Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Liquid Waste Management at the Environmental Health Installation at Dumai Regional Public Hospital Al Furqan; Oktavia Dewi; Herman M Purwaonegoro
Viva Medika Vol 17 No 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v17i1.1327

Abstract

The management of hospital liquid waste should be a concern based on WHO data indicating that 75% - 90% of the waste generated is household waste and 10% - 25% is hazardous waste, thus requiring management in accordance with applicable regulations. The aim of this research is to investigate the management of liquid waste carried out at the Environmental Health Installation of Dumai Regional Public Hospital in 2023. The research method used a qualitative descriptive design. Research informants were obtained using purposive sampling technique involving 6 individuals consisting of liquid waste management implementers, head of departments, and installation heads, as well as parties involved in liquid waste supervision. Data collection was conducted through in-depth interviews, document analysis, and field observations. Findings indicate the need to enhance the competency of Environmental Health Installation personnel in managing liquid waste. The management of liquid waste is expected to comply with the Standard Quality Control of Liquid Waste Management. Periodic monitoring of the physical, chemical, and microbiological quality of liquid waste is necessary. In conclusion, the management of liquid waste at the Environmental Health Installation of Dumai Regional Public Hospital in 2023 has been well conducted. This residency report demonstrates that the procedures for collection, storage, handling, and disposal of liquid waste at the hospital are in accordance with prevailing safety, environmental, and health standards.
PENYELESAIAN WANPRESTASI TERHADAP PERJANJIAN SEWA MENYEWA MENURUT HUKUM ISLAM Siti Nabila; Al Furqan; Muammar Kadafi; Fuja Afiska
Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol 4 No 1 (2026): Indonesian Journal Of Islamic and Social Science
Publisher : LPPM IAI Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71025/esn7kt61

Abstract

This study aims to analyze the resolution of breach of contract in lease agreements under Islamic law. A breach (wanprestasi) in an ijarah (lease) contract occurs when one party fails to fulfill agreed obligations, such as late payment, misuse of the leased object, or violation of contractual terms. In Islamic law, the resolution of such breaches emphasizes the principles of justice (‘adl), public interest (maslahah), and good faith between the parties. Dispute resolution is primarily conducted through mutual deliberation (ṣulḥ) to reach an amicable settlement without harming either party. If such efforts fail, the dispute may be brought before judicial institutions, where decisions are made based on evidence and sharia principles. Sanctions for breach in Islamic law are not punitive in nature but aim to restore rights and obligations proportionally, including compensation (ta‘wīḍ) for actual losses incurred. Additionally, contract termination (fasakh) may be applied in cases of substantial violation. Therefore, the resolution of breach of contract in Islamic law highlights a balance between enforcement of rights, responsibilities, and moral values grounded in sharia principles.
Stereotipe Tokoh Perempuan dalam Novel Perempuan yang Memesan Takdir Karya W. Sanavero: Kajian Feminis Sastra Budi Hartono; Al Furqan; Masnita Massaguni
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1120

Abstract

Artikel ini membahas stereotipe terhadap tokoh perempuan dalam karya sastra, khususnya dalam antologi cerpen berjudul "Perempuan yang Memesan Takdir" karya W. Sanavero. Terkait dengan tema feminisme, artikel mengulas pengertian feminisme, sejarah, dan perkembangannya dalam menyuarakan persamaan hak antara laki laki dan perempuan. Pengantar ini menyebutkan bahwa tema feminisme turut hadir dalam karya sastra, yang menjadi fokus penelitian terutama pada stereotipe yang muncul terhadap tokoh perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada analisis stereotipe terhadap tokoh perempuan dalam antologi cerpen "Perempuan yang Memesan Takdir." Data diperoleh dari penjelasan, ucapan, dan pemikiran tokoh perempuan dalam cerpen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam antologi cerpen ini, terdapat beragam stereotipe terhadap tokoh perempuan. Kutipan-kutipan dari cerpen menggambarkan pandangan masyarakat terhadap perempuan, mulai dari stereotipe mengenai hubungan asmara hingga ekspektasi terhadap peran tradisional perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Stereotipe terhadap perempuan yang muncul dalam antologi cerpen "Perempuan yang Memesan Takdir" mencerminkan pandangan masyarakat yang masih melekat dan memengaruhi persepsi terhadap perempuan. Tema ini relevan dengan permasalahan stereotipe gender dalam masyarakat, dan artikel ini mengajak untuk lebih mendalam memahami dan mengatasi stereotipe terhadap perempuan melalui kajian sastra dan perspektif feminis.
Analisis Struktur Teks Dongeng Api yang Indah Karya Endang Firdaus: Kajian Strukturalisme Wulanda; Al Furqan; Wirdatul Isnani; Anita Kurnia Rachman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur teks dongeng “Api yang Indah” karya Endang Firdaus dengan menggunakan kajian strukturalisme dengan fokus pada unsur-unsur intrinsik seperti alur cerita, penokohan, tema dan moral, latar, stile, ilustrasi, dan format. Penelitian ini mengggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan struktural. Sumber data adalah teks dongeng yang berjudul “Api yang Indah”. Data penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan unsur intrinsik teks. Data dianalisis untuk mengeksplorasi bagaimana struktur tersebut membentuk keseluruhan cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita dongeng ini menggunakan alur maju dengan urutan kejadian yang berurutan. Penokohan didominasi oleh tokoh utama, Ming, yang digambarkan sebagai seorang anak yang gigih dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan. Tema yang diangkat adalah semangat dan kegigihan yang menekankan keteguhan dan ketabahan menghadapi rintangan. Latar cerita dibagi menjadi latar waktu, tempat, dan suasana, yang digambarkan dengan jelas tanpa menyulitkan pembaca. Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk pembaca anak-anak. Ilustrasi dalam dongeng menarik dan sesuai dengan konten cerita. Selain itu, format buku yang menarik dan ramah anak juga menjadi nilai tambah. Secara keseluruhan, dongeng ini sangat cocok sebagai bacaan anak karena struktur yang menarik dan pesan moral yang positif yang terkandung di dalamnya
Analisis Makna Narit Maja Berdasarkan Bidang Agama dan Adat Istiadat Dalam Masyarakat Bireuen Al Furqan; Wulanda; Wirdatul Isnani; Azrul Rizki
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 2 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v6i2.1145

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna narit maja berdasarkan bidang keagamaan dan adat istiadat dalam masyarakat Bireuen. Data narit maja diperoleh dari tuturan masyarakat Bireuen dan buku Narit Maja Aceh. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif dengan metode cakap dengan teknik pancing, sadap, catat, dan rekam serta kaji dokumen. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. (1) dalam masyarakat Bireuen masih dilestarikan satra lisan berupa narit maja atau peribahasa sarana untuk menasehati, menegur, dan memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat; (2) dalam hasil penelitian ditemukan sepuluh peribahasa yang diturukan masyarakat dalam bidang keagamaan. Makna yang terkandung dalam peribahasa tersebut bermakna tentang kehidupan sosial keagamaan yang tujukan sebagai nasihat, hanya satu peribahasa yang ditujukan untuk menegur dengan kata yang kasar; (3) peribahasa yang bereveren adat istiadat terdapat enam contoh peribahasa yang sering dituturkan masyarakat. Peribahasa yang bereveren adat istiadat di dalamnya banyak yang berisi pedoman hidup tentang memuliakan tamu, menjaga adat, menjadi pribadi yang baik dalam masyarakat dan tidak iri atas pencapaian orang lain. Pada peribahasa yang bereveren adat istiadat juga terdapat makna yang menegur dan mencela; (4) secara umum makna peribahasa yang berkembangan dalam tuturan masyarakat Bireuen berisi tentang nasihat keagamaan dan pedoman bagi manusia untuk menjalankan hidup sehari-hari dalam masyarakat.