Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Pelatihan Pivot Tabel untuk Analisis Worksheet Data bagi Pelajar MAN 21 Jakarta Diana, Nova Eka; Kurnianingsih, Indah; Wardiyono, Wardiyono
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.691 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17818

Abstract

Kurikulum 2013 (K-13) berdasarkan Permendikbud No. 103 Tahun 2014 mendorong untuk pembentukan perilaku saintifik, sosial dan rasa keingintahuan melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), projek (project based learning), dan penemuan (discovery/inquiry learning). Untuk mencapai luaran pembelajaran (KKM) pada K-13, siswa dituntut untuk banyak melakukan analisis terhadap masalah yang diberikan dalam PBL. MAN 21 Jakarta Utara telah menerapkan K-13 sejak tahun 2016. Akan tetapi, keterbatasan pendampingan dan kebingungan guru dalam penerapan K-13, serta lemahnya pengguasaan teknologi informasi oleh guru menyebabkan tidak maksimalnya pencapaian KKM. Tim pengusul P2M ini bersama dengan mitra MAN 21 Jakarta memutuskan untuk mengadakan pelatihan pivot tabel menggunakan Microsoft Excel untuk membantu siswa mengolah dan menganalisis data pada penyelesaian studi kasus pada metode PBL. Pelatihan terhadap 30 siswa MAN 21 telah dilaksanakan dan dievaluasi keberhasilannya berdasarkan tiga indikator: peningkatan kemampuan peserta, kemampuan dan ketanggapan instruktur, serta konten pelatihan yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan telah berhasil meningkatkan kemampuan penggunaan fitur analisis secara signifikan yang berbanding lurus dengan tingkat keseriusan peserta selama mengikuti pelatihan. Selain itu, instruktur juga dapat menyusun dan menyampaiakan materi pelatihan secara terstruktur, jelas dan tanggap dalam mengatasi kesulitan peserta selama pelatihan.
Program Literasi Perpustakaan Desa Ciseeng Berbasis Inklusi Sosial Di Masa Pandemi Kurnianingsih, Indah; Wardiyono, Wardiyono; Rosini, Rosini; Kangko, Danang Dwijo
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.22495

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan sebuah perpustakaan adalah dari tingkat keterpakaian dan kebermafaatan bagi penggunanya. Perpustakaan Desa Ciseeng merupakan salah satu program PkM yang bertujuan sebagai pusat sumber informasi dan pengetahuan bagi warga desa dalam meningkatkan harkat dan martabat hidupnya dari berbagai sisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, Adanya pandemik  Covid-19 sangat berdampak pada bebagai sendi kehidupan. Salah satunya  di sektor pendidikan. Proses belajar mengajar secara tatap muka telah digantikan secara daring. Sehingga keberadaan perpustakaan desa menjadi  salah satu solusi pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat desa Ciseeng..Upaya lain untuk merevitalisasi  perpustakaan desa Ciseeng adalah melalui pelatihan literasi digital bagi para Ibu-Ibu PKK  yang sangat diperlukan. Apalagi di masa pandemik keterampilan literasi digital menjadi keterampilan hidup yangs angat penting bagi setiap orang. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan bagi para Ibu-Ibu PKK dalam mengidentifikasi sumber-sumber informasi elektronik apa saja yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, strategi penelusuran sumber-sumber informasi digital serta penerapan dalam mengakses sumber-sumber informasi elektronik, serta peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi informasi. Kata kunci : literasi, digital, Cieeng, perpustakaan desa,
Evaluasi Pelatihan Pivot Tabel untuk Analisis Worksheet Data bagi Pelajar MAN 21 Jakarta Diana, Nova Eka; Kurnianingsih, Indah; Wardiyono, Wardiyono
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.691 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v8i2.17818

Abstract

Kurikulum 2013 (K-13) berdasarkan Permendikbud No. 103 Tahun 2014 mendorong untuk pembentukan perilaku saintifik, sosial dan rasa keingintahuan melalui penerapan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning), projek (project based learning), dan penemuan (discovery/inquiry learning). Untuk mencapai luaran pembelajaran (KKM) pada K-13, siswa dituntut untuk banyak melakukan analisis terhadap masalah yang diberikan dalam PBL. MAN 21 Jakarta Utara telah menerapkan K-13 sejak tahun 2016. Akan tetapi, keterbatasan pendampingan dan kebingungan guru dalam penerapan K-13, serta lemahnya pengguasaan teknologi informasi oleh guru menyebabkan tidak maksimalnya pencapaian KKM. Tim pengusul P2M ini bersama dengan mitra MAN 21 Jakarta memutuskan untuk mengadakan pelatihan pivot tabel menggunakan Microsoft Excel untuk membantu siswa mengolah dan menganalisis data pada penyelesaian studi kasus pada metode PBL. Pelatihan terhadap 30 siswa MAN 21 telah dilaksanakan dan dievaluasi keberhasilannya berdasarkan tiga indikator: peningkatan kemampuan peserta, kemampuan dan ketanggapan instruktur, serta konten pelatihan yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan telah berhasil meningkatkan kemampuan penggunaan fitur analisis secara signifikan yang berbanding lurus dengan tingkat keseriusan peserta selama mengikuti pelatihan. Selain itu, instruktur juga dapat menyusun dan menyampaiakan materi pelatihan secara terstruktur, jelas dan tanggap dalam mengatasi kesulitan peserta selama pelatihan.
Program Literasi Perpustakaan Desa Ciseeng Berbasis Inklusi Sosial Di Masa Pandemi Kurnianingsih, Indah; Wardiyono, Wardiyono; Rosini, Rosini; Kangko, Danang Dwijo
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.696 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i2.22495

Abstract

Salah satu indikator keberhasilan sebuah perpustakaan adalah dari tingkat keterpakaian dan kebermafaatan bagi penggunanya. Perpustakaan Desa Ciseeng merupakan salah satu program PkM yang bertujuan sebagai pusat sumber informasi dan pengetahuan bagi warga desa dalam meningkatkan harkat dan martabat hidupnya dari berbagai sisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, Adanya pandemik  Covid-19 sangat berdampak pada bebagai sendi kehidupan. Salah satunya  di sektor pendidikan. Proses belajar mengajar secara tatap muka telah digantikan secara daring. Sehingga keberadaan perpustakaan desa menjadi  salah satu solusi pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat desa Ciseeng..Upaya lain untuk merevitalisasi  perpustakaan desa Ciseeng adalah melalui pelatihan literasi digital bagi para Ibu-Ibu PKK  yang sangat diperlukan. Apalagi di masa pandemik keterampilan literasi digital menjadi keterampilan hidup yangs angat penting bagi setiap orang. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan bagi para Ibu-Ibu PKK dalam mengidentifikasi sumber-sumber informasi elektronik apa saja yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran, strategi penelusuran sumber-sumber informasi digital serta penerapan dalam mengakses sumber-sumber informasi elektronik, serta peningkatan kemampuan dalam mengevaluasi informasi. Kata kunci : literasi, digital, Cieeng, perpustakaan desa,
PKM Smart Village Melalui Pengelolaan Perpustakaan Desa Rintisan Berbasis Teknologi Informasi Di Desa Bantarsari Bogor Kurnianingsih, Indah; Yugaswara, Heri; Suhaeri, Suhaeri; Wardiyono, Wardiyono; Rosini, Rosini
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v4i1.13981

Abstract

The establishment of the Bantarsari village library is one of the objectives of the Community Partnership Program entitled PKM, an Information Technology-Based Enterprise Crystal GuavaVillage in Bantarsari Village, Rancabungur, Bogor, West Java. The purpose of establishing a village library is to improve the quality of human resources by providing printed and electronic information sources that are managed by the library by utilizing information technology. The method of implementing community service activities involves three stages: preparation, implementation, and evaluation that supports the Smart village concept. In the preparation phase which includes an analysis of the needs of the village library and procurement of collections following the information needs of the Bantarsari village community. Furthermore, at the implementation stage in the form of training on the management and utilization of information technology-based village libraries for village officials and some community members. At the evaluation stage, the service activity is in the form of monitoring community service activities and evaluating indicators of the achievement of activities. The results of the community service activities besides the availability of a physical library that provides sources of information according to the needs of the villagers are also available a school library management application based on the SchILS (School Integrated Library System) in which there is already a collection of electronic school books from the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia from elementary school level, middle, and high school. The system can be accessed free of charge by all Bantarsari villagers through mobile or computer media using the village intranet network.
Revitalisasi Perpustakaan SMK Bina Pangudi Luhur Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Kangko, Danang Dwijo; Pranajaya, Pranajaya; Wardiyono, Wardiyono
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v5i1.15041

Abstract

The use of information and communication technology (ICT) in libraries is mandated by Law No. 43 of 2007 on Libraries. Unfortunately, many school libraries find it difficult to carry out this mandate. The SMK Bina Pangudi Luhur Library is one of them. Revitalizing the SMK Bina Pangudi Luhur Library aims to provide information access and library services based on information and communication technology (ICT). This community service activity method is carried out in three stages, preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage was carried out by analyzing the needs of the SMK Bina Pangudi Luhur Library. The implementation stage includes installing computer hardware and software, online and offline training, and data entry for the collection of the SMK Bina Pangudi Luhur Library. The evaluation phase includes evaluation and mentoring activities. The result of this community service activity is the availability of an automated library management system based on the School Integrated Library System and Barcode System. This activity has also succeeded in adding to the availability of digital information sources in electronic school books and electronic folklore books that can be accessed through devices at the SMK Bina Pangudi Luhur Library. Teachers and employees also gained new knowledge about library management based on the School Integrated Library System and Barcode System. It can be a provision for running library operations by utilizing information and communication technology (ICT).