Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN TERHADAP KONDISI MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA: literature review Novita kenedy; suci fajrina suci fajrina; mega kencana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9718

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the learning process at various levels of education. This article aims to examine the relationship between the use of digital media in learning related to mental health and student learning motivation using a literature review method. Data sources were obtained from various studies, journals, and previous scientific publications over the past five years. The results of the study indicate that the use of digital media has a positive influence on student learning motivation, particularly through the presentation of interactive materials, attractive visuals, creating a lively classroom atmosphere, thus providing easy access to information. However, on the other hand, several studies also show negative impacts that should not be overlooked, such as increased academic anxiety, digital fatigue, and decreased focus due to excessive use of technological devices. Overall, the use of digital media in learning can provide significant benefits for student learning motivation but needs to be balanced with wise management to avoid negative impacts on students' mental health. This article implies that educators need to design learning strategies that are balanced, controlled, and oriented towards students' psychological well-being.
Palestinian Issues in Contemporary Fashion Suci Arma Wahyu Nasution; Desra Imelda; Mega Kencana; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1327

Abstract

Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menghadirkan isu kemanusiaan Palestina melalui media fashion yang komunikatif, estetis, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Karya ini bertujuan menciptakan busana kontemporer yang mengolah simbol khas Palestina, meliputi keffiyeh, kawat berduri, peta Palestina, warna bendera, figur demonstran, kebakaran, reruntuhan, dan kaligrafi sebagai representasi perjuangan, ketahanan, serta harapan. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka, analisis framing, dan eksplorasi bentuk, bahan, serta teknik hias berupa lekapan, tumpuk benang, sulaman manik-manik, burn manipulation, dan bordir. Hasil penciptaan terdiri atas tiga kategori busana, yaitu Ready-to-Wear, Ready-to-Wear Deluxe, dan Haute Couture, yang ditampilkan melalui pergelaran busana dengan karakter desain kuat serta memuat pesan syiar dan dukungan terhadap Palestina. Karya ini menunjukkan bahwa fashion dapat berfungsi sebagai media ekspresi artistik sekaligus bahasa visual untuk menyampaikan kepedulian, nilai kemanusiaan, dan harapan bagi masyarakat Palestina.
Aksara Incung Pada Penciptaan Busana Upcycled Luhfia Sukma Ayu; Desra Imelda; Mega Kencana; Nofi Rahmanita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1331

Abstract

Aksara incung merupakan warisan budaya yang berasal dari masyarakat Kerinci dan dahulunya digunakan oleh nenek moyang untuk menulis mantera-mantera, hukum adat dan surat yang dituliskan pada tanduk kerbau, tanduk sapi, daun lontar dan bambu sebelum penggunaan huruf latin berkembang. Kehadiran aksara incung tidak hanya sebagai media tulisan, namun juga mengandung nilai histori dan bentuk visual yang khas sehingga berpotensi menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya fesyen. Penciptaan busana ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk visual aksara incung ke dalam busana sekaligus menyuarakan penerapan fesyen berkelanjutan melalui konsep upcycled yang diwujudkan ke dalam karya ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture yang dirancang dan dibuat menggunakan pakaian bekas dengan penerapan teknik patchwork. Proses penciptaan dilakukan melaui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya yang berfokus pada transformasi limbah tekstil menjadi produk fesyen baru yang bernilai estetis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visual aksara incung dapat diwujudkan menjadi bentuk, detail, dan struktur busana sehingga menghasilkan busana yang tidak hanya memiliki nilai artistik, namun juga menjadi bentuk pelestarian budaya Kerinci serta seruan terhadap penggunaan fesyen berkelanjutan
Awan Sebagai Inspirasi Perancangan Feminine Romantic Style Nadila Layla; Novina Yeni Fatrina; Mega Kencana; Desra Imelda
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1340

Abstract

Karya berjudul “Awan sebagai Inspirasi Perancangan Busana Feminine Romantic Style” bertujuan untuk menciptakan busana yang menampilkan karakter lembut, anggun, dan romantis dengan mengambil inspirasi dari bentuk awan, khususnya awan cirrus dan cumulus. Awan dipilih sebagai sumber ide karena memiliki bentuk yang dinamis, ringan, serta menghadirkan kesan tenang yang selaras dengan konsep feminine romantic style. Dalam penciptaan karya ini, pengkarya memperoleh data melalui observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode yang digunakan meliputi tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya secara sistematis dan terarah. Karya yang diciptakan berupa gaun dengan tambahan layer pada beberapa busana untuk memberikan kesan lembut, ringan, dan mengalir menyerupai bentuk awan. Dalam proses perancangan, pengkarya menerapkan siluet A-line pada ketiga busana untuk mempertahankan kesan feminine dan elegan pada setiap karya. Teknik yang digunakan meliputi spiral fabric, scallop hem, ruffles, serta hiasan payet sebagai point of interest. Pengkarya menggunakan warna biru muda, biru tua, putih, serta sentuhan warna silver dari kain songket yang merepresentasikan nuansa awan yang lembut, tenang, dan elegan. Hasil akhir dari karya ini yaitu busana ready to wear sebanyak satu karya, ready to wear deluxe sebanyak satu karya, dan haute couture sebanyak satu karya. Karya ini dipresentasikan dalam pagelaran busana di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada 04 Juni 2026.
Penciptaan Busana Art Of Beat Style Dengan Teknik Lekapan Benang Dan Kancing Hafiza Khairunnisa; Mega Kencana; Dini Yanurmi; Fadri Rahmat
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1361

Abstract

Art of Beat Style merupakan gaya busana yang menonjolkan kebebasan berekspresi melalui bentuk, warna, dan detail yang unik. Penelitian penciptaan ini bertujuan menghasilkan busana Art of Beat Style dengan menerapkan teknik lekapan benang dan kancing yang dipadukan dengan kain wastra berupa batik cap bermotif abstrak. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya melalui tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan untuk mengkaji sumber ide, karakteristik gaya, material, serta teknik hias yang digunakan. Tahap perancangan meliputi pengembangan konsep, pembuatan desain, pemilihan bahan, warna, dan teknik hias, sedangkan tahap perwujudan meliputi proses produksi hingga penyajian karya. Hasil penciptaan berupa tiga kategori busana, yaitu ready to wear Harmoni, ready to wear deluxe Ritmik, dan haute couture Ekspresia. Ketiga karya menerapkan prinsip keseimbangan asimetris, penggunaan warna kontras, serta teknik lekapan benang dan kancing sebagai elemen dekoratif yang memperkuat karakter Art of Beat Style. Karya akhir dipresentasikan melalui pagelaran busana sebagai media apresiasi hasil penciptaan.
Busana Pengantin Terispirasi dari Kebaya Labuh Riau Sakira Ramadhani; Novina Yeni Fatrina; Mega Kencana; Dini Yanuarmi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1384

Abstract

Karya ini bertujuan untuk menciptakan busana pengantin yang terinspirasi dari kebaya labuh Riau. Penciptaan karya ini menggunakan teknik hias sulam payet, lekapan kain, dan juga teknik bordir. Pengkarya menggunakan warna merah maroon, navy dan kuning. Di setiap tingkatan busana divarisikan dengan penambahan godet. Dalam penciptaan karya ini, pengkarya memperoleh data dengan cara observasi dengan cara datang ke museum Sang Nila yang berada di Pekanbaru Riau, dan tinjauan pustaka yang dilakukan di perpustakaan Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Metode yang digunakan yaitu dengan cara eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Karya yang dihasilkan berupa tiga kategori busana, seperti ready to wear sebayak 1 karya, ready to deluxe sebayak 1 karya, dan haute couture sebayak 1 karya. Karya ini telah dipertunjukkan dalam bentuk fashion show yang diselenggarakan di Gedung pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia Padangpanjang pada tanggal 1 Juni 2026.
Modest Wear dengan Unsur Tabir Pelaminan Melayu Siak Audyra Nasya; Mega Kencana; Desi Trisnawati; Fendi Nofrian
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/n63jsj49

Abstract

This work, titled "Modest Wear with Elements of the Siak Malay Wedding Dais Canopy," draws inspiration from the decorative canopy panels—characterized by tongue-like shapes—found on the ceilings of Siak Malay wedding daises. These forms have been adapted into modest wear designs across three categories: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. The creation process incorporates Songket Siak—a traditional woven fabric—featuring the bunga tanjung (tanjung flower) motif, a signature design from Riau. The color palette reflects the traditional Siak Malay wedding dais—red, yellow, and green—while details such as tekat embroidery featuring the pucuk pakis (fern shoot) motif—another Riau signature—are applied to the garments. Materials utilized include bridal satin, Kawasaki silk, pleated satin, and Songket Siak. The creative process involved observation, interviews, and reference gathering related to the concept, alongside a literature review concerning modest fashion and Siak Malay wedding daises. The designs incorporate 2025 trend forecasts for contemporary modest fashion, emphasizing simple, minimalist, and loose-fitting silhouettes. The resulting collection comprises three tiers: ready-to-wear (Suji Seloka), ready-to-wear deluxe (Suji Danendra), and haute couture (Suji Singgasana). These garments were showcased at the "Malenggang #4" event—themed "Fashion Fusion"—held at the Hoeridjah Adam Performance Hall gallery at the Indonesian Institute of the Arts (ISI) Padangpanjang on June 2, 2026.
Busana Kontemporer  dengan Batik Motif Nebula Orion Fatricia M; Mega Kencana; Desra Imelda; Fadri Rahmat
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3knhgh59

Abstract

The creation of this artwork is inspired by the cosmic visual beauty of the Orion Nebula (Messier 42), an astronomical phenomenon featuring a giant molecular cloud that emits dramatic color gradations from hydrogen gas and cosmic dust. These abstract, dynamic, and irregular visual characteristics are transformed into the realm of fashion through the design of contemporary clothing combined with modern batik. The creation methods applied include exploration (observation, literature study), material experimentation, design processes (trends, moodboard, sketches), and the physical realization of the garments. This contemporary clothing collection is classified into three fashion tiers utilizing core materials such as cotton dobby fabric (as the medium for manual batik), black velvet (representing outer space), silk foil, and ombre silk chiffon and pleated tulle. The three categories consist of: Ready-to-Wear (titled Abendstern) which focuses on functional-minimalist male silhouettes; Ready-to-Wear Deluxe (titled Staubwelle) featuring more complex asymmetrical construction, luxurious textures, and a glow-in-the-dark effect; and Haute Couture (titled Himmelskonigin) as the pinnacle of women's high fashion, exploring layered draping techniques and dramatic scattered sequin details. Through the deconstruction of Indonesian heritage textiles (wastra nusantara), this work successfully harmonizes transcendent cosmic imagination with a modern, international fashion outlook, presented through a fashion show at the Hoeridjah Adam Building, ISI Padangpanjang.