p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Hamdani, Rizky Dwi
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Pendugaan Kandungan Klorofil Daun Kopi dengan Indeks Kerapatan Vegetasi (Ndvi) Mukhlisin, Ajral; Hamdani, Rizky Dwi; Ifadah, Nisfi Fariatul; Almira, Almira
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan klorofil daun kopi menunjukkan adanya pantulan sinar inframerah, daun yang sehat lebih banyak memantulkan sinar inframerah dibandingkan daun yang tidak sehat. Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan indeks vegetasi yang melibatkan sinar merah (R) dan inframerah dekat (NIR). NDVI ini digunakan untuk menaksir kandungan klorofil daun kopi dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan untuk menaksir kandungan klorofil daun kopi (SPAD : Soil Plant Analysis Development record) berdasarkan nilai NDVI pada perkebunan kopi produktif Robusta. Hasil penelitian menunjukkan: (1) kandungan klorofil daun kopi dengan metode SPAD rata-rata 65 – 70 mg.g-1; (2) kisaran NDVI pada perkebunan kopi 0,50-0,70; (3) model regresi linier NDVI (X) dan kandungan klorofil daun (Y) adalah Y = 98,015 X + 6,784 ; R2 = 0,8054**). Disimpulkan bahwa nilai NDVI dapat digunakan untuk menduga kandungan klorofil daun pohon kopi Robusta produktif.
Pemberdayaan Petani Cabai Rawit di Tuban melalui Pendekatan Pengelolaan Penyakit Terpadu Sektiono, Antok Wahyu; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.03

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens) merupakan komoditas hortikultura strategis yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sebagai salah satu sentra produksi utama dengan luas tanam 20.581 hektar dan produksi 21.581 ton. Namun, petani menghadapi berbagai tantangan, terutama serangan penyakit layu Fusarium dan layu bakteri yang mengancam produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. Ketergantungan tinggi pada pestisida kimia sintetik yang kurang tepat aplikasi juga memperburuk kondisi agroekosistem dan meningkatkan biaya produksi. Pengabdian masyarakat ini mengimplementasikan pendekatan pengelolaan penyakit terpadu berbasis ekologi melalui pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Harum Tani di Desa Sukoharjo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Materi pelatihan meliputi analisis situasi penyakit, pemanfaatan agens hayati, serta teknik pengelolaan penyakit secara terpadu. Metode pelaksanaan menggunakan sekolah tani dengan pendekatan partisipatif dan pembelajaran eksperiensial. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap gejala penyakit dan teknik pengendalian ramah lingkungan, khususnya penggunaan agens hayati Trichoderma spp. dan Pseudomonas fluorescens. Beberapa petani mulai menerapkan teknik tersebut di lapangan, menandai perubahan perilaku budidaya yang positif. Kendala utama adalah perubahan pola pikir dan ketersediaan agens hayati lokal, yang memerlukan pendampingan berkelanjutan dan dukungan sinergis dari pemerintah serta stakeholder terkait. Pendekatan terpadu ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani dan mendukung produksi cabai rawit yang lebih produktif dan berkelanjutan. 
Optimalisasi Budidaya Bawang Merah Melalui Pendampingan Terpadu dan Pengamatan Lapang Di Kabupaten Probolinggo: Optimization of Shallot Cultivation through Integrated Assistance and Field Observation in Probolinggo Regency Sunarto, Bintar Probo; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Abadi, Abdul Latief; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Improving the productivity of shallots (Allium cepa var. aggregatum) has become one of the main priorities in supporting food security and increasing farmers’ income in Probolinggo Regency, East Java. This study aims to optimize shallot cultivation through an integrated assistance and education approach, as well as the implementation of sustainable agricultural practices. The methods used include Focus Group Discussions (FGD), biological agent training, compost-making training, and field monitoring of practice implementation. The results of the community engagement program indicate that the major challenges faced by farmers are pest and disease attacks, limited access to environmentally friendly cultivation technologies, and the Impacts of climate change. Training on the use of biological agents and organic compost utilization significantly improved farmers’ understanding of pest and disease management and soil health conservation. This assistance program strengthened farmers’ technical capacity in adopting sustainable farming systems and contributed to increased productivity and local economic welfare. These findings highlight the importance of integrating biotechnological innovations and organic-based soil management in the development of sustainable shallot cultivation.
Transformasi Limbah Organik menjadi Pupuk Kompos sebagai Upaya Pemberdayaan Petani di Desa Bambang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang: Transformation of Organic Waste into Compost Fertilizer as an Effort to Empower Farmers in Bambang Village, Wajak District, Malang Regency Harry Putra, Dian Nugraha; Tri Rahardjo, Bambang; Supriyanto, Tomo Agus; Taufiqurrahman, Achmad Fitriadi; Sunarto, Bintar Probo; Hilmi, M. Aldian; Firdaus, Zulfan; Hamdani, Rizky Dwi
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

This community service program aimed to empower farmers in Bambang Village, Wajak District, Malang Regency, to manage organic waste into compost as an effort to restore soil fertility in former sand-mining areas and promote sustainable agriculture. The program was carried out over two months, involving 20 farmers through three main stages: socialization, technical training, and evaluation. An educational-participatory approach was applied to enhance farmers’ knowledge and skills in compost production and application on horticultural land. The results showed a 40% increase in participants’ knowledge, successful production of high-quality compost, and noticeable improvements in soil structure after its application. In addition, farmers began reducing their dependence on chemical fertilizers and managing organic waste independently. This activity proved effective in improving farmers’ capacity while contributing to the rehabilitation of degraded land ecosystems and the development of sustainable agriculture in Bambang Village.