Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RECEPTIVE LANGUAGE OF AUTISM-DEAF STUDENT Hilma Rahmatillah; Hartini Nara; Trisna Mulyeni
Perspektif Ilmu Pendidikan Vol 35 No 2 (2021): Perspektif Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/PIP.352.3

Abstract

This study aims to determine the receptive language shown by autism-deaf students. The subject in this study was an autism-deaf student at SLB Kembar Karya Pembangunan II. The research method used in this research is a case study with a qualitative research approach. The data was collected by observing, interviewing and documenting further data analysis in the field using the Miles and Huberman model. The results showed that the autistic-deaf students showed several receptive languages ​​that they had. The results shown are being able to match pictures, knowing nouns, being able to group colors and being able to follow instructions. These results indicate that autism-deaf students have receptive language and can develop language skills such as receptive and expressive language. Therefore, parents and teachers need to know the needs and abilities of autism-deaf students so that they can design appropriate activities and provide appropriate teaching and activities so that autistic-deaf students can develop receptive language skills.
Pengembangan Teknologi Digital Cerita Sains Terintegrasi Kearifan lokal untuk Anak Usia Dini Delfi Eliza; Trisna Mulyeni; Khairi Budayawan; Sri Hartati; Fisna Khairiah; Ayu Intan Permana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.3640

Abstract

Pembelajaran sains belum terlaksana dengan optimal di TK. Salah satu penyebabnya adalah belum tersedianya media pembelajaran yang dapat memfasilitasi anak untuk belajar sains. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data hasil analisis kebutuhan yang merupakan acuan untuk mengembangkan media pembelajaran sains yaitu cerita sains bergambar terintegrasi kearifan lokal berbasis teknologi untuk anak usia dini.   Penelitian ini merupakan preliminary research yang merupakan bagian dari penelitian Research and Development model ADDIE, yakni fase analisis.  Penelitian pada fase analisis ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yakni dengan melakukan analisis kebutuhan yang menjadi dasar pengembangan produk berupa cerita sains berbasis budaya lokal.  Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen berupa kurikulum.  Subyek penelitian ini adalah anak TK Al-Huffazh. Dari penelitian ini diperoleh hasil analisis peserta didik, analisis kurikulum, dan anilisis pembelajaran sains.
Evektifitas Metode Inkuiri Terhadap Keterampilan Proses Sains Anak di RA Bakti Ibu Bukitsari Jambi Heni Sintia Nur Wati; Delfi Eliza; Trisna Mulyeni
Jurnal Ilmiah POTENSIA Vol 8 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jip.8.1.49-62

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih rendahnya keterampilan proses sains pada anak di RA Bakti Ibu Bukitsari Jambi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana efektifitas pemakaian metode inkuiri terhadap keterampilan proses sains melalui sifat air. Treatment dilakukan pada dua kelas yang berbeda, tetapi dengan jumlah anak yang sama sebanyak 10 disetiap kelas baik B1 atau B2. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen pernyataan yang berupa indikator-indikator sebanyak 7 butir item, dengan menggunakan tes perbuatan, yang mengembangkan keterampilan proses sains anak yaitu: aspek mengamati (observation), aspek mengelompokkan (classifying), aspek mengukur (measuring), aspek memprediksi (predicting), dan mengkomunikasikan (communicating). Sedangkan dalam proses menganalisis data menggunakan pengujian normalitas, homogenitas dan hipotesis yang dilanjutkan dengan perhitungan effect size. Penelitian dilaksanakan selama 8 kali pertmuan yang diperoleh hasil kegiatan rata-rata pre-test serta post-test kelas eksperimen 12,4  serta 17,3 sedangkan kelas kontrol 10,1 dan 13,0 serta memiliki pengaruh 1,25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode inkuiri terhadap perkembangan keterampilan proses sains anak sangat efektif digunakan di RA Bakti Ibu Bukitsari Jambi
Upaya Menciptakan Sekolah Ramah untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Jatinegara Kaum Jakarta Timur Murni Winarsih; Trisna Mulyeni; Totok Bintoro; Faizatunnisa Faizatunnisa
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 2 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i2.16462

Abstract

Kualitas guru di sekolah inklusif perlu ditingkatkan guna mewujudkan Sekolah Ramah Anak yang salah satu tujuannya adalah untuk memenuhi hak-hak belajar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan kepada guru-guru di Kelurahan Jatinegara Kaum, peneliti menemukan beberapa kompetensi yang perlu guru tingkatkan, yaitu: (1) strategi dan metode membaca permulaan, (2)  bahasa isyarat sebagai komunikasi dengan siswa hambatan pendengaran, dan (3) media pembelajaran adaptif. Oleh karena itu, peneliti menyelenggarakan kegiatan lokakarya dan diskusi ilmiah untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman guru dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari di Kantor Kelurahan Jatinegara Kaum dan dihadiri oleh 50 peserta yang terdiri dari guru-guru PAUD, SD, dan SMP di wilayah sekitar. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah konsep pendidikan inklusif dan keberagaman ABK, strategi membaca permulaan, pembelajaran bagi siswa dengan hambatan pendengaran, dan media pembelajaran adaptif.  Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta dan memiliki potensi keberlanjutan yang tinggi untuk menyelenggarakan kegiatan serupa.
Pengembangan buku panduan model inovasi pembelajaran pengembangan diri siswa dengan hambatan intelektual terintegrasi lingkungan Kasirah, Irah; Mulyeni, Trisna; Wuryani, Wuryani
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v18i2.44959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi buku panduan model inovasi pembelajaran terintegrasi lingkungan dalam pembelajaran pengembangan diri siswa hambatan intelektual. Penelitian ini menggunakan metode Research Development. Lokasi penelitian di Sekolah Luar Biasa/SLB Negeri 2 Jagakarsa Jakarta Selatan. Sasaran penelitian yaitu guru SLB dan peserta didik hambatan intelektual. Panduan terdiri dari dua bab yaitu Pendahuluan dan Perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran terdiri atas tiga bahan ajar yaitu lingkungan sekitar rumahku, kebersihan rumahku, dan keterampilan membuat keset serta evaluasi. Bahan ajar disajikan melalui ilustrasi gambar sesuai dengan materi. Inovasi terletak pada bagian isi yaitu adanya pengintegrasian dengan lingkungan. Berdasarkan hasil validasi ahli, Buku Panduan Perangkat Pembelajaran Terintegrasi Lingkungan dalam Pembelajaran Pengembangan Diri Hambatan intelektual mendapatkan nilai dari ahli hambatan intelektual sebesar 90% dengan kategori sangat layak, ahli desain instruksional sebesar 85% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 90% dengan kategori sangat layak, dan ahli materi pendidikan lingkungan sebesar 83,5% dengan kategori sangat layak. Kesimpulannya bahwa Buku Panduan Perangkat Pembelajaran Terintegrasi Lingkungan dalam Pembelajaran Pengembangan Diri Hambatan intelektual dinyatakan sangat layak untuk digunakan dalam penerapan pembelajaran pengembangan diri hambatan intelektual. Penelitian ini berimplikasi terhadap peningkatan kompetensi guru SLB dalam memberikan pelayanan pendidikan yang dapat memberdayakan peserta didik hambatan intelektual.
The Application of Beads Media to Improve the Dynamic Addition of Mathematics Learning Outcomes of Students with Hearing Impairment Nastiti, Diah; Winarsih, Murni; Mulyeni, Trisna
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 11, No 1 (2024): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v11i12024p%p

Abstract

The aim of the study was to improve the learning outcomes of dynamic addition math using bead media for students with hearing impairments in class VI SLB Negeri 5 Jakarta. The study used an action research method. Data collection uses quantitative data from test results, while qualitative data is collected by observation, interviews and documentation. The subjects in this study were 4 students with hearing impairments. The research was carried out in 2 cycles, in cycle I 75% of students were able to reach / exceed the passing grade and achieve learning objectives while in cycle II 100% of students were able to exceed the KKM value and achieve learning objectives. The results showed that bead media was able to improve students' learning outcomes because it had a role as a bridge of information from teachers to students when planting the concept of dynamic addition material.
Developing the Ability to Add Integer through Live Worksheets among Grade II Pupils with Autism in Mathematics Learning Suprihatin, S.; Yufitriani, Y.; Mulyeni, Trisna
Indonesian Journal of Community and Special Needs Education Vol 4, No 2 (2024): IJCSNE: September, 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijcsne.v4i2.68920

Abstract

This paper presents a study using live worksheets to improve the capability of adding integer numbers in math subjects of pupils with autism. This study was classroom action research conducted in two cycles. The 1st cycle consists of 8 meetings and the 2nd cycle consists of 7 meetings, consisting of planning, action observation, and reflection. The data used is qualitative which is analyzed using thematic analyses and quantitative which is analyzed using simple quantitative data analysis. The result of this research showed that the average student's initial abilities or score was 47.5. After being given intervention in the first cycle the score becomes 62. This improvement occurs in the aspect of understanding the steps for adding integers to a maximum of 10 but has not yet reached the final step so the addition result is not correct. After being given intervention in cycle II, the average score increased to 93. In cycle II, the students were able to calculate the addition of integers correctly to a maximum result of 10 by following the steps provided on the live worksheets. Based on this data, it can be stated that live worksheets can improve the ability to add integer numbers with a maximum result of 10 in the 2nd grade of pupils with autism in this school.
Environmentally Friendly Vocational Skills Learning Model Innovation for Self-Development of Students with Intellectual Disabilities Kasirah, Irah; Trisna Mulyeni; Ningsih, Kholifatul Novita; Manar, Mayasari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppp.v9i1.91265

Abstract

Education for students with intellectual disabilities presents its challenges, especially in meeting their needs for developing life skills. This research aims to create an environmentally friendly vocational skills learning model to increase the self-development of students with intellectual disabilities. This model was designed using the Research and Development (R&D) method involving teachers and students in SLB. This type of research is qualitative. The samples involved in this research were teachers and students at SLB. The data collection methods used were observation and field trials. Data were analyzed using Miles & Huberman's interactive analysis technique, which included data reduction, presentation, and concluding/verification. The research results show that this learning model can effectively increase student independence by making doormats from patchwork, which uses the concept of recycling. The learning process not only grows students' practical abilities, but also teaches the values of caring for the environment. In this research, the environmentally friendly vocational skills learning model developed is feasible and effective for improving the self-development of students with intellectual disabilities. This model was designed considering student characteristics, practice-based learning principles, and an inclusive and sustainable environmental approach. This research has implications for improving the quality of education in special schools by providing innovative environment-based learning alternatives.
Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Stimulasi Perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Structured Enviroment Ningsih, Kholifatul Novita; Mulyeni, Trisna; Kasirah , Irah; Hardiani, Wahyu; Meggy, Hendriano
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kd55q625

Abstract

Anak usia dini merupakan individu dalam rentang usia 0–6 tahun yang sedang berada pada masaemas perkembangan (golden age), yaitu masa kritis dalam pembentukan struktur dan fungsi otak,perkembangan bahasa, emosi, sosial, dan keterampilan motorik (Irvan, 2020; Adatul’aisy, 2023;Magdalena et al, 2025). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpemahaman dan keterampilan kader Posyandu, guru PAUD, dan orang tua dalam memberikan stimulasiperkembangan kepada anak usia dini berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan structured environment.Masalah utama yang diidentifikasi adalah kurangnya pengetahuan dan keterlibatan dalam menciptakanlingkungan yang suportif dan adaptif bagi ABK di lingkungan Posyandu. Metode pelaksanaan terdiri atas tigatahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan inti mencakup pelatihan, penyusunan buku saku danmodul edukatif, serta pendampingan penerapan struktur lingkungan secara sederhana. Hasil dari pre-test danpost-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 48,8% menjadi 86,3%. Selain itu, indikatorpemahaman terhadap structured environment, prinsip lingkungan suportif, dan karakteristik ABK mengalamipeningkatan signifikan. Peserta juga mampu merancang ruang stimulasi sederhana dan memahami pentingnyavisualisasi, rutinitas, dan zona aktivitas dalam mendukung tumbuh kembang anak. Evaluasi akhirmenunjukkan tingkat kepuasan peserta sangat tinggi. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaankomunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung inklusivitas layanan anak usia dini.
Pemberdayaan Guru dalam Meningkatkan Pembelajaran Siswa Tunarungu di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusi Wilayah Kabupaten Pekalongan Winarsih, Murni; Mulyeni, Trisna; Mursita, Rohmah Ageng
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 3 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i3.20859

Abstract

Semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus seperti tunarungu, berhak atas pendidikan. Namun, pendidikan inklusif masih menghadapi banyak tantangan di Indonesia, terutama dalam hal mendorong guru untuk membantu siswa tunarungu belajar dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi upaya guru untuk mendukung siswa tunarungu yang belajar di sekolah inklusif di Kabupaten Pekalongan. Sebanyak 30 guru dari berbagai sekolah disurvei dan diwawancarai secara menyeluruh dalam penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru sangat puas dengan program pemberdayaan yang mencakup pendekatan maternal reflektif, adaptasi kurikulum, dan pelatihan bahasa isyarat. Metode ini terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, meningkatkan kemampuan guru untuk berkomunikasi, dan membantu siswa tunarungu berinteraksi dengan lebih baik. Meskipun demikian, sumber daya yang terbatas dan kebutuhan akan pelatihan terus menerus tetap menjadi masalah besar. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas, serta sumber daya pendidikan visual dan teknologi pendukung yang lebih baik. Hasil ini diharapkan dapat membantu perbaikan sistem pendidikan inklusif di Indonesia, terutama dengan membantu siswa tunarungu berkembang secara akademis dan sosial.