families. The sampling technique used is purposive sampling. The data collection method used is a questionnaire. The statistical test used is the Gamma Test. Results: The study showed a significant relationship between family resilience and medication adherence in schizophrenia patients (p = 0.004) with a moderate correlation and a positive direction (r = 0.453). Conclusion: Family resilience is essential in the process of caring for patients with schizophrenia, where each family member can provide positive motivation, support, and work together to overcome any difficulties or problems experienced by the patient, including taking medication regularly. The hospital, thru the Keswamas, is advised to always educate the public about the importance of family resilience in providing maximum care for schizophrenia patients to prevent relapse.
Pengembangan Aplikasi Digital ‘SiJiwaCare’ untuk Meningkatkan Kapasitas Kader Kesehatan dan Perawat dalam Recovery serta Deteksi Dini Gangguan Jiwa di Masyarakat Nurul Hidayah; Florensa; Nisma
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.396

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia memerlukan pemantauan berkelanjutan untuk mencegah kekambuhan, namun kapasitas kader dan perawat dalam deteksi dini serta dukungan pemulihan masih terbatas. Aplikasi SiJiwaCare dikembangkan untuk membantu peningkatan kompetensi tenaga kesehatan komunitas. Tujuan: Menilai efektivitas aplikasi SiJiwaCare dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan perawat terkait deteksi dini serta dukungan pemulihan penyintas skizofrenia. Metode: Penelitian menggunakan mixed method desain sequential exploratory. Tahap kualitatif dilakukan melalui FGD untuk menggali kebutuhan dan keberterimaan aplikasi. Tahap kuantitatif menggunakan desain one group pre-test post-test pada 22 responden (2 perawat dan 20 kader). Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan, lembar observasi keterampilan, dan System Usability Scale (SUS). Analisis kuantitatif menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan korelasi Spearman, sedangkan kualitatif dengan analisis tematik. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan pengetahuan (p=0,001) dan keterampilan (p=0,001). Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif sedang antara peningkatan pengetahuan dan keterampilan (ρ=0,46; p=0,028) Nilai SUS 78 menunjukkan aplikasi berkategori baik dan mudah digunakan. Data kualitatif mendukung manfaat dan keberterimaan aplikasi di komunitas. Kesimpulan: SiJiwaCare efektif meningkatkan kapasitas kader dan perawat dalam deteksi dini dan dukungan pemulihan penyintas skizofrenia dan disarankan pengembangan fitur offline dan perluasan implementasi.
Intervensi Storytelling untuk Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Prasekolah Lintang Sari; Dewin Safitri; Florensa; Wahyu Kirana; Fajar Yousriatin; Yunita Dwi Anggreini
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i2.440

Abstract

Latar Belakang:Rawat inap atau hospitalisasi seringkali menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan terutama pada anak usia prasekolah. Hospitalisasi dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis yang berpotensi menghambat proses pengobatan anak di rumah sakit. Reaksi yang paling umum ditunjukkan oleh anak yang menjalani pengobatan adalah menangis, berteriak dan tidak kooperatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi storytelling terhadap stres sebagai dampak hospitalisasi yang dialami oleh anak usia prasekolah. Metode:Desain pre-experiment one group pre-test post-test digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 30 anak yang dirawat di ruang anak RSU Yarsi Pontianak terlibat sebagai responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Kriteria inklusi yang ditetapkan antara lain: anak yang dirawat pertama kali di rumah sakit, rentang usia tiga sampai enam tahun, didampingi oleh orangtua, mendapat persetujuan dari orangtua. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuesioner stres hospitalisasi. Uji Wilcoxon signed-rank digunakan untuk analisis bivariat karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai median sebelum diberikan intervensi sebesar 43,50 dan setelah intervensi sebesar 32,00 dengan nilai signifikansi p<0,001.Kesimpulan: Intervensi storytelling efektif mengurangi dampak hospitalisasi anak usia prasekolah.