Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Sosialisasi penguatan bantuan hukum sebagai upaya preventif terhadap perkawinan usia anak Tri Astuti Handayani; Irma Mangar; Pingkan Widya Pangestika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39602

Abstract

Abstrak Perkawinan usia anak masih menjadi persoalan sosial dan hukum yang serius di Indonesia karena menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap pendidikan, kesehatan, psikologis, dan perlindungan hak anak. Meskipun batas usia minimal perkawinan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, praktik perkawinan usia anak masih banyak terjadi akibat faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, budaya, pergaulan bebas, dan kurangnya pemahaman hukum masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya pencegahan perkawinan usia anak melalui penguatan bantuan hukum sebagai upaya preventif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum, edukasi interaktif, seminar, pemanfaatan media digital, dan pendampingan hukum kepada masyarakat. Hasil Kegiatan pengabdian ini juga menunjukkan adanya peningkatan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan hak anak dan perlunya mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak sebelum mengambil keputusan terkait perkawinan dini. Selain itu, bantuan hukum dapat menjadi instrumen preventif yang efektif apabila didukung oleh peningkatan akses layanan hukum, penguatan edukasi masyarakat, serta kolaborasi antara lembaga bantuan hukum, pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Kata Kunci: bantuan hukum; perlindungan anak; penyuluhan hukum; pencegahan perkawinan dini. Abstract  Child marriage is still a serious social and legal problem in Indonesia because it has various negative impacts on education, health, psychology, and the protection of children's rights. Although the minimum age limit for marriage has been regulated in Law Number 16 of 2019, the practice of child marriage still occurs due to economic factors, low education, culture, promiscuity, and lack of understanding of the law of the community. This service activity aims to increase public legal awareness regarding the importance of preventing child marriage through strengthening legal aid as a preventive effort. The methods used include legal counseling, interactive education, seminars, the use of digital media, and legal assistance to the community. The results of this service activity also show an increase in public legal awareness regarding the importance of protecting children's rights and the need to consider the best interests of children before making decisions related to early marriage. In addition, legal aid can be an effective preventive instrument if supported by increasing access to legal services, strengthening public education, and collaboration between legal aid institutions, the government, schools, and the community. Keywords: legal assistance; child protection; legal counseling; prevention of early marriage.
Sosialisasi perlindungan hukum serta akses pendidikan anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia Irma Mangar; Shinta Azzahra Sudrajat; Pingkan Widya Pangestika; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39610

Abstract

Abstrak Kegiatan sosialisasi mengenai perlindungan hukum serta akses pendidikan anak-anak komunitas migran Indonesia di Malaysia bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hak-hak anak migran berdasarkan hukum nasional dan internasional. Anak-anak migran Indonesia di Malaysia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi berbagai permasalahan, seperti keterbatasan dokumen identitas, diskriminasi, serta sulitnya memperoleh akses pendidikan yang layak. Oleh karena itu, diperlukan upaya perlindungan hukum dan pemenuhan hak pendidikan secara optimal melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penyuluhan edukatif kepada peserta sosialisasi. Materi yang disampaikan mencakup perlindungan hukum anak berdasarkan Convention on the Rights of the Child (CRC), Undang-Undang Perlindungan Anak, serta akses pendidikan melalui Community Learning Center (CLC) dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN). Selain itu, kegiatan juga membahas hambatan yang dihadapi anak migran, seperti persoalan administrasi, keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, dan minimnya fasilitas pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya perlindungan hukum dan pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak migran Indonesia di Malaysia. Peserta juga memahami berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah melalui KBRI/KJRI serta lembaga pendidikan terkait. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong kerja sama berbagai pihak dalam mendukung perlindungan serta pemenuhan hak anak migran secara lebih optimal dan berkelanjutan.    Kata Kunci: perlindungan hukum; akses Pendidikan; anak migran; komunitas migran Indonesia; malaysia. Abstract  Socialization activities regarding legal protection and access to education for children of the Indonesian migrant community in Malaysia aim to increase public understanding of the rights of migrant children based on national and international laws. Indonesian migrant children in Malaysia are a vulnerable group that often faces various problems, such as limited identity documents, discrimination, and difficulty in obtaining access to proper education. Therefore, efforts to protect the law and fulfill the right to education optimally are needed through cooperation between the government, the community, and various related parties. The implementation of the activity was carried out through lectures, discussions, questions and answers, and educational counseling to socialization participants. The material presented included legal protection of children based on the Convention on the Rights of the Child (CRC), the Child Protection Law, as well as access to education through Community Learning Centers (CLC) and Indonesian Overseas Schools (SILN). In addition, the activity also discussed the obstacles faced by migrant children, such as administrative problems, economic limitations, geographical conditions, and lack of educational facilities. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the importance of legal protection and the fulfillment of educational rights for Indonesian migrant children in Malaysia. Participants also understood the various efforts that have been made by the government through the Indonesian Embassy/Consulate General and related educational institutions. This activity is expected to increase awareness and encourage cooperation from various parties in supporting the protection and fulfillment of the rights of migrant children in a more optimal and sustainable manner. Keywords: legal protection; access to education; migrant children; indonesian migrant community; malaysia.
Menumbuhkan cinta hukum dan politik di kalangan pemuda Gen Z melalui sosialisasi edukatif Dodik Wahyono; Irma Mangar; Pingkan Widya Pangestika; Nico Ferdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39608

Abstract

Abstrak    Perkembangan teknologi dan arus informasi yang pesat di era digital memberikan pengaruh besar terhadap pola pikir pemuda Generasi Z. Namun, kemudahan akses informasi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan tingginya minat dan pemahaman terhadap hukum dan politik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta hukum dan politik di kalangan pemuda Gen Z melalui sosialisasi edukatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif dengan teknik ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi edukatif efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta partisipasi pemuda terhadap isu hukum dan politik. Peserta menunjukkan antusiasme dan perubahan sikap menjadi lebih peduli, kritis, dan aktif dalam kehidupan demokrasi. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti perbedaan minat peserta dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode serta keberlanjutan program agar dampak kegiatan dapat lebih optimal. Kata Kunci: Sosialisasi edukatif; Generasi Z; hukum; politik; partisipasi pemuda. Abstract  The development of technology and the rapid flow of information in the digital era have a great influence on the mindset of Generation Z youth. This service activity aims to foster a sense of love for law and politics among Gen Z youth through educational socialization. The method used is an educational-participatory approach with interactive lecture techniques, discussions, and case studies. The results of the activity show that educational socialization is effective in increasing the understanding, awareness, and participation of youth on legal and political issues. Participants showed enthusiasm and changed attitudes to become more caring, critical, and active in democratic life. However, there are still obstacles such as differences in participants' interests and limited implementation time. Therefore, it is necessary to innovate methods and program sustainability so that the impact of activities can be more optimal.  Keywords: educational socialization; generation z; law; politics; youth participation.
Sosialisasi Peran Masyarakat dalam Penegakan Hukum di Indonesia Wilayah Hukum Desa Padang Kecamatan Trucuk: Socialization Program on the Role of the Community in Law Enforcement in Indonesia within the Legal Jurisdiction of Padang Village Trucuk District Mochammad Mansur; Irma Mangar; Pingkan Widya Pangestika
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8941

Abstract

Hukum berfungsi sebagai struktur dasar untuk mengatur masyarakat Oleh karena itu, hukum harus tetap adaptif terhadap dinamika perkembangan masyarakat. Selain itu, hukum harus secara aktif membimbing dan membina perkembangan tersebut secara tepat dan terkendali. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penegakan hukum di masyarakat adalah kesadaran hukum di masyarakat. Aspek kesadaran hukum ini memegang peranan penting dalam memastikan efektivitas upaya penegakan hukum. Metode yang  digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan dan sosialisasi, yang dirancang untuk memastikan pemahaman masyarakat mitra secara optimal dan mendorong keterlibatan aktif para peserta. Kegiatan yang dihadiri oleh 30 peserta ini memadukan pendekatan penyampaian materi, diskusi interaktif, dan tanya jawab agar setiap informasi dapat diterima dengan baik dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat setempat. Kegiatan sosialisasi ini menegaskan bahwa masyarakat desa Padang memiliki posisi sentral sebagai mitra aparat penegak hukum dalam mencegah, mendeteksi, dan melaporkan potensi pelanggaran hukum. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur pelaporan, mekanisme penegakan hukum, serta pentingnya kerja sama yang konstruktif, diharapkan masyarakat semakin siap dan berani untuk mengambil peran aktif dalam menjaga ketertiban sosial.
Sosialisasi Peran Generasi Muda dalam Menumbuhkan Nilai-Nilai Budaya di Masyarakat Desa Padang Kecamatan Trucuk: Socialization Program on the Role of Young Generation in Fostering Cultural Values in the Community of Padang Village Trucuk District Irma Mangar; Shinta Azzahra Sudrajat; Pingkan Widya Pangestika
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8942

Abstract

Desa Padang, kecamatan Trucuk, merupakan wilayah yang kaya akan nilai-nilai budaya lokal, tradisi gotong royong, serta kearifan sosial yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai merasakan adanya pergeseran peran generasi muda dalam melestarikan dan menumbuhkan nilai-nilai budaya tersebut. Pelaksanaan sosialisasi peran generasi muda dalam menumbuhkan nilai-nilai budaya di masyarakat di desa Padang, kecamatan Trucuk, yang diselenggarakan di Balai Desa Padang dan dihadiri oleh 40 peserta, dilaksanakan dengan metode yang terstruktur, partisipatif, dan disesuaikan dengan karakteristik generasi muda. Pendekatan ini dirancang agar materi tidak hanya dipahami secara Teori. tetapi juga mampu menggerakkan kesadaran dan motivasi peserta untuk terlibat aktif dalam pelestarian budaya desa. Krisis budaya yang mulai dirasakan masyarakat desa Padang pada dasarnya bukan hanya disebabkan oleh masuknya pengaruh luar, tetapi juga karena menurunnya tingkat keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial budaya di desa. Melalui sosialisasi ini, pemuda diharapkan memahami bahwa nilai-nilai budaya seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, dan kebersamaan merupakan fondasi kehidupan masyarakat yang perlu terus dijaga dan diamalkan.