Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PENYEMPROT HAMA PADA TANAMAN PADI SECARA OTOMATIS DENGAN INFORMASI SMS GATEWAY BERBASIS ARDUINO Pakpahan, Arnold; Sirait, Regina
ATDS SAINTECH JOURNAL OF ENGINEERING Vol 1 No 1 (2020): Edisi Juni
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tanaman padi di Indonesia mengalami banyak penurunan akibat adanya serangan hama padi. Penelitian mengenai serangan hama pada tanaman padi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama yang menyerang tanaman padi di lahan persawahan. Penyemprotan hama di sawah adalah salah satu kegiatan pemeliharaan yang penting untuk budidaya tanaman padi. Kegiatan ini umumnya dilakukan secara manual oleh petani menggunakan alat pompa dan petani harus berjalan di antara tanaman padi, hal tersebut melelahkan dan dapat merusak tanaman. Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan sebuah alat penyemprotan hama otomatis. Dalam mengatasi masalah tersebut maka dibuat suatu sistem penyemprot hama tanaman padi otomatis dengan informasi SMS berbasis Arduino. Arduino merupakan pengendali mikro single - board yang bersifat open -source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Secara keseluruhan prinsip kerja alat ini yaitu pada alat penyemprot akan mengeluarkan pestisida secara otomatis dengan menggunakan sistem RTC ( Real Time Clock ) biasanya berupa IC yg mempunyai clock sumber sendiri dan internal batery untuk menyimpan data waktu dan tanggal. Sehingga jika sistem komputer / microcontroller mati waktu dan tanggal didalam memori RTC tetap uptodate. jika tabung mengalami kekosongan pestisida maka akan mendapatkan pemberitahuan secara otomatis melalui SMS.
RANCANG BANGUN ANTENA HELICAL UNTUK MEMPERKUAT SINYAL PADA JARINGAN CELLULAR MOBILE COMMUNICATION 1800 MHz Pakpahan, Arnold; Sirait, Regina
ATDS SAINTECH JOURNAL OF ENGINEERING Vol 1 No 2 (2020): Edisi Desember
Publisher : Akademi Teknik Deli Serdang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam menyampaikan informasi. Mobile cellular atau telephone selular menjadi salah satu kebutuhan penting dalam terselenggaranya komunikasi yang baik. Cellular mobile dapat berfungsi maksimal apabila kualitas sinyal/daya terima dan pacar yang baik. Kualitas sinyal/daya terima dan pacar yang baik apabila jarak antara BTS dan Mobile Station dekat, tidak semua daerah atau wilayah yang jarak BTS nya dekat, untuk itu diperlukan antena eksternal supaya dapat memperkuat pancaran sinyal/daya terima yang dipancarkan oleh BTS. Tujuan pembuatan tugas akhir ini adalah merancang dan membuat sebuah antena helical dengan gain sebesar 11,15 dBi sehingga dapat beroperasi pada rentang frekuensi 1710 MHz – 1880 MHz dan juga sebagai antena eksternal pada handphone untuk memperkuat sinyal pada jaringan cellular mobile communication. Metode yang diterapkan pembuatan tugas akhir ini yaitu, tahap awal yang dilakukan adalah survey pasar dan menyesuaikan dengan spesifikasi yang diinginkan, lalu tahap selanjutnya yaitu proses desain dan pembuatan antena helical, selanjutnya tahap akhir adalah melakukan pengujian antena secara laboratorium dan lapangan untuk mengetahui performa antena yang telah dibuat. Antena helical yang dirancang pada tugas akhir ini dengan frekuensi kerja 1710MHz – 1880 MHz, diameter antena 5,32 cm, circumference 16,70 cm, panjang antena 41,15 cm dan dengan10 lilitan serta diameter ground planenya 12,525 cm yang akan digunakan pada cellular mobile dengan gain yang diharapkan sampai 11, 15 dBi dan setelah dilakukan pengujian diperoleh pada rentang frekuensi 1710 MHz – 1880 MHz diperoleh gain11,15 dBi, dan terjadi penurunan gain yaitu pada rentang frekuensi 1808MHz - 1884 MHz serta hasil sinyal yang diterima pada jaringan cellular mobile/handphone setelah dipasang antena helical sinyal terima pada cellular mobile/handphone menjadi lebih baik dan stabil.
IMPLEMENTASI JARINGAN NIRKABEL XBEE PRO S2C DAN ESP8266 UNTUK PEMANTAUAN LOKASI PARKIR Morlan Pardede; Elferida Hutajulu; Regina Sirait
Jurnal Mantik Penusa Vol. 3 No. 3 (19): COmputer Science
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.072 KB)

Abstract

Due to the lack of information on the location of empty parking slots and the difficulty of users seeing empty parking slots in large parking locations, users need a relatively long time to find an empty parking slot. This study describes how to inform the location of empty parking slots and the number of parking slots available in a parking zone to parking managers and users with the XBee Pro S2C wireless networks. In this system the parking location is divided into 3 (three) zones and each parking zone is equipped with a sensor node consisting of Arduino Mega 2560, ultrasonic sensor HC-SR04, XBee ProS2C and ESP8266 . Sensor nodes for each zone detect empty parking slots, calculate the number of vehicles and send parking zone information to the monitoring center via a wireless network so that parking attendants can see parking information from each zone on the monitoring center computer. Parking information is also sent by the sink node to the webserver using ESP8266 and the ThingSpeak.com webserver so users can access parking information via the internet. By implementing Zigbee XBee Pro S2C network firmware can expand parking spot monitoring.
Laboratory Room Control Access and Monitoring System Using Fingerprint and XBee Pro S2C Morlan Pardede; Elferida Hutajulu; Regina Sirait
Jurnal Mantik Vol. 4 No. 3 (2020): November: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.Vol4.2020.1035.pp1921-1928

Abstract

To able to control the use of laboratory rooms, equipment that can control the access and monitoring the room is needed. This paper describes the room access controller which consist of the fingerprint R307 sensor, LCD, solenoid key, XBee ProS2C, and Arduino Mega 2560. The door room will open if the user has the autorization to open the door’s fingerprints scan. If the door is open then students can register their attendance by scanning their fingerprints. The door will be closed if the authorized user scan his fingerprints again. For each known fingerprint, the microcontroller will send the user ID number to the computer. In the central computer, the list of room users is recorded and saved on a file after the door is closed. With this experiment, the method obtained a tool that can control the access to the laboratory room and can monitor the use of three rooms on the monitoring computer. According to the test results, the tool has been able to control the access and monitor three rooms where the time for fingerprint scanning to be registered on the computer is 2 seconds at the fastest and success rate of scanning a fingerprint is 84.87% on average.
Implementation of multi-hop lora network for centralized remote display of running text message based on IoT Morlan Pardede; Elferida Hutajulu; Regina Sirait; Junaidi Junaidi; Arnold Pakpahan
Jurnal Mantik Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus: Manajemen, Teknologi Informatika dan Komunikasi (Mantik)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/mantik.v7i2.4117

Abstract

Running text is a promotional and information billboard made by LED. It can be programmed by using a computer to display text, images, and animations. Running text makes people interested to read some message because a color of the lights and animation. For wide location such as campuses, airports and many more place, several running texts are needed. It’s difficult to change some message manually one by one. It will spend energy and time. To solve the problem, this research was conducted to create a system to display of messages on three running texts centrally using a multihop LoRa wireless network. Each running text board consists of four P10 panel boards, an ESP 32 as a microcontroller, and a LoRa SX1276 as a sender and receiver. Message setting is done from a computer connected to the Gateway or from an android phone via Telegram bot. The results are LoRa power 10 dBm, distance between nodes can be reached 110 m. The amount of round-trip time (RTT) for point to point is 103 ms and for two hops of 1221 ms. The length of the message that can be sent 256 characters with the character patterns available in the DMD 32 library. This system is very suitable to support areas where internet is not available. The signal emitted by LoRa is Line of sight for achieve maximum coverage. The antenna between the nodes must be installed facing without obstruction
Analisa Unjuk Kerja nRF24l01 Pada Komunikasi Multi Hop Dengan Database Lokal Nicodemus Firman River Hutabarat; Regina Sirait; Daniel Halomoan Saragi Napitu
Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.995 KB)

Abstract

Jaringan sensor nirkabel dengan multi hop meningkatkan luas jangkauan node sensor. Dalam komunikasi tanpa kabel, ada banyak modul transceiver yang dapat digunakan. Pada tulisan ini dipaparkan unjuk kerja nRF24L01 dalam komunikasi multi hop untuk jaringan sensor dengan basis data lokal. Unjuk kerja jaringan dengan transceiver nRF24L01 diuji dengan membangun jaringan sensor dengan basis data lokal. Jaringan sensor akan terdiri dari tiga bagian besar, yaitu: Node sensor, Node sink dan basis data lokal. Node sensor terdiri dari dua sensor untuk memindai kondisi lingkungan sekitar, sebuah transceiver nRF24L01 sebagai saluran komunikasi. Node sensor dapat mengirimkan data secara langsung menuju node sink atau melalui node sensor lain sebagai perantara. Node sink merupakan tujuan akhir semua data pemindaian yang dilakukan oleh node sensor dan akan menyimpan data ke basis data lokal. Unjuk kerja yang dianalisa terdiri dari paket loss, delay pengiriman data, rata-rata waktu pelayanan, masing-masing parameter tersebut diukur dalam konfigurasi jaringan yang berbeda. Konfigurasi yang digunakan antara lain pengiriman data point to point dengan variasi jarak antar node, pengiriman data dengan perantara. Dari hasil pengujian yang dilakukan pengiriman point to point Transceiver nRR24L01+ dapat mengirimkan data sampai dengan 28meter dengan delay rata-rata 9.6. millisecond dan rata-rata paket loss 20%.
RANCANG BANGUN ALAT MONITORING TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN ESP32 CAM DAN ARDUINO UNO BERBASIS IOT Gultom, Vangelium Viere; Sirait, Regina
Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi Vol. 2 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman anggrek memerlukan suhu udara antara 21oC-30oC, kelembapan udara 60%-80% dan intensitas cahaya matahari berkisar 30%-60%. Tanaman anggrek adalah tanaman yang memerlukan perawatan intensif dan tanaman anggrek harus terhindar dari hama yang dapat merusak pertumbuhan pada tanaman anggrek. Dari permasalahan tersebut dirancang alat monitoring untuk memudahkan pembudidaya dalam hal merawat tanaman anggrek. Alat ini menggunakan mikroktroller Arduino Uno dan ESP32 CAM, sensor DHT11 sebagai monitoring suhu dan kelembapan, sensor LDR untuk monitoring itensitas cahaya dan hasil ukur yang diperoleh sensor DHT11 dan sensor LDR akan ditampilkan pada aplikasi Bynk, Sensor PIR untuk mendeteksi gerakan hama serta buzzer yang menghasilkan suara untuk mengusir hama yang dideteksi sensor PIR dan motor servo berguna untuk membuka dan menutup atap. Kamera yang terdapat pada ESP32 CAM akan ditampilkan pada aplikasi telegram. Hasil yang diharapkan adalah alat ini akan otomatis menyiram dengan cara menyemprotkan melalui nozzle dengan ketentuan suhu >30oC, motor servo membuka atap dengan ketentuan nilai itensitas cahaya >=30% dan bergerak menutup atap apabila nilai itensitas cahaya >60% dan buzzer berhasil mengusir hama ketika terdeteksi adanya gerakan pada sensor PIR. CAMera pada ESP32 CAM dapat berfungsi untuk mengetahui kondisi perkembangan pada tanaman anggrek.
Sistem Pemantauan dan Pengendali Lampu Ruangan Laboratorium Berbasis NodeMCUESP8266 dengan Aplikasi Telegram Bot Pardede, Morlan; Hutajulu, Elferida; Sirait, Regina
-
Publisher : RELE (Rekayasa Elektrikal dan Energi) : Jurnal Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.13 KB) | DOI: 10.30596/rele.v4i2.9562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan pemakaian lampu ruangan laboratorium sehingga dapat menghemat pemakaian daya listrik. Pada penelitian ini telah dilakukan pemantauan dan pengendalian lampu pada tiga ruangan dengan tiga node sensor secara terpusat melalui jaringan WiFi dan internet menggunakan aplikasi Telegram bot. Saat operasi manual lampu dapat dinyala/padamkan dengan meng-click tombol bot lampu pada ponsel atau dengan menekan saklar tombol lampu pada ruangan. Saat operasi otomatis lampu menyala bila ada gerak orang dan akan padam bila tidak ada gerakan selama 50 detik. Penelitian ini menggunakan nodeMCU ESP8266 sebagai pusat pemrosesan dan pengirim informasi ruangan ke cloud Telegram bot, sensor PIR-SR501 mendeteksi gerak orang, sensor arus ACS712 mendeteksi putusnya lampu, saklar tombol untuk menyala/padamkan lampu dari dalam ruangan dan akun Telegram bot untuk sarana komunikasi nodeMCU dengan pemakai. Dari hasil pengujian didapat bahwa jangkauan sensor PIR maksimum 5m dan semakin mengecil jika sudutnya semakin menyimpang. Jarak antara node sensor dengan hotspot maksimum 29m. Waktu delay antara perintah menyalakan lampu dari Telegram bot hingga lampu menyala paling cepat 2 detik. Waktu delay antara perintah menyalakan lampu hingga notifikasi diterima (round trip) rata-rata 5,7 detik dan dipengaruhi konektivitas internet. Delay ini semakin besar jika semakin banyak node sensor yang dilayani Telegram bot.
Implementation of BLE and LoRa Communication Channels on monitoring system Fish Pond Water Level in Rural areas Based Internet of Things Pardede, Morlan; Sirait, Regina; Hutajulu, Elferida; Banurea, Waldemar
Bahasa Indonesia Vol 16 No 05 (2024): Instal : Jurnal Komputer
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study designs and develops a water level monitoring system for fish ponds based on the Internet of Things (IoT) using wireless communication channels Bluetooth low energy (BLE) and Lo-Ra The system consists of a Sensor Node, Repeater, Gateway, and the Blynk Cloud application. The Sensor Node detects the water level and pump condition, processes the data, and transmits it to the Repeater via BLE signals. The Repeater receives information from the Sensor Node and sends it to the Gateway using Lo-Ra signals. The Gateway receives the data and send it to the Blynk Cloud via WiFi and cellular networks. To conserve battery usage on the Repeater, the transmission process is scheduled periodically, where after sending information to the Gateway, the ESP-32 enters deep sleep mode for 60 seconds before resuming operation. Based on testing, the JSN-SR04T ultrasonic sensor can measure pond water levels ranging from 20 cm to 200 cm with a maximum error of 3% and an average error of 1%. The communication range of BLE in LOS (Line of Sight) areas with a 7dBi antenna can reach up to 40 meters, while the communication range of LoRa can reach up to 700 meters. By utilizing deep sleep mode on the Repeater to delay delivery battery usage is significantly more efficient compared to using the delay function, where a delivery delay of 60 seconds saves 143% and the longer the delay, the more economical the use of deep sleep. The water level and pump condition messages from the Sensor Node to the operator via Blynk vary between 8 to 25 seconds, depending on the internet signal.
Threshold Potential Simulation on Grounding System using CYMGround Substation Program FITRIANI, AYU; PANJAITAN, JOEL; SYAHPUTRA, SOFYAN ANWAR; PAKPAHAN, ARNOLD; SIRAIT, REGINA; HUTAJULU, ELFRIDA
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 13, No 1: Published January 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v13i1.1

Abstract

Excessive fault current on a poor grounding system can cause several symptoms such as the appearance of touch and step voltage and affect the grounding resistance value. This study aims to design a grounding system with variations in the number of conductors and embedded rods where that can have a good impact on the grounding system, which can help reduce the occurrence of excessive fault currents and reduce the value of touch voltage and step voltage that appears. The research method used in this study is the Wenner Method (four-point method) where which method is used in simulating a grounding system that affects the variation in the number of conductors and embedded rods using CYMGRD (CYMGround Substation Program) software. The test results show that the maximum touch voltage value is 729.01 Volts and the maximum step voltage value is 2423.88 Volts. The simulation results state that the condition of the grounding system with variations in the number of conductors and embedded rods is stated in a safe condition.