Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perlawanan dalam Novel Berlatar Konflik Aceh Azrul Rizki
Master Bahasa Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.606 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i3.12422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlawanan yang terdapat dalam novel berlatar konflik Aceh yaitu perlawanan sosial dan kultural. Sumber data dalam penelitian ini adalah tiga novel berlatar konflik Aceh yaitu Teuntra Atom (2009) karya Thayeb Loh Angen, Kabut Perang (2010) karya Ayi Jufridar, dan Tanah Surga Merah (2016) karya Arafat Nur. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, kalimat dan paragraf yang mengandung perihal perlawanan di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Pengumpulan data digunakan metode dokumentasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketiga novel memiliki perlawanan yang berhubungan sosiokultural di dalamnya. Perlawanan Kultural yang terdapat dalam tiga novel berjumlah 11 jenis yaitu (1) arsitek barat, (2) kawin campur, (3) penghinaan terhadap orang tua, (4) mengatur orang tua, dan (5) tarian adat, (6) menjaga kehormatan dan (7) berciuman (8) bermesra-mesraan, (9) telat menikah, (10) rajah dan (11) peusijuek. Perlawanan Sosial yang terdapat dalam tiga novel yang dikaji berjumlah 12 jenis yaitu (1) penurunan bendera negara, (2) memerangi narkoba, (3) korupsi, dan (4) nepotisme, (5) pungli, (6) menolak kebangsaan, (7) kemanusiaan, dan (8) menolak berbohong, (9) politik praktis, (10) literasi, (11) melawan kebodohan, dan (12) membantu perlawanan.
Pelatihan Bahan Ajar Sastra Berbasis Multiplatform bagi Guru MGMP Bahasa Indonesia: Bahan Ajar Sastra Desy Irafadillah Effendi; Hidayat, Muhammad Taufik; Ayu Suciani; Azrul Rizki; Nuriana; Tety Mustika
International Journal of Community Service Learning Vol. 6 No. 3 (2022): August 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v6i3.52091

Abstract

Program ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bahan ajar sastra berbasis multiplatform. Gambaran produk yang dikembangkan pada Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah buku/panduan “Terampil Menulis Cerpen, Puisi, dan Naskah Drama.” Buku tersebut merupakan buku hasil kolaborasi antara guru dan tim pengusul MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK diKota Langsa. Buku ajar pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada guru MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA/SMK ini diharapkan dapat diaplikasikan kepada siswa SMA dan SMK dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sesuai dengan momentum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tim PKM mengacu dan mengintegrasikan pembelajaran dengan memperhatikanadaptasi teknologi dan inovasi pembelajaran dengan model-model pengajaran pada abad 21. Peserta pengabdian berjumlah 18 orang guru MGMP Bahasa Indonesia yang berada di SMK Kota Langsa. Metode realisasi dan pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan penggunaan media digital, dan tahap monitoring serta penilaian. Hasil yang diperoleh pada kegiatan ini adalah 85% guru-guru terampil dalam membuat bahan ajar interaktif, berupa jamboard, video digital, membuat video pada kine master, dan padlet. Pengabdian ini dikatakan berhasil karena bahan ajar tersebut dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran di SMK Kota Langsa.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN PKL DAN KARYA ILMIAH BAGI SISWA SMKN 1 INDRA MAKMU Teuku Junaidi; Hidayat, Muhammad Taufiq; Azrul Rizki; Nuriana; Usman; Syahrial Fuadi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 15 No 1 (2025): Juli 2025
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v15i1.3637

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam penyusunan laporan PKL dan menulis karya tulis ilmiah di SMKN 1 Indra Makmu. Pengabdian ini urgen untuk dilaksanakan untuk proses Pendidikan yang lebih baik. Tujuan utama dalam kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis laporan PKL dan karya tulis ilmiah lainnya. Berdasarkan pada deskripsi tersebut, tujuan inti pengabdian ini adalah peningkatan kualitas dan kompetensi siswa dalam menulis ilmiah. Pelaksanan kegiatan pengabdian terdiri dari beberapa Langkah, yaitu (1) observasi ke lokasi mitra di SMKN 1 Indra Makmu Aceh Timur, (2) identifikasi masalah mitra di lapangan, (3) perumusan masalah bersama dengan mitra (4) pelaksanaan kegiatan pengabdian di SMKN 1 Indra Makmu, (5) telaah hasil pengabdian dan pembuatan luaran pengabdian, dan (6) evaluasi secara berkala. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah 90% siswa mampu menulis laporan PKL dengan baik sesuai dengan bidang/keahliannya. Tim pengabdi juga memberikan buku panduan tentang penyusunan laporan PKL dan karya ilmiah bagi siswa yang yang berguna bagi siswa SMK dalam mendesain dan melaksanakan praktikum.
Analisis Makna Narit Maja Berdasarkan Bidang Agama dan Adat Istiadat Dalam Masyarakat Bireuen Al Furqan; Wulanda; Wirdatul Isnani; Azrul Rizki
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna narit maja berdasarkan bidang keagamaan dan adat istiadat dalam masyarakat Bireuen. Data narit maja diperoleh dari tuturan masyarakat Bireuen dan buku Narit Maja Aceh. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dengan metode cakap dengan teknik pancing, sadap, catat, dan rekam serta kaji dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) dalam masyarakat Bireuen masih dilestarikan satra lisan berupa narit maja atau peribahasa sarana untuk menasehati, menegur, dan memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat; (2) dalam hasil penelitian ditemukan sepuluh peribahasa yang diturukan masyarakat dalam bidang keagamaan. Makna yang terkandung dalam peribahasa tersebut bermakna tentang kehidupan sosial keagamaan yang tujukan sebagai nasihat, hanya satu peribahasa yang ditujukan untuk menegur dengan kata yang kasar; (3) peribahasa yang bereveren adat istiadat terdapat enam contoh peribahasa yang sering dituturkan masyarakat. Peribahasa yang bereveren adat istiadat di dalamnya banyak yang berisi pedoman hidup tentang memuliakan tamu, menjaga adat, menjadi pribadi yang baik dalam masyarakat dan tidak iri atas pencapaian orang lain. Pada peribahasa yang bereveren adat istiadat juga terdapat makna yang menegur dan mencela; (4) secara umum makna peribahasa yang berkembangan dalam tuturan masyarakat Bireuen berisi tentang nasihat keagamaan dan pedoman bagi manusia untuk menjalankan hidup sehari-hari dalam masyarakat.
Repertoar Bahasa Aceh Pada Siswa SMP di Kota Langsa Untuk Revitalisasi Bahasa Aceh Azrul Rizki; Muhammad Taufik Hidayat; Alpidsyah Putra
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1172

Abstract

Tujuan utama penelitian ini secara khusus dilakukan untuk melihat repertoar atau pembendaharaan Bahasa Aceh pada siswa. Selain itu juga untuk kegiatan revitalisasi Bahasa Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan postpositivisme. Sumber data dan subjek penelitian adalah siswa SMP Kota Langsa yaitu SMP Negeri 4 Langsa, SMP Negeri 5 Langsa, dan SMP Negeri 7 Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Aceh siswa SMP Kota Langsa sudah berada pada taraf yang baik secara keseluruhan. Siswa 80,8% mampu menguasai bahasa Indonesia secara baik dan 60,6% diantara menggunakan bahasa Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Dari 99 responden didapatkan bahwa empat kompetensi berbahasa yang diteliti, hanya ada satu aspek yang masih berada pada taraf sedang. Pada kompetensi mendengar, siswa SMP Kota Langsa mendapatkan nilai rata-rata pada taraf baik. Pada kompetensi berbicara, mengalami penurunan. Hanya terdapat 26 siswa atau 26,3% yang snagat baik dalam berbicara menggunakan bahasa Aceh. Kompetensi membaca siswa mendapatkan grade rata-rata sedang. Terakhir, pada kompetensi menulis taraf penguasaan bahasa Aceh siswa SMP Kota Langsa berada pada taraf baik. Namun, jumlah siswa yang menguasai kemampuan menulis dengan sangat baik hanya 10,1%.
Pengembangan Kamus Kosakata Arkais Bahasa Aceh sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Bahasa Daerah bagi Siswa di Pesisir Timur Aceh Muhammad Arif Fadhilah; Muhammad Taufik Hidayat; Indah Fajarini; Azrul Rizki; Nuriana
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan kamus kosakata arkais sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman bahasa daerah bagi siswa di pesisir timur Aceh. Penelitian ini menggunakan gabungan dua metode penelitian yaitu inventarisasi kosakata dan pengembangan kamus. Pengembangan kamus digunakan model pengembangan Borg and Gall. Model Borg and Gall yaitu 10 tahapan. Tahapan tersebut antara lain (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produksi, (10) Produksi Masal. Instrumen yang digunakan antara angket penguasan bahasa, uji validasi ahli materi dan ahli media, dan uji pengguna. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan respon pengguna. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat 10,9% siswa masih menggunakan kosakata arkais dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya terdapat 42,1% siswa di pesisir timur Aceh yang pernah mendengar tetapi tidak menggunakan (semi arkais), dan terdapat 47,1% siswa yang tidak pernah mendengar dan menggunakan (arkais total) bahasa Aceh yang dijadikan angket. Validasi ahli materi menyatakan bahwa kamus saku kosakata arkais yang dikembangkan sangat valid dengan nilai rata-rata 92,25% untuk aspek kejelasan, kegunaan, kelayakan, dan ketepatan isi. Validasi desain kamus mendapatkan nilai rata-rata 88,33% dengan kriteria sangat valid. Uji pemakaian pada pengguna yaitu guru dan siswa di (1) MTsN 2 Aceh Timur, (2) SMPN 2 Tamiang Hulu, dan (3) SMPN 4 Langsa, kamus mendapatkan nilai 92% pada aspek kegunaan kamus dan 88% untuk ketepatan isi. Buku juga dianggap menarik dan mudah digunakan. Secara rata-rata, dari empat aspek validasi pengguna, kamus mendapatkan nilai rata-rata 90,25% dengan kriteria sangat valid dan layak untuk digunakan.