Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Awan Sebagai Inspirasi Perancangan Feminine Romantic Style Nadila Layla; Novina Yeni Fatrina; Mega Kencana; Desra Imelda
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1340

Abstract

Karya berjudul “Awan sebagai Inspirasi Perancangan Busana Feminine Romantic Style” bertujuan untuk menciptakan busana yang menampilkan karakter lembut, anggun, dan romantis dengan mengambil inspirasi dari bentuk awan, khususnya awan cirrus dan cumulus. Awan dipilih sebagai sumber ide karena memiliki bentuk yang dinamis, ringan, serta menghadirkan kesan tenang yang selaras dengan konsep feminine romantic style. Dalam penciptaan karya ini, pengkarya memperoleh data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode yang digunakan meliputi tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya secara sistematis dan terarah. Karya yang diciptakan berupa gaun dengan tambahan layer pada beberapa busana untuk memberikan kesan lembut, ringan, dan mengalir menyerupai bentuk awan. Dalam proses perancangan, pengkarya menerapkan siluet A-line pada ketiga busana untuk mempertahankan kesan feminine dan elegan pada setiap karya. Teknik yang digunakan meliputi spiral fabric, scallop hem, ruffles, serta hiasan payet sebagai point of interest. Pengkarya menggunakan warna biru muda, biru tua, putih, serta sentuhan warna silver dari kain songket yang merepresentasikan nuansa awan yang lembut, tenang, dan elegan. Hasil akhir dari karya ini yaitu busana ready to wear sebanyak satu karya, ready to wear deluxe sebanyak satu karya, dan haute couture sebanyak satu karya. Karya ini dipresentasikan dalam pagelaran busana di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada 04 Juni 2026.
Implementasi Gangguan Psikologis Borderline Personality Disorder pada Gaya Busana Avant Garde Indah Faraswati; Novina Yeni Fatrina; Nofi Rahmanita; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1357

Abstract

Karya berjudul “Implementasi Gangguan Psikologis Borderline Personality Disorder pada Gaya Busana Avant Garde” bertujuan untuk menciptakan busana dengan karakter emosi tidak stabil, citra diri yang rapuh, perilaku impulsif, dan ketakutan mendalam akan ditinggalkan. Metode penciptaan karya dilakukan melalui eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan referensi dan pengembangan dari ide gaya busana avant garde. Tahap perancangan memiliki beberapa tahapan yaitu pembuatan sketsa alternatif, pemilihan warna, pemilihan bahan, serta pembuatan teknik spiral fabric, teknik slashing, teknik lekapan benang, teknik sulam payet, teknik ronce, teknik sakiko, dan teknik drapping. Hasil akhir dari karya ini dibuat dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, haute couture, masing-masing sebanyak satu karya. Penerapan teknik spiral fabric, teknik slashing dan teknik sulam payet pengkarya gunakan sebagai visualisasi gejala gangguan psikologis borderline personality disorder. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan fashion dengan tema gangguan psikologis.
Korsase Bunga Mawar Pada Busana Pesta Malam Yasa Mutiara Putri; Desra Imelda; Nofi Rahmanita; Novina Yeni Fatrina
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1364

Abstract

Penciptaan karya ini dilatar belakangi oleh keindahan dan makna simbolis bunga mawar sebagai sumber inspirasi dalam desain busana pesta malam. Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah penerapan korsase pada busana pesta malam umumnya masih bersifat sederhana dan belum banyak dikembangkan sebagai elemen hias utama yang dipadukan dengan unsur budaya lokal. Tujuan penciptaan karya ini adalah menciptakan busana pesta malam yang elegan, inovatif, dan bernilai estetis melalui penerapan korsase bunga mawar jenis megawati yang dipadukan dengan kain songket Silungkang. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Teknik yang diterapkan meliputi teknik korsase sebagai hiasan utama, teknik ruffle dan flounce untuk menciptakan volume dan dinamika bentuk, sulam payet sebagai sentuhan dekoratif, serta penerapan kain songket Silungkang sebagai unsur budaya. Korsase dibuat dalam berbagai ukuran dan diaplikasikan pada bagian dada, pinggang, dan rok untuk menghasilkan komposisi visual yang harmonis. Hasil penciptaan berupa tiga tingkatan busana, yaitu Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Haute Couture, dengan perpaduan warna marun dan hitam yang menampilkan karakter feminin, elegan, dan eksklusif. Penerapan korsase bunga mawar berhasil menjadi pusat perhatian (center of interest), sedangkan kombinasi teknik hias dan songket Silungkang mampu meningkatkan nilai estetika sekaligus memperkuat identitas budaya lokal pada busana pesta malam.
Busana Pengantin Terispirasi dari Kebaya Labuh Riau Sakira Ramadhani; Novina Yeni Fatrina; Mega Kencana; Dini Yanuarmi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1384

Abstract

Karya ini bertujuan untuk menciptakan busana pengantin yang terinspirasi dari kebaya labuh Riau. Penciptaan karya ini menggunakan teknik hias sulam payet, lekapan kain, dan juga teknik bordir. Pengkarya menggunakan warna merah maroon, navy dan kuning. Di setiap tingkatan busana divarisikan dengan penambahan godet. Dalam penciptaan karya ini, pengkarya memperoleh data dengan cara observasi dengan cara datang ke museum Sang Nila yang berada di Pekanbaru Riau, dan tinjauan pustaka yang dilakukan di perpustakaan Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Metode yang digunakan yaitu dengan cara eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Karya yang dihasilkan berupa tiga kategori busana, seperti ready to wear sebayak 1 karya, ready to deluxe sebayak 1 karya, dan haute couture sebayak 1 karya. Karya ini telah dipertunjukkan dalam bentuk fashion show yang diselenggarakan di Gedung pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada tanggal 1 Juni 2026.
Anyaman Renggang  pada Exotic Dramatic Style Septiana Nurlaila; Novina Yeni Fatrina; Dini Yanuarmi; Mirda Aryadi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jmxyz657

Abstract

The final project titled "Open Weave With a Exotic Dramatic Style" involves the creation of fashion pieces that embody the exotic dramatic style concept and utilize an open weave decorative technique. The project presents three categories of garments: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. These are crafted from high-quality material such as semi-wool, bridal fabric, and tulle combined with traditional batik and lurik woven fabric. The creative process involved several stages: exploration, field observation, literature review, visual design (moodboard and sketches), and final execution. Regarding visual elements and design principles, the design incorporates linear elements (horizontal for the weft and vertical for the warp). An ethnic nuance is emphasized by using lurik fabric for the warp structure of the weave and batik as the primary garment material. To maintain the strength, stability, and consistent spacing of the open weave pattern, a locking technique using hand-stitched blind hems (sum) was applied. Decorative detail specifically sequin embroidery and accessorie were added to enhance the aesthetic, creating a look that is luxurious, dramatic, and expressive. This work aims to foster pride in cultural identity, broaden perspectives within the fashion world, and inspire the younger generation to develop fashion rooted in local culture. The resulting pieces are titled "Ethereal Interlace" (ready-to-wear), "Lattice of Elegance" (ready-to-wear deluxe), and "The Woven Enchantment" (haute couture).
Harajuku Style Dalam Busana Casual Salsabilla Cahyani Irawan; Desra Imelda; Novina Yeni Fatrina; Fendi Nofrian
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1393

Abstract

Perkembangan industri fashion mendorong lahirnya berbagai inovasi desain melalui perpaduan budaya dan gaya berpakaian. Salah satu gaya yang memiliki karakter visual kuat adalah harajuku style, sedangkan busana casual lebih menekankan aspek kenyamanan dan fungsionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mewujudkan, dan menganalisis penciptaan busana casual yang mengadaptasi karakter visual harajuku style. Penelitian menggunakan metode penelitian penciptaan (practice-based research) yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan evaluasi karya. Proses eksplorasi dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka untuk memperoleh konsep desain yang sesuai. Hasil penelitian berupa tiga karya busana, yaitu Candy Riot sebagai ready-to-wear, Polydolla sebagai ready-to-wear deluxe, dan Lumina Obscura sebagai haute couture. Ketiga karya menerapkan karakteristik harajuku style melalui penggunaan warna kontras, bentuk asimetris, ruffles, aplikasi rajut, dan sulam payet yang dipadukan dengan prinsip desain sehingga menghasilkan busana yang ekspresif, estetis, dan tetap mempertahankan fungsi serta kenyamanan busana casual. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter visual harajuku style dapat diadaptasikan ke dalam berbagai tingkatan produk fashion tanpa menghilangkan identitas desain maupun aspek fungsional. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan desain mode yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan busana casual.
Penerapan Tenun Ulos Pada Busana Gothic Romantic Naila Latifa; Desi Trisnawati; Fendi Nofrian; Novina Yeni Fatrina
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1398

Abstract

Karya tugas akhir yang berjudul “Perancangan Busana Gothic Romantic Dengan Penerapan Tenun Ulos” merupakan penciptaan karya busana yang mengusung gaya gothic romantic. Konsep penciptaan ini memadukan estetika gothic yang gelap, misterius, dan dramatis dengan keanggunan era Victorian serta romantisme, di mana Tenun Ulos Ragihotang dipilih sebagai elemen utama karena memiliki nilai filosofis mengenai ikatan kasih sayang yang erat dalam budaya masyarakat Batak. Metode penciptaan dimulai dengan tahapan eksplorasi melalui wawancara dan studi pustaka, dilanjutkan dengan perancangan yang mencakup pembuatan moodboard, sketsa alternatif, hingga pengembangan desain terpilih yang mengacu pada tren mode terkini dengan tetap mempertahankan identitas tradisional. Proses teknis meliputi pembuatan pola 1:4 (pecah pola), diikuti dengan pemotongan bahan, penyatuan sisi busana (penjahitan), serta teknik menghias busana seperti korsase, lekapan, dan aplikasi payet untuk menciptakan detail yang artistik, bervolume, dan mewah. Hasil karya yang diwujudkan terdiri dari tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear dengan judul "Dark Reverie", ready to wear deluxe dengan judul "Midnight Blossom", dan haute couture dengan judul "Eternal Noir". Penciptaan busana ini bertujuan sebagai media pelestarian budaya, peningkatan apresiasi terhadap kain tradisional, serta upaya memperkenalkan warisan budaya ke ranah modern.