ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum requires learning practices that accommodate students' needs while producing academic outcomes that can be evaluated systematically. This study aimed to analyze students' academic achievement following the implementation of the Merdeka Curriculum using the Kirkpatrick Evaluation Model at the Result level. The study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design involving 19 ninth-grade students as research participants through a total sampling technique. Quantitative data were obtained from the Academic Competency Test (TKA) scores in Indonesian Language and Mathematics as well as the Final Stage Summative Assessment (SAJ) scores in Science, while qualitative data were collected through semi-open written interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, whereas qualitative data were analyzed thematically to strengthen the interpretation of the quantitative findings. The results showed that the mean scores were 54.44 for Indonesian Language, 36.41 for Mathematics, and 49.98 for Science. The Indonesian Language and Mathematics scores remained below the national TKA averages for 2026. Nevertheless, students' learning experiences tended to be positive; 94.7% of students reported that learning was easier to understand, and 94.7% stated that teachers provided feedback. Academic achievement was also associated with learning readiness, clear learning targets, test anxiety, and difficulties in solving complex problems. The findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has fostered positive learning experiences, although academic achievement as a result has not exceeded the national average. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan murid sekaligus menghasilkan capaian akademik yang dapat dievaluasi secara nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis capaian akademik murid setelah implementasi Kurikulum Merdeka melalui Model Evaluasi Kirkpatrick Level Result. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain sequential explanatory yang melibatkan 19 murid kelas IX sebagai subjek penelitian dengan teknik total sampling. Data kuantitatif bersumber dari nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia dan Matematika serta Sumatif Akhir Jenjang (SAJ) IPA, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara tertulis semi terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik untuk memperkuat pemaknaan terhadap temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai Bahasa Indonesia sebesar 54,44, Matematika 36,41, dan IPA 49,98. Capaian Bahasa Indonesia dan Matematika masih berada di bawah rata-rata nasional TKA tahun 2026. Meskipun demikian, pengalaman belajar murid cenderung positif; 94,7% murid menyatakan pembelajaran lebih mudah dipahami dan 94,7% menyatakan guru memberikan umpan balik. Capaian akademik juga berkaitan dengan kesiapan belajar, kejelasan target belajar, kecemasan menghadapi ujian, serta kesulitan menyelesaikan soal kompleks. Temuan menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah menghasilkan pengalaman belajar positif, tetapi capaian akademik sebagai result belum melampaui rata-rata nasional.