Andi Kristanto
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penggunaan Permainan Unplugged Coding dalam Ketrampilan Komputasional Anak Usia Dini: Tinjauan Literatur Sistematis Erna Maydiawati; Ruqoyyah Fitri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Andi Kristanto; Nurul Istiqfaroh; Mohammad Syahidul Haq
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1819

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan permainan unplugged coding sebagai media pembelajaran berpikir komputasional pada anak usia dini. Studi ini juga menilai efektivitas dan tantangan penggunaan metode ini berdasarkan kajian literatur sistematis. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan teknik PRISMA, sebanyak 15 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2024-2025 dianalisis secara komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan unplugged coding efektif meningkatkan keterampilan berpikir komputasional melalui aktivitas bermain yang interaktif, mengedepankan pengembangan komponen dekomposisi, pengenalan pola, algoritma, dan abstraksi. Metode ini sangat relevan untuk pendidikan anak usia dini dan pendidikan yang terbatas teknologi karena menggunakan media fisik tanpa perangkat digital. Selain itu, metode ini juga berkontribusi pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi sosial anak. Namun, tantangan seperti perbedaan kesiapan kognitif anak, keterbatasan media pembelajaran, serta perlunya pendampingan guru dan keterlibatan orang tua masih perlu diatasi. Studi ini merekomendasikan pengembangan materi ajar yang sesuai karakteristik anak dan peningkatan pelatihan bagi pendidik untuk optimalisasi implementasi permainan unplugged coding dalam pembelajaran berpikir komputasional anak usia dini.
Pengaruh Kegiatan Story telling melalui Media Buku Cerita Pop Up terhadap Kemampuan Literasi dan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Nur Afifah; Kartika Rinakit Adhe; Rachma Hasibuan; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap kemampuan literasi dan berbicara anak usia dini. Penggunaan media pop-up diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar multisensorik yang interaktif dan konkret untuk merangsang keterlibatan aktif anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen melalui desain pretest-posttest dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian mencakup anak-anak usia 5–6 tahun yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen pengumpulan data terdiri dari lembar observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dengan teknik analisis data menggunakan uji statistik parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan bercerita menggunakan buku cerita pop-up terhadap peningkatan literasi dan keterampilan berbicara anak-anak. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor yang jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media visual interaktif dalam kegiatan bercerita dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan secara efektif mengoptimalkan perkembangan bahasa pada anak-anak usia dini.
Fenomenologi Konten Anomali pada Anak Usia Dini dan Dampaknya terhadap Perkembangan Kemampuan Pengendalian Diri Minhatul Ma'budah; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Ruqoyyah Fitri; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1780

Abstract

Perkembangan teknologi dalam lima tahun terakhir telah mengubah cara manusia memperoleh dan mengonsumsi informasi. Salah satu bentuk perkembangan teknologi yang menonjol adalah kecerdasan buatan atau Artificial Intelegent (AI) yang memungkinkan pembuatan konten secara instan melalui perintah teks. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan dampak negatif berupa munculnya fenomena konten anomali, yaitu konten digital yang bersifat menyimpang secara visual maupun naratif, justru digemari oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman anak dalam menonton konten anomali serta menganalisis dampaknya terhadap kemampuan pengendalian diri anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara semi terstruktur dengan orang tua. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mengenal konten anomali melalui teman sebaya dan algoritma. Paparan konten tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan anak dalam mengendalikan diri, seperti mudah marah, sulit mematuhi aturan, serta meniru perilaku dan ekspresi dari tokoh dalam konten. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi aktivitas digital anak dan memberikan pendampingan selama menonton. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi guru dan orang tua dalam memahami dampak tersembunyi konten anomali serta pentingnya literasi digital sejak usia dini.
Efektifitas Permainan Tradisional Sunda Manda Modifikasi untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak Usia Dini Nur Rohmatul Imamah; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Andi Kristanto; Nurul Istiq’faroh; Muhammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1793

Abstract

Perkembangan sosial emosional anak usia dini khususnya rasa percaya diri, merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kepercayaan diri adalah melalui permainan tradisional yang dimodifikasi, seperti permainan Sunda Manda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan tradisional Sunda Manda modifikasi dalam meningkatkan rasa percaya diri anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, di mana peneliti hadir langsung untuk mengamai dan mendokumentasikan perilaku anak selama kegiatan bermain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum permainan diberikan, tingkat kepercayaan diri anak masih rendah, ditandai dengan perilaku pasif, enggan tampil, dan takut mencoba tantangan. Setelah mengikuti permainan Sunda Manda modifikasi, terjadi peningkatan signifikan pada indikator keberanian mencoba, kemampuan mengambil giliran, ekspresi saat bermain, dan kesediaan tampil di depan teman. Anak menjadi lebih antusias, percaya diri, dan mampu mengekspresikan diri secara positif. Kesimpulannya, permainan tradisional Sunda Manda modifikasi efektif sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak usia dini.
Efektivitas Media Loose Parts dalam Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah pada Anak Usia Dini melalui Proyek Sains Kusniyawati Kusniyawati; Mallevi Agustin Ningrum; Sri Setyowati; Andi Kristanto; Nurul Istiq’faroh; Muhammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1799

Abstract

Penelitian ini berawal dari kurangnya kemampuan anak usia dini dalam menyelesaikan masalah, yang disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang tidak bervariasi dan kurang memberikan kesempatan untuk eksplorasi secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi seberapa efektif media loose parts dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak usia dini melalui proyek sains. Metodologi yang dipakai adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest untuk anak berusia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur, lembar penilaian keterampilan pemecahan masalah, dan dokumentasi dari kegiatan proyek sains yang mengacu pada loose parts. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa penerapan media loose parts dalam proyek sains dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan pemecahan masalah anak, terutama dalam hal mengidentifikasi masalah, merancang solusi sederhana, mencoba berbagai opsi, serta menarik kesimpulan dari hasil percobaan. Anak-anak terlihat lebih aktif, kreatif, dan mampu berkolaborasi selama proses belajar. Hasil ini menegaskan bahwa media loose parts efektif sebagai alat pembelajaran yang mendukung pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada anak-anak usia dini melalui pendekatan proyek sains.
Implementasai Pembelajaran Sains Berbasis Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Ikhwan Kurniawan; Ruqoyyah Fitri; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Mohammad Syahidul Haq; Nurul Istiq'faroh; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1801

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan aspek penting bagi anak usia dini dalam mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan kemandirian berpikir, terutama melalui pembelajaran sains yang melibatkan pengalaman belajar aktif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning pada pembelajaran sains serta menilai kemampuan berpikir kritis anak. Subjek penelitian terdiri dari 15 anak usia 5–6 tahun pada salah satu lembaga PAUD di Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling untuk menggambarkan perkembangan kemampuan berpikir kritis selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak bervariasi, namun rata-rata indikator berada pada kategori berkembang sesuai harapan, dengan persentase tinggi pada kemampuan mengidentifikasi masalah 80%, menyampaikan pendapat 86%, dan mengevaluasi kegiatan 73%. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan memperkuat bukti bahwa pembelajaran sains berbasis deep learning efektif dalam meningkatkan keterlibatan aktif anak serta dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mendukung kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini.
Pemanfaatan Media Digital dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di Abad 21 Inayatul Aini; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini, khususnya mereka yang berusia 4-5 tahun di TK Muslimat Rejoslamet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana media digital dalam pembelajaran dapat merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis para anak, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menarik kesimpulan yang logis, dan mengevaluasi data dengan lebih baik. mereka juga menunjukkan minat dan motivasi yang tinggi terhadap aktivitas pembelajaran yang melibatkan media digital tersebut. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky yang menekankan pentingnya dukungan dari alat dan lingkungan untuk memperluas zona perkembangan proksimal anak. Penelitian ini merekomendasikan agar media digital diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD dengan penyediaan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan penggunaan media digital serta menggabungkannya dengan metode konvensional untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini sangat berarti untuk mendukung pengembangan generasi abad 21.
Efektivitas Penggunaan Media Wayang Monopoli dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Eny Damayanti; Wulan Patria Saroinsong; Kartika Rinakit Adhe; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Muhammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1808

Abstract

Anak yang terbiasa berpikir kritis cenderung mampu mengajukan pertanyaan, menalar, dan mengevaluasi situasi secara lebih mandiri. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media Wayang Monopoli dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia 5–6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe pretest–posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 30 anak yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang memperoleh pembelajaran menggunakan media Wayang Monopoli dan kelompok kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen kemampuan berpikir kritis disusun berdasarkan indikator kemampuan mengajukan pertanyaan, memberikan alasan, menawarkan alternatif solusi, dan menarik kesimpulan sederhana. Hasil analisis data menggunakan uji-t menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t(28) = 4.21, p < 0.05). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih tinggi (gain score 23.4%) dibandingkan kelompok kontrol (8.1%). Temuan ini menunjukkan bahwa media Wayang Monopoli mampu menciptakan pembelajaran yang interaktif dan kontekstual sehingga merangsang proses berpikir tingkat tinggi pada anak. Dengan demikian, media Wayang Monopoli efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran inovatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini.
Pendekatan Unplugged Coding dalam Meningkatkan Bahasa Reseptif Anak Usia 4–5 Tahun Sri Nuryati; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Ruqoyyah Fitri; Nurul Istiq'faroh; Muhammad Syahidul Haq; Andi Kristanto
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan unplugged coding terhadap peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak usia 4–5 tahun di TK Yapita Keputih, Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 16 anak usia 4–5 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kemampuan bahasa reseptif diukur melalui instrumen observasi yang terdiri atas tiga indikator, dengan rentang skor 1–4 pada setiap indikator. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan post-test tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata bahasa reseptif dari pretest ke posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = –3,564 dengan p < 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kemampuan bahasa reseptif anak sebelum dan sesudah penerapan pendekatan unplugged coding. Temuan ini mengindikasikan bahwa unplugged coding efektif dalam meningkatkan kemampuan anak dalam memahami instruksi verbal, simbol arah, dan urutan perintah melalui pembelajaran berbasis aktivitas konkret. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa pendekatan unplugged coding dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran alternatif untuk mendukung perkembangan bahasa reseptif anak usia dini di lingkungan pendidikan formal.
Pengaruh Kegiatan Finger Painting terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Kreatif Arum Sulistyoningtyas; Yes Matheos Lasarus Malaikosa; Sri Setyowati; Andi Kristanto; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan finger painting terhadap kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. Latar belakang penelitian didasarkan pada masih ditemukannya keterbatasan koordinasi jari dan tangan anak dalam kegiatan pembelajaran di pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian melibatkan 30 anak usia 5–6 tahun yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing berjumlah 15 anak, yang dilaksanakan di TK Dharma Wanita Maron. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa kegiatan finger painting, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran rutin. Data dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar penilaian kemampuan motorik halus dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian, kegiatan finger painting terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun dan direkomendasikan sebagai salah satu metode pembelajaran di pendidikan anak usia dini.