Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Protest voting in 2024 single candidate local elections: Empty box votes, abstention, and electoral legitimacy Imam Syahid; Muhammad Reza Fahlevy; Widya Astuti; Merina Afrilia
JURNAL ILMU SOSIAL Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jis.25.1.2026.59-74

Abstract

The increasing number of single candidate regional head elections in Indonesia's 2024 local elections raises questions about how electoral legitimacy should be understood under conditions of restricted competition. Although such contests are formally decided through the victory of the sole candidate pair or the empty box, this study shows that their political meaning cannot be explained through the result alone. This study uses descriptive qualitative analysis of secondary electoral data from 37 regions that held single candidate local elections in 2024, supported by official election documents, regulations, and academic sources. The analysis was carried out through classification, comparison, and interpretative reading, drawing on the concept of protest voting and Beetham's theoretical framework of electoral legitimacy. The results show four broad patterns of voter response: dominant single candidate victories, significant empty box support, high abstention, and empty box victories. In 20 out of 37 regions, the combined number of empty box votes and abstention exceeded the votes obtained by the sole candidate pair, while Bangka Regency and Pangkalpinang City recorded empty box victories. This study shows that single candidate elections are better understood as arenas in which legitimacy is politically negotiated through the expressed consent reflected in support, rejection, and abstention.
CAP JEMPOL: Inovasi Pelayanan Publik Untuk Lansia di Desa Suka Damai Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Yunita Yunita; Niken Nurmiyati; Iman Surya; Merina Afrilia; Imam Syahid
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1775

Abstract

Program CAP JEMPOL merupakan inovasi pelayanan publik yang diinisiasi oleh Puskesmas Badak Baru sebagai bentuk pelayanan jemput bola bagi lansia yang mengalami keterbatasan akses menuju posyandu akibat kondisi geografis, keterbatasan fisik, dan minimnya sarana transportasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pihak puskesmas, pemerintah desa, kader posyandu, ketua RT, keluarga lansia, dan lansia penerima layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program CAP JEMPOL telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan asas pelayanan publik dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, khususnya pada aspek fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, partisipatif, persamaan perlakuan, akuntabilitas, ketepatan waktu, serta kecepatan, kemudahan, dan keterjangkauan pelayanan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu dan mempermudah akses layanan kesehatan secara rutin. Faktor pendukung program meliputi dukungan pemerintah desa, keterlibatan kader posyandu, kerja sama lintas sektor, serta partisipasi masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana transportasi, kondisi geografis desa, cuaca, serta keterbatasan sumber daya manusia kader. Dengan demikian, CAP JEMPOL menjadi inovasi pelayanan publik berbasis masyarakat yang mampu meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi lansia sebagai kelompok rentan sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan.