Mallevi Agustin Ningrum
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Efektivitas Media Loose Parts dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Anak Usia Dini melalui Proyek Sains Kusniyawati Kusniyawati; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Andi Kristanto; Nurul Istiq’faroh; Muhammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1799

Abstract

Penelitian ini berawal dari kurangnya kemampuan anak usia dini dalam menyelesaikan masalah, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang tidak bervariasi dan kurang memberikan kesempatan untuk eksplorasi secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif media loose parts dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini melalui proyek sains. Metodologi yang dipakai adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest untuk anak berusia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, lembar penilaian keterampilan pemecahan masalah, dan dokumentasi dari kegiatan proyek sains yang mengacu pada loose parts. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan media loose parts dalam proyek sains dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah anak, terutama dalam hal mengidentifikasi masalah, merancang solusi sederhana, mencoba berbagai opsi, serta menarik kesimpulan dari hasil percobaan. Anak-anak terlihat lebih aktif, kreatif, dan mampu berkolaborasi selama proses belajar. Hasil ini menegaskan bahwa media loose parts efektif sebagai alat pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada anak-anak usia dini melalui pendekatan proyek sains.
Pemanfaatan Media Digital dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di Abad 21 Inayatul Aini; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini, khususnya mereka yang berusia 4-5 tahun di TK Muslimat Rejoslamet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana media digital dalam pembelajaran dapat merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis para anak, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menarik kesimpulan yang logis, dan mengevaluasi data dengan lebih baik. mereka juga menunjukkan minat dan motivasi yang tinggi terhadap aktivitas pembelajaran yang melibatkan media digital tersebut. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky yang menekankan pentingnya dukungan dari alat dan lingkungan untuk memperluas zona perkembangan proksimal anak. Penelitian ini merekomendasikan agar media digital diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD dengan penyediaan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan penggunaan media digital serta menggabungkannya dengan metode konvensional untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini sangat berarti untuk mendukung pengembangan generasi abad 21.
Efektivitas Eksperimen Sains dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Fatima Devi Rakhmasari; Ruqoyyah Fitri; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1845

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting untuk membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, teliti, serta mampu mengamati, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Namun, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan eksperimen sains. Indikator yang digunakan meliputi mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 anak kelompok B usia 5-6 tahun (12 perempuan dan 8 laki-laki). Sumber data berasal dari guru dan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif (statistik deskriptif persentase ketuntasan) dan kualitatif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis anak. Pada pratindakan, ketuntasan hanya mencapai 25%. Setelah siklus I meningkat menjadi 40%, dan pada siklus II mencapai 75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan eksperimen sains efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.
Kajian Sistematis Media Unplugged Coding dan Maze Board Terhadap Berpikir Komputasional Anak Usia Dini Pia Amelia; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiqfaroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis pengaruh penggunaan media Unplugged Coding dan Maze Board terhadap kemampuan berpikir komputasional anak usia dini. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik pengumpulan data berupa penelusuran artikel ilmiah melalui basis data Google Scholar, ERIC, dan repositori perguruan tinggi. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan, sehingga diperoleh sebanyak 21 artikel yang relevan dan dianalisis. Teknik analisis data dilakukan melalui sintesis naratif dengan mengelompokkan temuan penelitian berdasarkan aspek berpikir komputasional, meliputi decomposition, pattern recognition, dan sequencing. Hasil kajian menunjukkan bahwa media Unplugged Coding membantu anak memahami konsep dasar logika, pola, dan urutan melalui aktivitas bermain non-digital yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif anak. Sementara itu, media Maze Board mendukung kemampuan anak dalam merencanakan langkah, mengenali arah, serta memecahkan masalah melalui eksplorasi ruang dan gerak. Temuan ini mengindikasikan bahwa media manipulatif berbasis permainan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini dalam menumbuhkan kemampuan berpikir komputasional.
Efektivitas Model Pembelajaran PBL Berbantuan Panggung Gembira terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Nenik Nenik; Roqoyyah Fitri; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kriatanto; Wawan Gunawan
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan Panggung Gembira terhadap kemampuan berbicara anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan model PBL berbantuan Panggung Gembira dan kelompok kontrol yang menggunakan model PBL konvensional, dengan instrumen berupa lembar observasi kemampuan berbicara anak yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta analisis data menggunakan uji Independent Samples Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kemampuan berbicara yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, yang mengindikasikan bahwa penerapan PBL berbantuan Panggung Gembira lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak dibandingkan PBL konvensional. Simpulan penelitian menegaskan bahwa model PBL berbantuan Panggung Gembira berpengaruh positif terhadap pengembangan kemampuan berbicara anak usia dini dan memiliki implikasi praktis sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif, aktif, dan menyenangkan di lembaga pendidikan anak usia 5–6 tahun. Integrasi PBL dengan Panggung Gembira yang diuji secara kuantitatif dalam konteks pendidikan anak usia dini, suatu pendekatan yang belum banyak dikaji dalam penelitian sebelumnya yang umumnya menelaah kedua model secara terpisah atau menggunakan pendekatan kualitatif.
Implementasi Permainan Unplugged Coding dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Roisya Rosidiana; Rachma Hasibuan; Mallevi Agustin Ningrum; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi permainan unplugged coding dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia dini di RA Thoriqul Huda Batu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 15 anak Kelompok A yang terdiri atas 8 anak laki-laki dan 7 anak perempuan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2026 melalui empat kali pertemuan dengan tema “Tempat Rekreasi (Alun-Alun Kota Batu)”. Teknik pengumpulan data meliputi asesmen awal, observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak masih berada pada kategori rendah hingga sedang pada aspek memahami instruksi, mengemukakan alasan, dan menyelesaikan masalah sederhana. Implementasi permainan unplugged coding melalui aktivitas menyusun kartu instruksi, mengikuti jalur, dan menjelaskan alasan pilihan jalur memberikan pengalaman belajar konkret yang mendorong anak berpikir runtut, mengambil keputusan sederhana, serta mulai mengemukakan alasan secara verbal. Dengan demikian, unplugged coding dapat menjadi alternatif pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini dalam menstimulasi kemampuan berpikir kritis.
Pengaruh Model Problem-Based Learning dan Gardening Aktivity dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Ifa Faridah; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Mohammad Syaikhul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri; Nurul Istighfaroh
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh model Problem-Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan aktivitas berkebun (gardening) terhadap peningkatan kemampuan motoric kasar anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen tipe pretest-postest control group design yang melibatkan 40 anak dari dua lembaga PAUD, terdiri atas 20 anak kelompok eksperimen dan 20 anak kelompok kontrol. Data motoric kasar yang mencakup indicator lokomotor, manipulatif, dan stabilitas dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang telah diuji validitas isi dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan melalui uji paired t-test dan independent t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor motorik kasar yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Peningkatan tersebut terjadi secara konsisten pada seluruh indicator motorik kasar yang menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan aktivitas berkebun memberikan stimulasi motorik yang lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional. Temuan ini menegaskan bahwa model PBL-Gardening secara signifikan lebih efektif dalam menstimulasi perkembangan motoric kasar anak usia dini dan memiliki implikasi penting bagi pengembangan pembelajaran PAUD yang bersifat holistic dan berbasis pengalaman nyata.
Parenting Patterns in Migrant Families And Their Effects on Early Childhood Socio-Emotional and Cognitive Development Hosnol Hotimah; Rachma Hasibuan; Mallevi Agustin Ningrum; Kartika Rinakit Adhe; Denok Dwi Anggraini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2144

Abstract

This study aims to explore parenting patterns in Madurese migrant families and analyze their impact on early childhood socio-emotional and cognitive development. This study employs a qualitative approach with a case study design involving 5–8 Madurese migrant families with children aged 2–6 years. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis through data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings indicate that parenting patterns in Madurese migrant families tend to be collective, involving extended family members such as grandparents or close relatives. This pattern provides positive impacts, including children’s social adaptability, empathy, and independence; however, it also presents challenges such as emotional longing, weakened parent–child attachment, difficulties in emotional regulation, and limited cognitive stimulation, which may lead to uneven academic development. Therefore, strengthening communication between parents and children, enhancing the capacity of substitute caregivers, and providing context-based policy support are necessary to minimize the negative impacts of migration on early childhood development.