Abu Hasan Agus Rahmatullah
Universitas Nurul Jadid

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN TIKTOK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN DIGITAL DALAM MENGHADAPI KOMPETISI ANTAR MADRASAH Moh. Rofik; Febi Febrianto; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; Muh. Kamil; M. Kholilur Rohman; Abu Hasan Agus Rahmatullah
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan TikTok sebagai media komunikasi pemasaran digital dalam menghadapi kompetisi antar-madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif digital (netnografi), dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan lembaga, pengelola hubungan masyarakat, tim kreatif media sosial, serta peserta didik baru yang memperoleh informasi melalui platform digital. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran berbasis TikTok mampu memperkuat citra lembaga melalui pengemasan konten yang mengintegrasikan nilai-nilai religius, literasi digital, dan budaya populer. Meskipun demikian, peningkatan jumlah tayangan (views) dan tingkat keterlibatan (engagement) tidak secara otomatis meningkatkan jumlah peserta didik baru karena adanya kesenjangan (conversion gap) antara popularitas konten dan keputusan pendaftaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diterapkan strategi komunikasi pemasaran berbasis model Attention, Interest, Desire, Action (AIDA) melalui pengembangan konten yang menarik perhatian, penyampaian informasi akademik secara persuasif (soft selling), optimalisasi media penghubung menuju layanan pendaftaran, serta penguatan respons komunikasi kepada calon peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas TikTok sebagai media komunikasi pemasaran pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tingginya metrik digital, tetapi juga oleh kemampuan strategi komunikasi dalam mengonversi perhatian audiens menjadi tindakan nyata berupa pendaftaran peserta didik. Oleh karena itu, keberhasilan pemasaran digital lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan konten yang terintegrasi, terukur, dan berorientasi pada pencapaian tujuan institusi.
ANALISIS PERAN KYAI DALAM MEMBANGUN CITRA POSITIF MADRASAH Febi Febrianto; Moh. Rofik; Uryatul Hikmah; Muthia Hasanah; Muh. Kamil; Abu Hasan Agus Rahmatullah
Jurnal Manajemen dalam Pendidikan Vol 1 No 2 (2026): Maret
Publisher : CV Narasi Khatulistiwa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kyai dalam membangun brand image madrasah di MA Raudlatul Fatah Puspan Maron Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan kyai, kepala madrasah, guru, staf humas, komite madrasah, wali peserta didik, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kyai memiliki peran yang sangat penting dalam membangun brand image madrasah melalui tiga bentuk utama, yaitu sebagai figur public trust yang menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga, sebagai komunikator publik melalui aktivitas ceramah yang berfungsi memperkenalkan dan memperkuat citra madrasah, serta sebagai figur sentral masyarakat Tapal Kuda yang memiliki legitimasi sosial dan pengaruh kuat terhadap persepsi masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan. Ketiga peran tersebut membentuk citra positif madrasah secara alami melalui keteladanan, komunikasi, dan kedekatan sosial yang dimiliki kyai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembangunan brand image madrasah berbasis pesantren tidak hanya ditentukan oleh kualitas program pendidikan, tetapi juga oleh kepemimpinan kyai yang mampu membangun kepercayaan, memperkuat komunikasi publik, dan memperoleh legitimasi sosial di tengah masyarakat.  
Visual Storytelling Strategy in Digital Content to Increase Islamic Boarding School Brand Trust Maulidatul Adzimah; Moh. Rofik; Muhammad Thoiful Abrar; Muhammad Kholilurrohman; Mohammad Abdul Aziz Al Wahedi; Febi Febrianto; Abu Hasan Agus Rahmatullah; Fachri Aldin
Econosia Journal Vol. 1 No. 1 (2026)
Publisher : Litera Cendikia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/econosia.v1i1.41

Abstract

This study examines the role of visual storytelling strategies in digital content to enhance brand trust in Islamic boarding schools. This study addresses the gap between the theoretical potential of storytelling and its limited practical implementation in Islamic boarding school digital communications. Using a qualitative case study approach at Walisongo Islamic Boarding School in Pontianak, data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving key informants such as school leaders, public relations officers, and parents. The findings indicate that visual storytelling is built through authentic representations of students' daily activities, religious values, and institutional identity, presented in simple yet meaningful visual formats. This study highlights that authenticity, consistency, and value-based narratives are more influential in building public trust than complex visual aesthetics. Furthermore, digital branding strategies tend to be implicit, relying on real-life storytelling rather than direct promotion. Audience interactions demonstrate positive engagement, reflecting the effectiveness of storytelling in fostering emotional connections and trust. This study concludes that optimizing visual storytelling can significantly strengthen Islamic boarding school brand trust, provided it balances authenticity with adaptive digital innovation in a competitive media environment.