Wirdatul Isnani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Struktur Teks Dongeng Api yang Indah Karya Endang Firdaus: Kajian Strukturalisme Wulanda; Al Furqan; Wirdatul Isnani; Anita Kurnia Rachman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur teks dongeng “Api yang Indah” karya Endang Firdaus dengan menggunakan kajian strukturalisme dengan fokus pada unsur-unsur intrinsik seperti alur cerita, penokohan, tema dan moral, latar, stile, ilustrasi, dan format. Penelitian ini mengggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Sumber data adalah teks dongeng yang berjudul “Api yang Indah”. Data penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan unsur intrinsik teks. Data dianalisis untuk mengeksplorasi bagaimana struktur tersebut membentuk keseluruhan cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita dongeng ini menggunakan alur maju dengan urutan kejadian yang berurutan. Penokohan didominasi oleh tokoh utama, Ming, yang digambarkan sebagai seorang anak yang gigih dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan. Tema yang diangkat adalah semangat dan kegigihan yang menekankan keteguhan dan ketabahan menghadapi rintangan. Latar cerita dibagi menjadi latar waktu, tempat, dan suasana, yang digambarkan dengan jelas tanpa menyulitkan pembaca. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk pembaca anak-anak. Ilustrasi dalam dongeng menarik dan sesuai dengan konten cerita. Selain itu, format buku yang menarik dan ramah anak juga menjadi nilai tambah. Secara keseluruhan, dongeng ini sangat cocok sebagai bacaan anak karena struktur yang menarik dan pesan moral yang positif yang terkandung di dalamnya
Analisis Makna Narit Maja Berdasarkan Bidang Agama dan Adat Istiadat Dalam Masyarakat Bireuen Al Furqan; Wulanda; Wirdatul Isnani; Azrul Rizki
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna narit maja berdasarkan bidang keagamaan dan adat istiadat dalam masyarakat Bireuen. Data narit maja diperoleh dari tuturan masyarakat Bireuen dan buku Narit Maja Aceh. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dengan metode cakap dengan teknik pancing, sadap, catat, dan rekam serta kaji dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) dalam masyarakat Bireuen masih dilestarikan satra lisan berupa narit maja atau peribahasa sarana untuk menasehati, menegur, dan memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat; (2) dalam hasil penelitian ditemukan sepuluh peribahasa yang diturukan masyarakat dalam bidang keagamaan. Makna yang terkandung dalam peribahasa tersebut bermakna tentang kehidupan sosial keagamaan yang tujukan sebagai nasihat, hanya satu peribahasa yang ditujukan untuk menegur dengan kata yang kasar; (3) peribahasa yang bereveren adat istiadat terdapat enam contoh peribahasa yang sering dituturkan masyarakat. Peribahasa yang bereveren adat istiadat di dalamnya banyak yang berisi pedoman hidup tentang memuliakan tamu, menjaga adat, menjadi pribadi yang baik dalam masyarakat dan tidak iri atas pencapaian orang lain. Pada peribahasa yang bereveren adat istiadat juga terdapat makna yang menegur dan mencela; (4) secara umum makna peribahasa yang berkembangan dalam tuturan masyarakat Bireuen berisi tentang nasihat keagamaan dan pedoman bagi manusia untuk menjalankan hidup sehari-hari dalam masyarakat.
PENERAPAN MEDIA EXPOSURE TERHADAP KEMAMPUAN STORYTELLING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI CERITA FANTASI SISWA SMP KELAS VII Maulida, Lia; Nia Astuti; Wirdatul Isnani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62775

Abstract

This study aims to determine the effect of media exposure on storytelling skills through the Problem-Based Learning (PBL) model when teaching fantasy stories to seventh-grade junior high school students. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design involving two groups: an experimental class and a control class. The experimental class received instruction using media exposure through the PBL model, while the control class used conventional teaching methods. Data were collected through storytelling skill tests administered before (pretest) and after (posttest) the intervention. The data were analyzed using statistical tests to determine differences in outcomes between the two groups. The results showed a significant improvement in the storytelling skills of students in the experimental class compared to those in the control class. This improvement was evident in the students’ fluency, mastery of story content, expression, and self-confidence when narrating fantasy stories. This indicates that the use of media exposure through the PBL model is effective in enhancing students’ storytelling skills. Thus, the use of diverse learning media and student-centered learning models can serve as appropriate alternatives in Indonesian language instruction, particularly when teaching fantasy stories.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE BAHASA GAYO-INDONESIA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL TAKENGON Sari, Gustina; Alfi Syahrin; Wirdatul Isnani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Now Available
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.63801

Abstract

This study is motivated by the bilingual condition of the community at Paya Ilang Market, Takengon, where Gayo and Indonesian are used interchangeably in daily communication. It aims to describe the forms of code-switching and code-mixing, as well as the factors causing them, in the interactions between sellers and buyers at Paya Ilang Market. A qualitative descriptive method was applied. The data sources were the utterances of sellers and buyers, collected through observation, listening, recording, and note-taking techniques, and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that 19 instances of code-switching and 29 instances of code-mixing were found. The code-switching found was internal, namely the shift between Gayo and Indonesian, occurring mainly across sentences, within a single utterance, and between speakers. The code-mixing found mainly involved the insertion of Gayo particles, words, phrases, and expressions into Indonesian utterances. The factors causing code-switching and code-mixing include the interlocutor, language habits, familiarity, informal situations, and the speakers' ethnolinguistic background. It can be concluded that code-switching and code-mixing at Paya Ilang Market occur naturally in this bilingual community, functioning to ease communication, build familiarity, and adjust to the interlocutor and the situation. This study is expected to contribute to sociolinguistic studies on bilingual communities, particularly regarding code-switching and code-mixing in traditional market interactions. Kata Kunci: alih kode, campur kode, bilingualisme, pasar tradisional, bahasa Gayo