Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

TINJAUAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERTANIAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KOTA BATU Agung Witjaksono; Ardi Maksimilianus Gai; Titik Poerwati
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 7 No. 1 (2022): BIOMA
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bioma.v7i1.18703

Abstract

Kota Batu merupakan wilayah yang mempunyai banyak potensi untuk pengembangan pariwisata, pertanian, perkebunan, permukiman, jasa dan industri. Wilayah Kota Batu merupakan kawasan yang mempunyai peran sebagai kawasan konservasi dan kawasan fungsi lindung. Pembangunan Kota Batu akan mempengaruhi berkurangnya lahan pertanian. Pada aspek yang lain perlindungan terhadap lahan pertanian perlu dipertahankan. Penelitian akan mengkaji aspek pendukung pengembangan di sektor pertanian di Kota Batu, baik dari aspek fisik, aspek sosial dan aspek kebijakan. Karena adanya fenomena terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode diskriptif dan menggunakan metode analisis super-impuse. Penelitian menggunakan data sekunder dan hasil observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan di sektor pertanian dalam kebijakan dan strategi RTRW, RENSTRA Kota Batu maupun kebijakan sektoral mendapat prioritas cukup besar. Hasil penelitian juga menunjukkan masih terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Selain itu terjadi perubahan lahan hutan menjadi lahan perkebunan, pariwisata dan lahan pertanian, yang akan memberikan dampak kerusakan lingkungan apabila alih fungsi tidak dikendalikan.
PENATAAN KAWASAN SUMBER JENON, DESA GUNUNGRONGGO KECAMATAN TAJINAN, KABUPATEN MALANG Mohammad Reza; Agung Witjaksono; Fardiah Qonita Ummi Naila; Joana Angelia Putri Agustinus Teweng; I Gede Krisna Borneo Putra Pratama; Mierta Ramadea; Iqbal Rahmadi; Randy Elfranda Natanael
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 2 (2020): Ruang Tematik
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v2i2.831

Abstract

The area of Jenon Water Source has been determined as tourism development area. This research is aimed to arrange the spatial development brief of Jenon Water Source. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research result show that regional arranfement is needed. Where in the area arrangement in Sumber Jenon carried out in this project has a positive effect in Gunungronggo Village, which can improve the economy of the Gunungronggo Village community and improve the quality of Human Resources in Gunungronggo Village by adding a central souvenir in Sumber Jenon.
Prediksi spasial kawasan pertanian berkelanjutan di Provinsi Jawa Timur Gatot Subroto; Agung Witjaksono
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v17i2.50966

Abstract

Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) merupakan salah satu amanat untuk perlindungan pertanian pangan berkelanjutan berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009. Namun, masih belum ditemukan model pengembangan KP2B dalam implementasinya. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah cenderung hanya dapat menentukan luas KP2B dalam bentuk tabular. Padahal, diperlukan persebaran KP2B secara spasial untuk kebutuhan perencanaan tata ruang wilayah untuk menjamin akurasi pengendalian. Ketidakjelasan persebaran KP2B secara spasialmenjadi salah satu permasalahan dalam rencana peruntukan pemanfaatan ruangyang mengarah pada semakin sulitnya pengendalianperubahan peruntukan sawah ke bukan sawah. Sehingga, diperlukan model persebaran KP2B sebagai cara dalam pengendalian alih fungsi peruntukan sawah abadi untuk mewujudkan kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan prediksi KP2B Jawa Timur melalui metode cellular automata. Tujuan tersebut dapat dicapai melalui tiga tahapan: (1) Menentukan sawah potensial untuk KP2B Jawa Timur; (2) Menghitung luas minimal sawah produktif Jawa Timur; dan (3) Membangun model spasial KP2B Jawa Timur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lahan potensial untuk pengembangan KP2B adalah sebesar 852.892,82 ha. Dengankebutuhan pangan minimum sebesar 4.983.888,5 ton, maka kebutuhan sawah minimum adalah seluas 767.617,01 ha. Model KP2B dibangun melalui metode cellular automata dan telah dilakukan validasi dengan tingkat akurasi sebesar 87%.
RE-DEVELOPMENT OF TOURISM AREA IN SUMBER JENON SPRING WATER TAJINAN SUB DISTRICT, MALANG REGENCY Reza, Mohammad; Witjaksono, Agung
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 1 No. 2 (2020): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, November 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v1i2.3022

Abstract

The area of Jenon Spring Water has been determined as tourism development area in Malang Regency. Public facilities and services are a variety of physical buildings and structured programs that play a role in improving the comfort of a residential environment. Public and social services and facilities are very important in the life of city residents. This research is aimed to arrange the spatial development brief of Jenon Spring Water. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research result show that regional arrangement is needed. Where in the area arrangement in Sumber Jenon carried out in this project has a positive effect in Gunungronggo Village, which can improve the economy of the Gunungronggo Village community and improve the quality of Human Resources in Gunungronggo Village by adding a souvenir store and other facilities in Sumber Jenon.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN SUKU BAJO DI DESA JAYA BAKTI KECAMATAN PAGIMANA KABUPATEN BANGGAI SULAWESI TENGAH Fikrah, Mahdiatul; Witjaksono, Agung; Sasongko, Ibnu; Imaduddina, Annisaa Hamidah
JURNAL RUANG / ISSN : 2085-6962 Vol 16 No 1 (2022): JURNAL RUANG
Publisher : Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 94118 e-mail :Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Tadulako Kampus Bumi Tadulako Tondo Jl. Sukarno-Hatta Km.9, Palu 941

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ruang.v16i1 Maret.45

Abstract

Pemanfaatan ruang dalam tata spasial hunian yang berkembang berupa sistem spasial hunian dan aspek-aspek yang melandasi pembentukan dan pemanfaatan spasial hunian Suku Bajo di desa Jaya Bakti kecamatan Pagimana, sebagai upaya untuk memahami kondisi awal hingga terbentuknya permukiman kampung saat ini. Aspek pembentukan spasial didalamnya mengandung substansi gagasan perencanaan dari fungsi, bentuk asli, variasi bentuk dan perkembangannya. Kondisi spasial hunian Suku Bajo di Jaya Bakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dilihat dari karakteristik permukiman masyarakat sebagai kampung awal peradaban suku bajo di wilayah tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut (a) Ideantifikasi Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan Fisik Permukiman Suku Bajo (b) Identifikasi perubahan Fisik permukiman suku bajo. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Metode kualitatif, dimana peneliti ini akan, menganalisis perubahan permukiman suku bajo serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan permukiman. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan non fisik permukiman Suku Bajo ini ialah populasi penduduk, faktor ekonomi sosial dan budaya. Sedangkan perubahan fisik terjadinya perubahan khsusnya konstruksi bangunan, jalan air bersih dan infrastruktur lainnya
Kepuasan Pengguna Terhadap Fasilitas Stasiun Malang Kota Baru (Sisi Timur) Df, Maftuh Zamroni; Witjaksono, Agung; Subagyo, Widiyanto Hari
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i1.2333

Abstract

Pertumbuhan dan pengembangan infrastruktur transportasi menjadi aspek vital dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi dan mendukung mobilitas penduduk, khususnya layanan kereta api. Stasiun Malang Kota Baru merupakan bagian dari layanan transportasi kereta api sehingga fasilitas-fasilitas dari stasiun tersebut diharapkan dapat berfungsi secara optimal dan memberikan kepuasan bagi pengguna layanan stasiun. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap fasilitas yang disediakan di Stasiun Malang Kota Baru (sisi timur) dan mengetahui indikator yang menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas fasilitas stasiun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner sebagai instrumen utama. Sampel penelitian diambil secara acak dari pengguna harian stasiun sebanyak 115 responden, dan data dikumpulkan melalui survei langsung. Parameter penelitian mencakup dua puluh variabel amatan yang meliputi beberapa fasilitas stasiun, di antaranya fasilitas keselamatan, fasilitas kesehatan, petugas keamanan, intensitas cahaya, ketersediaan peron, CCTV, loket / vending machine, kanopi / atap peron, kebersihan, musala, kursi duduk penumpang, tempat sampah, toilet dan air bersih, jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api, fasilitas bagi penyandang disabilitas, ruang khusus ibu menyusui, drop point, fasilitas parkir, lift & eskalator, dan pengumuman melalui pengeras suara / speaker. Data dianalisis dengan importance-performance analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai kepuasan pelanggan terhadap fasilitas stasiun adalah sebesar 3,7 dari rentang nilai 1-5. Analisis IPA menunjukkan bahwa variabel fasilitas kesehatan, peron, musala, kursi duduk penumpang, tempat sampah, toilet dan air bersih, dan fasilitas bagi penyandang disabilitas merupakan fasilitas dengan prioritas penanganan dan pengembangan sehingga diperlukan strategi peningkatan performa dan kepuasan pelanggan.
DINAMIC MODELING OF SOCIO – ECONOMIC ACTIVITY CHANGES AROUND THE PANDAAN – MALANG TOLLL GATE USING NIGHT TIME LIGHT AND ANALYSIS MACHINE LEARNING Parmanes, Ester; Hidayati, Agustina Nurul; Witjaksono, Agung; Afrianto, Firman
Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Sistem Informasi dan Aplikasi
Publisher : Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jtsi.v8i2.54049

Abstract

The study of the Pandaan–Malang Toll Road development is relevant for understanding the impact of infrastructure on socio-economic changes based on spatial data. To date, quantitative approaches that combine satellite imagery data with artificial intelligence algorithms have rarely been used comprehensively to assess regional dynamics. This study develops a machine learning-based prediction model to examine the relationship between infrastructure development and the intensity of community activities. The primary data analyzed is Night-Time Light (NTL) from satellite observations, which is treated as an indicator of the level of economic and social activity on the earth's surface. The research stages include the process of extracting and transforming spatial data, temporal analysis of night light intensity from 2013 to 2023, and the application of the Random Forest algorithm to predict trends until 2040. The findings indicate that areas adjacent to the toll gate show a consistent increase in night light intensity, reflecting faster growth in economic activity and population density compared to other areas. The developed prediction model demonstrates high performance with a low mean squared error (MSE) value. The integration of NTL data and the machine learning approach has proven to be able to describe spatial dynamics more objectively and precisely. Scientifically, this study introduces a replicable analytical framework to support evidence-based decision-making in infrastructure planning and sustainable regional development.
A Multidimensional Assessment of Poverty: The Roles of Tourism-Driven GDP Expansion, Hospitality Infrastructure Growth, Tourism Labor Absorption, Human Capital Accumulation, and Core Infrastructure Provision Gai, Ardiyanto Maksimilianus; Poerwati, Titik; Witjaksono, Agung; Soewarni, Ida
Journal La Sociale Vol. 7 No. 1 (2026): Journal La Sociale
Publisher : Borong Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journal-la-sociale.v7i1.2822

Abstract

Labuan Bajo in West Manggarai has experienced rapid transformation as one of Indonesia’s Super Priority Tourism Destinations. Despite expanding tourism activities, poverty reduction has not occurred proportionally among local communities, raising concerns about the relationship between tourism growth and structural socioeconomic factors. This study examines whether tourism-driven GDP expansion, hospitality infrastructure growth, tourism labor absorption, educational attainment, and core infrastructure provision significantly influence poverty reduction. Using a quantitative correlational design, the research analyzes secondary time-series data from 2010 to 2024. Poverty rate serves as the dependent variable, while independent variables include tourism GDP, number of hotels, tourism employment, average years of schooling, and road infrastructure quality. Data were tested through classical assumption diagnostics and multiple linear regression. Results show that tourism GDP, tourism employment, and road infrastructure quality have significant negative effects on poverty, indicating that income generation, job absorption, and connectivity reduce poverty levels. However, hotel growth and schooling years are not statistically significant. The model demonstrates strong explanatory power, emphasizing the importance of inclusive labor participation and infrastructure access in tourism-led development.