Ahmad Syahni
STIES Babussalam Jombang

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ABU YUSUF AND THE DEVELOPMENT OF ISLAMIC ECONOMIC THOUGHT Ahmad Syahni; Muhammad Syafi'i Budi Santoso; Zakiyyah Ilma Ahmad; Muhammad Nasiruddin; Dimyati
Jurnal Ilmiah Al-Tsarwah Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/al-tsarwah.v9i1.12050

Abstract

This study examines the contribution of the classical Islamic economic thought of Abu Yusuf as presented in his monumental work, Kitab al-Kharaj. The primary objective of this study is to explore his concepts of public finance, taxation, and state intervention in market mechanisms to achieve social welfare. This study employs a qualitative approach using library research. The findings indicate that Abu Yusuf’s economic thought is grounded in the principles of justice, governmental accountability, and public welfare. The study reveals that Abu Yusuf pioneered the transition from a fixed tax system (misahah) to a proportional taxation system (muqasamah) based on taxpayers’ actual ability to pay. He also emphasized the state's responsibility to develop public infrastructure and regulate markets to prevent monopolistic practices (ihtikar). In conclusion, Abu Yusuf’s economic thought laid the foundation for a fiscal policy framework oriented toward public welfare, transparent management of the state treasury (Bayt al-Mal), and social justice. These ideas remain highly relevant and applicable to contemporary economic systems.
STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN DI ERA DIGITAL Mohamad Nur Husen; Ahmad Syahni; Rakhmawan Habibi
ISTIFADA : Jurnal Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah Vol. 1 No. 01 (2025): ISTIFADA : Jurnal Ekonomi Dan Lembaga Keuangan Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/istifada.v1i01.112

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia kerja, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen SDM yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan di tengah tantangan dan peluang digitalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen SDM yang adaptif terhadap teknologi digital, seperti pelatihan digital, penggunaan sistem manajemen kinerja berbasis teknologi, fleksibilitas kerja, serta penguatan budaya organisasi digital, memiliki dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan motivasi karyawan. Selain itu, kepemimpinan yang visioner dan komunikasi yang efektif juga menjadi faktor pendukung utama dalam mengoptimalkan kinerja di era digital. Kesimpulannya, penerapan strategi manajemen SDM yang tepat dan berbasis teknologi menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam menghadapi transformasi digital secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL PADA PROSEDUR PEMBIAYAAN DI BPRS LANTABUR TEBUIRENG Nur Laily Hidayati; Ahmad Syahni; Dimyati Dimyati
ISTIFADA : Jurnal Ekonomi dan Lembaga Keuangan Syariah Vol. 1 No. 02 (2025): ISTIFADA : Jurnal Ekonomi Dan Lembaga Keuangan Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/istifada.v1i02.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengendalian internal pada prosedur pembiayaan di BPRS Lantabur Tebuireng. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerapan sistem pengendalian internal yang baik untuk mengelola risiko besar yang terkandung dalam penyaluran pembiayaan, terutama yang bersumber dari dana pihak ketiga yang dikelola BPRS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan terkait Pengendalian Internal dan kebijakan prosedur pemberian pembiayaan di BPRS Lantabur, serta wawancara dengan Satuan Pengendalian Internal, account officer, pimpinan cabang, dan legal officer. Data yang diperoleh kemudian dideskripsikan untuk melihat sejauh mana efektivitas kontribusi pengendalian internal dalam mengawasi prosedur pembiayaan yang benar dan menghindari penyimpangan, dengan harapan meminimalisir terjadinya risiko pembiayaan bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Pengendalian Internal pada prosedur pembiayaan di BPRS Lantabur Tebuireng secara umum telah berjalan efektif. Efektivitas ini terlihat dari penerapan kelima unsur pengendalian internal (lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pengawasan) di setiap tahapan prosedur pembiayaan. Efektivitas pengendalian paling menonjol pada tahap pra-pencairan pembiayaan, yang ditandai dengan adanya pemisahan fungsi yang jelas, mekanisme otorisasi berjenjang melalui Komite Pembiayaan, dan kelengkapan dokumentasi, yang secara signifikan meminimalisir risiko salah analisis dan potensi fraud. Meskipun efektif, terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya pada aspek pengawasan (monitoring) pembiayaan setelah dana dicairkan dan aspek komunikasi hasil pemantauan. Pelaporan pemantauan masih kurang terstruktur dan cenderung reaktif, yang dapat memperlambat tindakan pencegahan dini terhadap pembiayaan yang berpotensi bermasalah. Oleh karena itu, disarankan untuk memperkuat fungsi pemantauan dengan membuat format laporan kunjungan nasabah yang lebih terstruktur dan terjadwal, serta meningkatkan sistem informasi dan komunikasi, misalnya dengan memanfaatkan teknologi untuk pelaporan lapangan secara real-time.
PROBLEMATIKA PENERAPAN EKONOMI ISLAM DI INDONESIA rakhmaan habibi; Ahmad Syahni; Anita Mustagfiroh
IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 1 No 01 (2025): IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Manajemen Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/ifadah.v1i01.98

Abstract

Penerapan ekonomi Islam di Indonesia menghadapi berbagai problematika meskipun negara ini memiliki mayoritas penduduk Muslim dan potensi besar dalam pengembangan sistem ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kendala-kendala utama dalam implementasi ekonomi Islam di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan literatur dan data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa problematika utama meliputi rendahnya literasi masyarakat tentang ekonomi Islam, keterbatasan infrastruktur dan regulasi yang mendukung, dualisme sistem ekonomi, serta tantangan dalam harmonisasi kebijakan fiskal dan moneter dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, masih terdapat persepsi keliru terhadap ekonomi Islam sebagai sistem yang eksklusif dan kaku. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, akademisi, dan masyarakat untuk mendorong sosialisasi, edukasi, serta penguatan regulasi dalam rangka mempercepat implementasi ekonomi Islam yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia
PENDEKATAN HUKUM EKONOMI SYARIAH DALAM MENGANALISIS DAN MENANGANI KREDIT MACET Nur Laily Hidayati; Zakiyyah Ilma Ahmad AHMAD; Ahmad Syahni; Abdul Wakhid; Ahmad Zainul Abidin
IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 1 No 02 (2025): IFADAH : Jurnal Ekonomi Manajemen Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/ifadah.v1i02.163

Abstract

Kredit dalam perbankan merupakan perjanjian peminjaman uang yang diberikan oleh bank kepada nasabah dengan ketentuan bahwa nasabah akan mengembalikan pinjaman tersebut secara berangsur-angsur setiap bulan, sesuai dengan jangka waktu dan jumlah yang telah disepakati kedua belah pihak. Kredit ini menjadi salah satu instrumen penting dalam dunia perbankan untuk mendukung kebutuhan finansial masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, dalam praktiknya, tidak semua nasabah yang telah memperoleh fasilitas kredit mampu mengembalikan hutangnya dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah diperjanjikan. Ketidakmampuan nasabah untuk memenuhi kewajiban pembayaran angsuran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi yang memburuk, kehilangan pekerjaan, atau kegagalan usaha. Akibatnya, kredit yang diberikan menjadi bermasalah dan berpotensi macet. Kredit macet ini bukan hanya merugikan pihak bank, tetapi juga memperburuk kondisi finansial nasabah, terutama jika terdapat denda keterlambatan yang harus dibayarkan. Dalam sistem konvensional, denda tersebut sering kali mengandung unsur riba, yang dalam pandangan hukum Islam dianggap haram. Riba tidak hanya bertentangan dengan prinsip syariah, tetapi juga dapat memberatkan nasabah sehingga mereka semakin sulit untuk melunasi hutangnya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih manusiawi dan sesuai dengan prinsip syariah dalam mengelola dan menangani kredit bermasalah, agar kedua belah pihak bank dan nasabah dapat mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.
Management of The Impact of Sharia Fintech Implementation on Financial Inclusion of Marginalized Communities Syafiul Umam; Muhammad Syafi'i Budi Santoso; Abdul Wakhid; Ahmad Syahni; Dimyati Dimyati
IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 2 No 01 (2026): IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Manajemen Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/ifadah.v2i01.213

Abstract

This study examines the impact of Sharia fintech implementation on the financial inclusion of marginalized communities. The rapid development of financial technology based on Islamic principles has created new opportunities for expanding access to financial services among underserved populations, particularly those facing geographical, economic, and social barriers. The objective of this study is to analyze the role of Sharia fintech in improving access to financial services, promoting economic empowerment, and supporting sustainable financial inclusion. This research employs a qualitative descriptive approach through a comprehensive review of relevant literature, regulatory frameworks, and empirical findings related to Islamic financial technology and financial inclusion. The findings indicate that Sharia fintech contributes significantly to increasing access to financing, savings, payment systems, and financial literacy among marginalized communities. Furthermore, the principles of transparency, fairness, and prohibition of usury embedded in Sharia fintech enhance public trust and encourage broader participation in the formal financial sector. However, challenges such as limited digital literacy, inadequate technological infrastructure, regulatory constraints, and low public awareness remain significant barriers to maximizing its impact. The study concludes that strengthening regulatory support, improving digital literacy, and enhancing collaboration among stakeholders are essential to optimizing the contribution of Sharia fintech to inclusive and sustainable economic development
The Role of Spiritual Leadership in Improving Organizational Citizenship Behavior (OCB) of Islamic Bank Employees Rakhmaan habibi; Ahmad Syahni; Syafiul Umam
IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Syariah Vol 2 No 02 (2026): IFADAH : Jurnal Ekonomi Dan Manajemen Syariah
Publisher : LPPM STIES BABUSSALAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64454/ifadah.v2i02.232

Abstract

This study aims to analyze the role of spiritual leadership in improving employees' Organizational Citizenship Behavior (OCB) in Islamic banks. Spiritual leadership is a leadership approach that integrates spiritual values, such as honesty, trustworthiness, compassion, exemplary behavior, and worship orientation in organizational activities. The implementation of spiritual leadership is believed to be able to create a meaningful work environment, increase intrinsic motivation, and build employee commitment and loyalty to the organization. This study uses a quantitative approach with a survey method on Islamic bank employees. Data collection was carried out through distributing questionnaires using a Likert scale, then analyzed using simple linear regression analysis to test the effect of spiritual leadership on OCB. Indicators of spiritual leadership include vision , hope/faith , and altruistic love , while indicators of OCB include altruism , conscientiousness , sportsmanship , courtesy , and civic virtue . The results of the study indicate that spiritual leadership has a positive and significant effect on employees' Organizational Citizenship Behavior. The higher the level of spiritual leadership implemented by leaders, the higher the tendency of employees to demonstrate voluntary behavior outside of formal duties, such as helping coworkers, maintaining a harmonious work environment, actively participating in organizational activities, and demonstrating loyalty to the institution. These findings indicate that spiritual leadership is a strategic factor in building a productive, collaborative, and Islamic-based organizational culture. Therefore, Islamic banks need to optimize the development of spiritual leadership as part of their human resource management strategy to continuously improve the quality of individual and organizational performance.