Muthia Hasanah
Universitas Nurul Jadid

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUATAN DAYA SAING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MELALUI OPTIMALISASI DIGITAL ADVERTISING DALAM REKRUTMEN PESERTA DIDIK BARU Muhammad Kamil; Febi Febrianto; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; M. Kholilur Rohman; Akmal Mundiri
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the strategy of optimizing digital advertising in strengthening the competitiveness of Islamic educational institutions through increasing the effectiveness of new student recruitment. The research uses a qualitative approach with a case study method on Islamic educational institutions that actively use digital media as a means of promotion. Data was obtained through observation, interviews, documentation, and literature studies, then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the use of digital advertising through social media, websites, and digital advertising platforms is able to increase the visibility of institutions, expand the reach of information, build a positive image, and increase interaction with prospective students and parents. Effective strategies include presenting informative and engaging content, using professional visual design, and utilizing segmented paid advertising features. The implementation of this strategy has  proven to support the increase in the number of registrants and strengthen the competitive position of Islamic educational institutions in the midst of increasingly fierce competition. The implications of this research emphasize the importance of strengthening the digital capacity of Islamic educational institutions and the development of technology-based marketing strategies as a sustainable effort to increase the competitiveness and sustainability of educational institutions in the digital era.  
PEMANFAATAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DALAM MENGHADAPI KOMPETISI ANTAR MADRASAH Moh. Rofik; Febi Febrianto; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; Muh. Kamil; M. Kholilur Rohman; Abu Hasan Agus Rahmatullah
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran digital dalam menghadapi kompetisi antar-madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif digital (netnografi), dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, pengelola hubungan masyarakat, tim kreatif media sosial, serta peserta didik baru yang memperoleh informasi melalui platform digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berbasis TikTok mampu memperkuat citra lembaga melalui pengemasan konten yang mengintegrasikan nilai-nilai religius, literasi digital, dan budaya populer. Meskipun demikian, peningkatan jumlah tayangan (views) dan tingkat keterlibatan (engagement) tidak secara otomatis meningkatkan jumlah peserta didik baru karena adanya kesenjangan (conversion gap) antara popularitas konten dan keputusan pendaftaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan strategi komunikasi pemasaran berbasis model Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) melalui pengembangan konten yang menarik perhatian, penyampaian informasi akademik secara persuasif (soft selling), optimalisasi media penghubung menuju layanan pendaftaran, serta penguatan respons komunikasi kepada calon peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas TikTok sebagai media komunikasi pemasaran pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tingginya metrik digital, tetapi juga oleh kemampuan strategi komunikasi dalam mengonversi perhatian audiens menjadi tindakan nyata berupa pendaftaran peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan pemasaran digital lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan konten yang terintegrasi, terukur, dan berorientasi pada pencapaian tujuan institusi.
ANALISIS PERAN KYAI DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF MADRASAH Febi Febrianto; Moh. Rofik; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; Muh. Kamil; Abu Hasan Agus Rahmatullah
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kyai dalam membangun brand image madrasah di MA Raudlatul Fatah Puspan Maron Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kyai, kepala madrasah, guru, staf humas, komite madrasah, wali peserta didik, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kyai memiliki peran yang sangat penting dalam membangun brand image madrasah melalui tiga bentuk utama, yaitu sebagai figur public trust yang menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, sebagai komunikator publik melalui aktivitas ceramah yang berfungsi memperkenalkan dan memperkuat citra madrasah, serta sebagai figur sentral masyarakat Tapal Kuda yang memiliki legitimasi sosial dan pengaruh kuat terhadap persepsi masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan. Ketiga peran tersebut membentuk citra positif madrasah secara alami melalui keteladanan, komunikasi, dan kedekatan sosial yang dimiliki kyai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembangunan brand image madrasah berbasis pesantren tidak hanya ditentukan oleh kualitas program pendidikan, tetapi juga oleh kepemimpinan kyai yang mampu membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi publik, dan memperoleh legitimasi sosial di tengah masyarakat.