Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan BUMDes Sejahtera Ponokawan melalui Budidaya Hidroponik Berbasis IoT untuk Ketahanan Pangan Desa Amirusholihin Amirusholihin; Achmad Fitro; M. Zul Mazwan; Restu Eri Adinata
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/9824bn95

Abstract

Pertanian hidroponik telah muncul sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat pedesaan. Artikel ini menjelaskan program pemberdayaan masyarakat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera Ponokawan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal melalui pertanian hidroponik berbasis IoT. Program ini mengatasi masalah-masalah utama yang dihadapi masyarakat, termasuk lahan pertanian yang terbatas, kurangnya pengetahuan teknis dalam hidroponik, dan manajemen organisasi yang belum optimal. Metode yang digunakan melibatkan langkah-langkah partisipatif: penyuluhan dan sosialisasi awal, pemasangan sistem hidroponik yang efisien dengan dukungan IoT, pelatihan praktik teknik budidaya hidroponik, pelatihan manajemen sumber daya manusia untuk organisasi pertanian, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Hasil menunjukkan keberhasilan pemasangan sistem hidroponik cerdas yang dikendalikan melalui NodeMCU ESP8266, disertai dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan di antara anggota BUMDes dalam pertanian hidroponik. Peserta masyarakat menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola larutan nutrisi dan kontrol IoT, yang mengarah pada pertumbuhan tanaman yang lebih sehat. Diskusi tersebut menyoroti bahwa hidroponik dapat menghemat hingga 70–90% air dibandingkan dengan pertanian konvensional dan dapat mempercepat siklus tanaman tanpa mengurangi hasil panen. Hasil program pemberdayaan meliputi peningkatan kemampuan teknis tim BUMDes, peningkatan produksi sayuran yang diharapkan, dan penguatan manajemen kelembagaan. Kesimpulannya, inisiatif pengabdian masyarakat ini secara efektif memberdayakan masyarakat pedesaan untuk memanfaatkan teknologi hidroponik untuk produksi pangan berkelanjutan, sejalan dengan tujuan nasional ketahanan pangan pedesaan dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pengaruh E-service quality dan Digital After-Sales service terhadap Repurchase intention melalui Customer satisfaction RedSeller RedDoorz Naufal Zamzami; Fresha Kharisma; Achmad Fitro; Ratih Amelia
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5117

Abstract

The advancement of digital commerce requires e-commerce platforms to continuously improve service quality to maintain customer satisfaction and encourage repurchase intention. This study aims to examine the effects of E-service quality and Digital After-Sales service on Customer satisfaction and Repurchase intention among RedSeller RedDoorz agents. A quantitative approach was employed using the SEM-PLS method (SmartPLS 4) with 162 respondents selected through purposive sampling. The results indicate that E-service quality has a positive and significant effect on both Customer satisfaction and Repurchase intention. In contrast, Digital After-Sales service does not have a significant effect on Customer satisfaction but has a positive and significant effect on Repurchase intention. Customer satisfaction is also found to have a positive and significant effect on Repurchase intention. Furthermore, Customer satisfaction does not mediate the relationship between E-service quality and Repurchase intention, nor the relationship between Digital After-Sales service and Repurchase intention. These findings suggest that customers' repurchase intention toward RedSeller is influenced more directly by digital service quality and after-sales service than through customer satisfaction. Therefore, RedDoorz should continuously enhance its e-service quality and strengthen effective after-sales support to encourage sustainable service usage and customer retention.   Abstrak Kemajuan perdagangan digital mengharuskan platform e-commerce untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna mempertahankan kepuasan pelanggan dan mendorong niat pembelian kembali. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh E-service quality dan Digital After-Sales service terhadap Customer satisfaction serta Repurchase intention pada agen RedSeller RedDoorz. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode SEM-PLS (SmartPLS 4) terhadap 162 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-service quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Customer satisfaction dan Repurchase intention. Sebaliknya, Digital After-Sales service tidak berpengaruh signifikan terhadap Customer satisfaction, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase intention. Customer satisfaction juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase intention. Selain itu, Customer satisfaction tidak mampu memediasi pengaruh E-service quality maupun Digital After-Sales service terhadap Repurchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa niat pembelian kembali pelanggan RedSeller lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh kualitas layanan digital dan layanan purna jual dibandingkan melalui mekanisme kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, RedDoorz perlu terus meningkatkan kualitas e-service dan efektivitas layanan after-sales untuk mendorong penggunaan layanan secara berkelanjutan.  
Penguatan Keuangan Sederhana dan Kontrol Kualitas Pada UMKM Makanan dan Minuman Achmad Kautsar; Hujjatullah Fazlurrahman; Ratih Amelia; Renny Sari Dewi; Dhiyan Septa Wihara; Achmad Fitro
Abimanyu : Jornal of Community Engagement Vol 6 No `1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abi.v6n`1.p56-63

Abstract

Based on the results of the interviews, it is still found that the quality standards for the taste of the chips produced by the Ketintang Village MSMEs still change frequently, so it is necessary to organize quality control as well as financial records so that the financial management of MSMEs in Ketintang Village is even better. The solution offered is to provide training on Quality Control and making simple financial reports to improve the performance of MSMEs in Ketintang Village Surabaya. The approach method offered to solve partner problems that have been mutually agreed upon and stages is the training and mentoring method. these results show that the effectiveness of community service activities is almost 80% achieved. Training on Standard Operating Procedures (SOPs) and simple finance provides great benefits for MSMEs in building a more structured and efficient business foundation. From this training, participants gained an understanding of the importance of SOPs as work guidelines to improve operational consistency and quality. In addition, the simple finance training provided insights for businesses on the importance of recording transactions, preparing financial statements, and good cash flow management. By mastering these materials, MSMEs can increase productivity and competitiveness in the market.