Moh. Rofik
Universitas Nurul Jadid

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Differentiation And Positioning Of Islamic Boarding School: Internalization Of Special Values As A Unique Selling Proposition (Usp) Siti Nur Aviatun Hasanah; Rifka Jannatul Firdausiyah; Moh. Kamil; Ittaqillah haitsuma kunta; Muhammad Durrin Ni'am; Moh. Rofik; Abdullah Abdullah
Educazione: Journal of Education and Learning Vol. 3 No. 1 (2025): Character and Religiosity in Islamic Education
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/educazione.v2i2.2233

Abstract

This study aims to analyze the differentiation and positioning of Islamic boarding schools (pesantren) through the internalization of distinctive values ​​as a Unique Selling Proposition (USP) to enhance the competitiveness of educational institutions. The method used was a qualitative approach with a case study design, through in-depth interviews, participant observation, and documentation analysis of leaders, teachers, and students. The results indicate that the differentiation of Islamic boarding schools lies in the strength of distinctive values ​​internalized in the organizational culture, such as spirituality, discipline, and integrity. These values ​​serve as USPs that shape the institution's image and increase public trust. Furthermore, transformational leadership contributes to knowledge management, engagement strategies, and confidence building among Islamic boarding school residents, thus creating a healthy competitive culture. The implications of this study emphasize that the internalization of distinctive values ​​must be strategically integrated into institutional management as a competitive advantage. This is crucial for strengthening the positioning of Islamic boarding schools amidst increasingly dynamic educational competition.
PEMANFAATAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DALAM MENGHADAPI KOMPETISI ANTAR MADRASAH Moh. Rofik; Febi Febrianto; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; Muh. Kamil; M. Kholilur Rohman; Abu Hasan Agus Rahmatullah
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran digital dalam menghadapi kompetisi antar-madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif digital (netnografi), dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, pengelola hubungan masyarakat, tim kreatif media sosial, serta peserta didik baru yang memperoleh informasi melalui platform digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berbasis TikTok mampu memperkuat citra lembaga melalui pengemasan konten yang mengintegrasikan nilai-nilai religius, literasi digital, dan budaya populer. Meskipun demikian, peningkatan jumlah tayangan (views) dan tingkat keterlibatan (engagement) tidak secara otomatis meningkatkan jumlah peserta didik baru karena adanya kesenjangan (conversion gap) antara popularitas konten dan keputusan pendaftaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan strategi komunikasi pemasaran berbasis model Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) melalui pengembangan konten yang menarik perhatian, penyampaian informasi akademik secara persuasif (soft selling), optimalisasi media penghubung menuju layanan pendaftaran, serta penguatan respons komunikasi kepada calon peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas TikTok sebagai media komunikasi pemasaran pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tingginya metrik digital, tetapi juga oleh kemampuan strategi komunikasi dalam mengonversi perhatian audiens menjadi tindakan nyata berupa pendaftaran peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan pemasaran digital lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan konten yang terintegrasi, terukur, dan berorientasi pada pencapaian tujuan institusi.
ANALISIS PERAN KYAI DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF MADRASAH Febi Febrianto; Moh. Rofik; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; Muh. Kamil; Abu Hasan Agus Rahmatullah
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kyai dalam membangun brand image madrasah di MA Raudlatul Fatah Puspan Maron Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kyai, kepala madrasah, guru, staf humas, komite madrasah, wali peserta didik, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kyai memiliki peran yang sangat penting dalam membangun brand image madrasah melalui tiga bentuk utama, yaitu sebagai figur public trust yang menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, sebagai komunikator publik melalui aktivitas ceramah yang berfungsi memperkenalkan dan memperkuat citra madrasah, serta sebagai figur sentral masyarakat Tapal Kuda yang memiliki legitimasi sosial dan pengaruh kuat terhadap persepsi masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan. Ketiga peran tersebut membentuk citra positif madrasah secara alami melalui keteladanan, komunikasi, dan kedekatan sosial yang dimiliki kyai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembangunan brand image madrasah berbasis pesantren tidak hanya ditentukan oleh kualitas program pendidikan, tetapi juga oleh kepemimpinan kyai yang mampu membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi publik, dan memperoleh legitimasi sosial di tengah masyarakat.  
Optimizing Digital Marketing in Building the Image and Public Trust of Islamic Boarding Schools in the Era of Educational Technology Ittaqillah Haitsuma Kunta; Rifka Jannatul Firdausiyah; Moh. Kamil; Muhammad Durrin Ni'am; Siti Nur Aviatun Hasanah; Moh. Rofik; Badrul Mudarris
Educazione: Journal of Education and Learning Vol. 2 No. 2 (2024): Transformation of Indonesian Education
Publisher : Al-Qalam Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/educazione.v2i1.2232

Abstract

The development of educational technology encourages Islamic educational institutions, including Islamic boarding schools, to innovate in building their image and increasing public trust. One effort is through the implementation of digital marketing strategies that utilize various social media platforms and official websites. This study aims to analyze how digital marketing is optimized in building the image of institutions and increasing public trust in Islamic boarding schools in the era of educational technology. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation of digital marketing activities carried out by Islamic boarding schools. The data obtained are then analyzed descriptively to understand the patterns and strategies applied. The results of this study indicate that digital marketing carried out consistently and planned can increase visibility and shape a positive image of Islamic boarding schools in the community. The use of informative, educational, and religious content is a major factor in building public trust. In addition, transparency of information through digital media also contributes to increasing the credibility of institutions. Practically, this study provides an overview of the importance of optimizing digital marketing in building image and public trust. Theoretically, this research enriches the study of Islamic education marketing in the digital era, particularly in the aspect of the relationship between institutional image and public trust.