Mohammad Syahidul Haq
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penggunaan Permainan Unplugged Coding dalam Ketrampilan Komputasional Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis Erna Maydiawati; Ruqoyyah Fitri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Andi Kristanto; Nurul Istiqfaroh; Mohammad Syahidul Haq
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1819

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan permainan unplugged coding sebagai media pembelajaran berpikir komputasional pada anak usia dini. Studi ini juga menilai efektivitas dan tantangan penggunaan metode ini berdasarkan kajian literatur sistematis. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan teknik PRISMA, sebanyak 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2024-2025 dianalisis secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan unplugged coding efektif meningkatkan keterampilan berpikir komputasional melalui aktivitas bermain yang interaktif, mengedepankan pengembangan komponen dekomposisi, pengenalan pola, algoritma, dan abstraksi. Metode ini sangat relevan untuk pendidikan anak usia dini dan pendidikan yang terbatas teknologi karena menggunakan media fisik tanpa perangkat digital. Selain itu, metode ini juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi sosial anak. Namun, tantangan seperti perbedaan kesiapan kognitif anak, keterbatasan media pembelajaran, serta perlunya pendampingan guru dan keterlibatan orang tua masih perlu diatasi. Studi ini merekomendasikan pengembangan materi ajar yang sesuai karakteristik anak dan peningkatan pelatihan bagi pendidik untuk optimalisasi implementasi permainan unplugged coding dalam pembelajaran berpikir komputasional anak usia dini.
Pengaruh Kegiatan Story telling melalui Media Buku Cerita Pop Up terhadap Kemampuan Literasi dan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Nur Afifah; Kartika Rinakit Adhe; Rachma Hasibuan; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap kemampuan literasi dan berbicara anak usia dini. Penggunaan media pop-up diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar multisensorik yang interaktif dan konkret untuk merangsang keterlibatan aktif anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen melalui desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian mencakup anak-anak usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan teknik analisis data menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap peningkatan literasi dan keterampilan berbicara anak-anak. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media visual interaktif dalam kegiatan bercerita dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan secara efektif mengoptimalkan perkembangan bahasa pada anak-anak usia dini.
Efektivitas Model Role Play Berbasis Budaya Lokal dalam Mengembangkan Kemampuan Bahasa dan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini Arifatul Husna; Rachma Hasibuan; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Denok Dwi Anggraini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2177

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model role play dalam mengembangkan kemampuan bahasa dan keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Al-Ihsan Omben, Kabupaten Sampang. Latar belakang didasarkan pada temuan awal bahwa kemampuan bahasa dan sosial anak belum optimal, ditandai dominasi bahasa daerah, rendahnya kepercayaan diri berbicara, serta kesulitan berinteraksi kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen nonrandomized pretest-posttest control group. Subjek berjumlah 30 anak dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=15) dengan perlakuan role play selama enam minggu dan kelompok control (n=15) dengan pembelajaran rutin. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan instrument tervalidasi dan dianalisis dengan uji Mann-whitney U. hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan rata-rata kemampuan bahasa meningkat dari 52,4 menjadi 78,6 (N-Gain=0,55) dan keterampilan sosial dari 50,1 menjadi 76,9, dibandingkan kelompok control yang meningkat minimal (p=0,001<0,05). Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan skrenario role play berbasis budaya lokal sampangnyang meningkatkan relevansi dan efektivitas intervensi. Temuan ini membuktikan bahwa role play berbasis budaya lokal tidak hanya meningkatkan produksi bahasa, tetapi juga memfasilitasi interaksi sosial melalui konstruksi makna kolaboratif serta berkontribusi secara teoritis dan praktis.
Strategi Adaptasi Digital: Inovasi Guru dalam Pembelajaran Berbasis Permainan Digital untuk Anak Usia Dini Ainun Najah; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq&#039;faroh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8390

Abstract

Permainan digital dapat memberikan landasan bagi pemahaman teknologi untuk mengubah anak menjadi pencipta teknologi yang memiliki kecakapan digital, berpikir kritis, dan adaptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis integrasi permainan digital sebagai strategi inovasi guru dalam pembelajaran anak usia dini. Metode pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan metode Milles dan Huberman. Pengumpulan data penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian 10 guru PAUD, dan anak usia 5-6 tahun di TK Al Falah. Hasilnya guru berperan sebagai fasilitator memanfaatkan permainan digital yang dikombinasikan dengan metode konvensional secara seimbang. Inovasi permainan digital terbukti meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar, serta menstimulasi kognitif, bahasa, motorik, dan sosio-emosional. Pentingnya pemilihan konten permainan disesuaikan dengan kebutuhan minat anak. Integrasi permainan digital yang terarah dapat mentransformasi pembelajaran menjadi interaktif dan menarik.
Fenomenologi Konten Anomali pada Anak Usia Dini dan Dampaknya terhadap Perkembangan Kemampuan Pengendalian Diri Minhatul Ma'budah; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Ruqoyyah Fitri; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1780

Abstract

Perkembangan teknologi dalam lima tahun terakhir telah mengubah cara manusia memperoleh dan mengonsumsi informasi. Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang menonjol adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelegent (AI) yang memungkinkan pembuatan konten secara instan melalui perintah teks. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan dampak negatif berupa munculnya fenomena konten anomali, yaitu konten digital yang bersifat menyimpang secara visual maupun naratif, justru digemari oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman anak dalam menonton konten anomali serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan pengendalian diri anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan orang tua. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengenal konten anomali melalui teman sebaya dan algoritma. Paparan konten tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan anak dalam mengendalikan diri, seperti mudah marah, sulit mematuhi aturan, serta meniru perilaku dan ekspresi dari tokoh dalam konten. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas digital anak dan memberikan pendampingan selama menonton. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru dan orang tua dalam memahami dampak tersembunyi konten anomali serta pentingnya literasi digital sejak usia dini.
Implementasai Pembelajaran Sains Berbasis Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Ikhwan Kurniawan; Ruqoyyah Fitri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq'faroh; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1801

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan aspek penting bagi anak usia dini dalam mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan kemandirian berpikir, terutama melalui pembelajaran sains yang melibatkan pengalaman belajar aktif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning pada pembelajaran sains serta menilai kemampuan berpikir kritis anak. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak usia 5–6 tahun pada salah satu lembaga PAUD di Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling untuk menggambarkan perkembangan kemampuan berpikir kritis selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak bervariasi, namun rata-rata indikator berada pada kategori berkembang sesuai harapan, dengan persentase tinggi pada kemampuan mengidentifikasi masalah 80%, menyampaikan pendapat 86%, dan mengevaluasi kegiatan 73%. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperkuat bukti bahwa pembelajaran sains berbasis deep learning efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif anak serta dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mendukung kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini.
Pemanfaatan Media Digital dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di Abad 21 Inayatul Aini; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini, khususnya mereka yang berusia 4-5 tahun di TK Muslimat Rejoslamet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana media digital dalam pembelajaran dapat merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis para anak, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menarik kesimpulan yang logis, dan mengevaluasi data dengan lebih baik. mereka juga menunjukkan minat dan motivasi yang tinggi terhadap aktivitas pembelajaran yang melibatkan media digital tersebut. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky yang menekankan pentingnya dukungan dari alat dan lingkungan untuk memperluas zona perkembangan proksimal anak. Penelitian ini merekomendasikan agar media digital diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD dengan penyediaan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan penggunaan media digital serta menggabungkannya dengan metode konvensional untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini sangat berarti untuk mendukung pengembangan generasi abad 21.
Pengaruh Kegiatan Finger Painting terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Kreatif Arum Sulistyoningtyas; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Sri Setyowati; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih ditemukannya keterbatasan koordinasi jari dan tangan anak dalam kegiatan pembelajaran di pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian melibatkan 30 anak usia 5–6 tahun yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 15 anak, yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Maron. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran rutin. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar penilaian kemampuan motorik halus dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, kegiatan finger painting terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun dan direkomendasikan sebagai salah satu metode pembelajaran di pendidikan anak usia dini.
Permainan Tradisional Congklak dalam Mengembangkan Kemampuan Problem Solving Anak Usia 5-6 Tahun Erva Haryati; Sri Setyowati; Ruqoyyah Fitri; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan congklak dalam mengembangkan kemampuan problem solving anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini dilakukan di RA. Perwanida II Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, dengan menggunakan metode kuantitatif eksperimen non-ekuivalen. Kelompok yang menjadi subjek penelitian, yaitu kelompok B2 sebanyak 19 anak sebagai kelompok eksperimen dan kelompok B1 sebanyak 19 anak sebagai kelompok kontrol. Kemudian dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas dari intervensi yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah anak yang menggunakan media congklak mengalami peningkatan dari nilai post-test 63,2% termasuk kategori Belum Berkembang (BB) menjadi 73,7% termasuk kategori Berkembang Sangat Baik (BSH) pada hasil post-test. Dari analisis data, ditemukan pengaruh signifikan pada anak sebelum dan sesudah memainkan congklak, dengan nilai signifikansi 0,001 karena p value ≤ α (0,05). Dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif diterima, yang berarti terdapat perbedaan signifikan dalam perkembangan kemampuan problem solving antara kelompok intervensi dan kontrol. Dengan demikian, permainan congklak memiliki potensi sebagai permainan tradisional yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak-anak usia 5-6 tahun.
Efektivitas Eksperimen Sains dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun Fatima Devi Rakhmasari; Ruqoyyah Fitri; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1845

Abstract

Kemampuan berpikir kritis penting untuk membentuk karakter anak yang bertanggung jawab, tidak mudah menyerah, teliti, serta mampu mengamati, menganalisis, dan mengevaluasi informasi. Namun, tidak semua anak memiliki kemampuan berpikir kritis yang berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan eksperimen sains. Indikator yang digunakan meliputi mengobservasi, merumuskan masalah, menganalisis, dan mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 20 anak kelompok B usia 5-6 tahun (12 perempuan dan 8 laki-laki). Sumber data berasal dari guru dan anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data diuji menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif (statistik deskriptif persentase ketuntasan) dan kualitatif (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis anak. Pada pratindakan, ketuntasan hanya mencapai 25%. Setelah siklus I meningkat menjadi 40%, dan pada siklus II mencapai 75%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan eksperimen sains efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5-6 tahun.