Inayatul Aini
Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Media Digital dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini di Abad 21 Inayatul Aini; Kartika Rinakit Adhe; Mallevi Agustin Ningrum; Nurul Istiq'faroh; Mohammad Syahidul Haq; Andi Kristanto; Ruqoyyah Fitri
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media digital dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini, khususnya mereka yang berusia 4-5 tahun di TK Muslimat Rejoslamet. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana media digital dalam pembelajaran dapat merangsang kemampuan berpikir kritis anak-anak. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis para anak, yang terlihat dari kemampuan mereka dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, menarik kesimpulan yang logis, dan mengevaluasi data dengan lebih baik. mereka juga menunjukkan minat dan motivasi yang tinggi terhadap aktivitas pembelajaran yang melibatkan media digital tersebut. Hasil ini sejalan dengan teori konstruktivisme sosial dari Vygotsky yang menekankan pentingnya dukungan dari alat dan lingkungan untuk memperluas zona perkembangan proksimal anak. Penelitian ini merekomendasikan agar media digital diintegrasikan ke dalam kurikulum PAUD dengan penyediaan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan penggunaan media digital serta menggabungkannya dengan metode konvensional untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini sangat berarti untuk mendukung pengembangan generasi abad 21.