Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ORNAMEN MASJID ASASI SIGANDO KOTA PADANGPANJANG Mirda Aryadi; Asril S; Febri Yulika
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 1 (2020): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v9i1.17902

Abstract

AbstrakMasjid Asasi Sigando menerapkan ornamen sebagai salah satu bagian dari bangunannya. Fungsi secara umum dari penempatan ornamen pada masjid Asasi sebagai penghias, hal ini juga berlaku pada bangunan yang khas Minangkabau lainnya. Penempatan ornamen pada masjid ini, hampir terdapat pada seluruh dinding luar. Ornamen yang diterapkan pada bagian dinding masjid seperti singok, pereang, papan banyak, papan sakapieng, dan salangko. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang berifat deskriptif. Ornamen Masjid Asasi memiliki keindahan dari segi motif yang belum dikaji secara keilmuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara obervasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Hasil tentang ornamen Masjid Asasi bahwa ide penciptaan motif ornamen berlandaskan pada bentuk alam seperti, tumbuhan, hewan, alam benda dan manusia. Selain itu penempatan masing-masing motif juga disusun pada bagian masjid yang memiliki nama tertentu.Kata Kunci: masjid asasi, ornamen, motif.AbstractAsasi Sigando Mosque uses ornaments as one part of the building. The general function of the placement of ornaments on the Asasi mosque as decoration, this also applies to other typical Minangkabau buildings. Placement of ornaments on this mosque, almost found on the entire outer wall. Ornaments applied to the walls of the mosque such as singok, pereang, papan banyak, papan sakapieng, and salangko. This research uses descriptive qualitative research methods. Asasi Mosque ornaments have beauty in terms of motifs that have not been studied scientifically. Data collection is carried out by means of observation, interviews, documentation and literature study. The result of Asasi Mosque ornaments is that the idea of creating ornamental motifs is based on natural forms such as plants, animals, natural objects and humans. In addition, the placement of each motif is also arranged on the part of the mosque that has a certain name. Keywords: asasi mosque, ornaments, motifs.
STILISASI MOTIF TUMBUHAN PADA FASHION AKSESORIS KALUNG MEDIA KUNINGAN Mirda Aryadi; Irja Irja
Style : Journal of Fashion Design Vol 2, No 1 (2022): Style: Journal of Fashion Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v2i2.3265

Abstract

Penelitian “Stilisasi Motif Tumbuhan pada Fashion Aksesoris Kalung Media Kuningan“ ini bertujuan untuk membuat varian baru aksesoris pelengkap fashion yang simple dan mewah dengan menggunakan bahan plat kuningan dengan teknik etsa logam yang sumber bahan baku maupun  pengerjaan mudah didapatkan dan dikerjakan. Metode penciptaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi, perancangan dan perwujudan dengan pendekatan estetika. Pembuatan karya ini diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat maupun pegiat fashion, dengan memperkenalkan teknik etsa pada penggarapan plat kuningan bertemakan motif stilisasi tumbuhan sebagai aksesoris sebagai upaya memperluas ilmu pengetahuan dengan aspek pendekatan estetis. Hasil dari karya ini berupa kalung bertemakan tumbuhan yang  digunakan pada pelengkap busana.
MOTIF TANAMAN KOPI PADA BAJU TALUAK BALANGO Indah Erda Ningsih; Dini Yanuarmi; Rahmad Washinton; Mirda Aryadi; Fadri Rahmat
Style : Journal of Fashion Design Vol 2, No 1 (2022): Style: Journal of Fashion Design
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/style.v2i2.3267

Abstract

The coffee plant has a taproot, straight down, short and strong. The taproot is approximately 45-50 cm long, which basically has 4-8 side roots that descend down 23 cm. Coffee leaves are long, striped to the sides, wavy, dark green, and tapered at the ends. Leaves grow and are arranged side by side in the armpits of the stems, branches and twigs. A pair of leaves located in the same plane and branches that grow horizontally.The shape of the coffee plant that has been described, the creators make it as a source of ideas as an ornamental motif. The coffee plants that are used as motifs are the flower parts, leaves, fruit, and twigs that are applied to the balango taluak. Taluak balango is clothing for men in Minangkabau, the hallmark of the taluak balango shirt is using seams on the side of the shirt where there is a siba with a length below the waist, a round neck without a collar and slightly slit to the chest. The balango taluak shirt is usually worn with a trouser suit, worn in events, traditional ceremonies, religious and other formal events. The method used in the creation of this work is the method of exploration, design and embodiment with an aesthetic approach. This work is expected to be able to contribute to the wider community, by introducing the depiction of coffee plant motifs on balango taluak. The balango taluak used and used in the Minangkabau area does not have specific provisions related to its decorative motifs.
Exploration of Fabric Applique Techniques in Designing Art of Beat Style Fashion Nur Tasya; Dini Yanuarmi; Mirda Aryadi; Fadri Rahmat
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/4zpwd594

Abstract

Art of beat style fashion is an art from that demonstrates freedom of expression, creativity, and a unique artistic flair. This style emerged as a rejection of mainstream aesthetics by showcasing a distinctive, artistic, and individual visual character. One of the techniques used in this fashion is fabric applique, which can create decorative, complex, and artistic surface designs. The method of creation is carried out through exploration, design, embodiment, and presentation. The exploration stage involves gathering references and developing the art of beat style concept. The design stage includes sketching, color selection, and material selection, as well as experimenting with fabric applique techniques combined with thread applique, thread embroidery, sashiko, and ruffle. The implementation stage involves pattern making, cutting the material, applying decorative techniques, and finishing the garment. The creations are presented in three levels of fashion: ready to wear entitled neon reverie, ready to wear deluxe entitled chaos in color, and haute couture entitled spectrum renjana. The three works utilize bright, contrasting colors such as red, yellow, purple, and pink. The works are presented throught a fashion show with an artistic concept that supports the eccentric and expressive character of the garments. Through this presentation, the art of beat style character and application of fabric draping techniques are maximally displayed, resulting in unique, innovation works with a strong visual identity Keywords: Art of beat style, fabric embroidery, rope embroidery, embroidery, aesthetics   Abstrak Busana art of beat style adalah bentuk seni yang menunjukkan kebebasan dalam berpenampilan, kreativitas, serta nuansa artistik dan unik. Gaya ini tumbuh sebagai bentuk penolakan terhadap estetika yang umum dengan menunjukkan karakter visual yang khas, artistik, dan individual. Salah satu teknik yang dipakai  dalam busana ini adalah teknik lekapan kain yang mampu menciptakan desain permukaan yang dekoratif, kompleks, dan bernilai seni. Metode penciptaan dilakukan melalui eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan referensi dan pengembangan konsep art of beat style. Tahap perancangan meliputi pembuatan sketsa, pemilihan warna, material, serta eksperimen teknik lekapan kain yang dipadukan dengan teknik lekapan benang, sulam benang, sashiko, dan ruffle. Tahap perwujudan dilakukan melalui proses pembuatan pola, pemotongan bahan, penerapan tenik hias, hingga penyelesaian busana. Hasil penciptaan diwujudkan dalam tiga tingkatan busana yaitu ready to wear dengan judul karya “neon reverie”, ready to wear deluxe dengan judul “chaos in color”, dan haute couture dengan judul “spectrum renjana”. Ketiga karya mengaplikasikan warna-warna cerah dan kontras seperti merah, kuning, ungu, dan pink.. Karya disajikan melalui pergelaran busana (fashion show) dengan konsep artistik yang mendukung karakter eksentrik dan ekspresif dari busana. Melalui penyajian tersebut, karakter Art of Beat Style dan penerapan teknik lekapan kain dapat ditampilkan secara maksimal sehingga menghasilkan karya unik, inovatif, dan memiliki identitas visual yang kuat. Kata Kunci: Art of beat style, lekapan kain, lekapan benang, sulam, estetika
Palestinian Issues in Contemporary Fashion Suci Arma Wahyu Nasution; Desra Imelda; Mega Kencana; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1327

Abstract

Penciptaan karya ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menghadirkan isu kemanusiaan Palestina melalui media fashion yang komunikatif, estetis, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Karya ini bertujuan menciptakan busana kontemporer yang mengolah simbol khas Palestina, meliputi keffiyeh, kawat berduri, peta Palestina, warna bendera, figur demonstran, kebakaran, reruntuhan, dan kaligrafi sebagai representasi perjuangan, ketahanan, serta harapan. Proses penciptaan dilakukan melalui studi pustaka, analisis framing, dan eksplorasi bentuk, bahan, serta teknik hias berupa lekapan, tumpuk benang, sulaman manik-manik, burn manipulation, dan bordir. Hasil penciptaan terdiri atas tiga kategori busana, yaitu Ready-to-Wear, Ready-to-Wear Deluxe, dan Haute Couture, yang ditampilkan melalui pergelaran busana dengan karakter desain kuat serta memuat pesan syiar dan dukungan terhadap Palestina. Karya ini menunjukkan bahwa fashion dapat berfungsi sebagai media ekspresi artistik sekaligus bahasa visual untuk menyampaikan kepedulian, nilai kemanusiaan, dan harapan bagi masyarakat Palestina.
Implementasi Gangguan Psikologis Borderline Personality Disorder pada Gaya Busana Avant Garde Indah Faraswati; Novina Yeni Fatrina; Nofi Rahmanita; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1357

Abstract

Karya berjudul “Implementasi Gangguan Psikologis Borderline Personality Disorder pada Gaya Busana Avant Garde” bertujuan untuk menciptakan busana dengan karakter emosi tidak stabil, citra diri yang rapuh, perilaku impulsif, dan ketakutan mendalam akan ditinggalkan. Metode penciptaan karya dilakukan melalui eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan referensi dan pengembangan dari ide gaya busana avant garde. Tahap perancangan memiliki beberapa tahapan yaitu pembuatan sketsa alternatif, pemilihan warna, pemilihan bahan, serta pembuatan teknik spiral fabric, teknik slashing, teknik lekapan benang, teknik sulam payet, teknik ronce, teknik sakiko, dan teknik drapping. Hasil akhir dari karya ini dibuat dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, haute couture, masing-masing sebanyak satu karya. Penerapan teknik spiral fabric, teknik slashing dan teknik sulam payet pengkarya gunakan sebagai visualisasi gejala gangguan psikologis borderline personality disorder. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan fashion dengan tema gangguan psikologis.
Classic Elegant Style Dihiasi Lekapan DVD Wardatul Ummah; Fendi Nofrian; Desra Imelda; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1368

Abstract

Penciptaan karya berjudul Classic Elegant Style Dihiasi Lekapan DVD bertujuan mewujudkan busana yang memadukan gaya classic elegant dengan teknik lekapan DVD sebagai elemen dekoratif. Permukaan DVD yang bersifat reflektif menghasilkan efek pelangi saat terkena cahaya sehingga mampu memperkuat kesan mewah dan elegan pada busana. Metode penciptaan meliputi tiga tahapan, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahap eksplorasi dilakukan melalui observasi karakteristik DVD dan studi pustaka mengenai teknik lekapan serta gaya classic elegant. Tahap perancangan mencakup penyusunan moodboard, pengembangan sketsa alternatif, dan pemilihan desain berdasarkan tren fesyen 2025/2026, yaitu Strive. Tahap perwujudan meliputi pembuatan pola, pemotongan bahan, penjahitan, dan pemasangan lekapan DVD menggunakan teknik jahit tangan. Hasil penciptaan berupa tiga kategori busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, yang memadukan warna netral, potongan asimetris, batik Riau, serta lekapan DVD sebagai pusat perhatian. Karya dipresentasikan melalui pergelaran busana AETERNA: The Grandeur of Couture Part of Malenggang 4, yang menampilkan inovasi pemanfaatan media DVD sebagai material dekoratif pada busana bergaya classic elegant.
Ludo in Art of Beat Style Triana Martasya Andini; Fendi Nofrian; Nofi Rahmanita; Mirda Aryadi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kj069s14

Abstract

This work, entitled “Ludo in Art of Beat Style,” is inspired by the game of Ludo as a source of ideas for fashion creation based on the Art of Beat style. Ludo was chosen because of its strong visual characteristics, including geometric shapes, symmetrical patterns, and contrasting primary colors, namely red, yellow, green, and blue. These characteristics were developed into expressive, creative, and artistic fashion designs in accordance with the Art of Beat Style concept, which emphasizes freedom of expression, uniqueness, and an anti-mainstream character. The creation method consisted of several stages, namely exploration, design, and realization. The exploration stage involved observing the Ludo game and Art of Beat fashion style. The design stage included the creation of a moodboard, alternative sketches, and selected designs, while the realization stage involved the construction of garments through the application of fabric appliqué techniques, material selection, and the implementation of design elements and principles. The results of this creation consist of three fashion levels: Ready-to-Wear, Ready-to-Wear Deluxe, and Haute Couture. Each work presents the visual characteristics of Ludo combined with the Art of Beat style, resulting in unique and dynamic garments with high aesthetic value.
Anyaman Renggang  pada Exotic Dramatic Style Septiana Nurlaila; Novina Yeni Fatrina; Dini Yanuarmi; Mirda Aryadi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jmxyz657

Abstract

The final project titled "Open Weave With a Exotic Dramatic Style" involves the creation of fashion pieces that embody the exotic dramatic style concept and utilize an open weave decorative technique. The project presents three categories of garments: ready-to-wear, ready-to-wear deluxe, and haute couture. These are crafted from high-quality material such as semi-wool, bridal fabric, and tulle combined with traditional batik and lurik woven fabric. The creative process involved several stages: exploration, field observation, literature review, visual design (moodboard and sketches), and final execution. Regarding visual elements and design principles, the design incorporates linear elements (horizontal for the weft and vertical for the warp). An ethnic nuance is emphasized by using lurik fabric for the warp structure of the weave and batik as the primary garment material. To maintain the strength, stability, and consistent spacing of the open weave pattern, a locking technique using hand-stitched blind hems (sum) was applied. Decorative detail specifically sequin embroidery and accessorie were added to enhance the aesthetic, creating a look that is luxurious, dramatic, and expressive. This work aims to foster pride in cultural identity, broaden perspectives within the fashion world, and inspire the younger generation to develop fashion rooted in local culture. The resulting pieces are titled "Ethereal Interlace" (ready-to-wear), "Lattice of Elegance" (ready-to-wear deluxe), and "The Woven Enchantment" (haute couture).
Perancangan Busana Muslimah Dengan Kombinasi Ulos Batak Mandailing Alza Rona Diami; Desra Imelda; Mirda Aryadi; Desi Trisnawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1430

Abstract

Laporan karya yang berjudul” Perancangan Busana Muslimah Dengan Kombinasi Ulos Batak Mandailing” bertujuan untuk mewujudkan busana musliamah dengan kombinasi ulos batak mandailing. Busana muslimah merupakan busana muslim adalah jenis pakaian yang disesuaikan dengan aturan dan syariat Islam, yang berfungsi utama untuk menutup aurat. Pakaian ini tidak hanya menaati hukum agama, tetapi juga dirancang agar sopan, longgar (tidak membentuk lekuk tubuh), dan mencerminkan identitas seorang Muslim. Ulos Batak Mandailing adalah kain tenun tradisional khas dari wilayah Mandailing (Tapanuli Bagian Selatan, Sumatera Utara) yang melambangkan kehangatan, kasih sayang, serta kehormatan. Lebih dari sekadar pakaian, ulos ini berfungsi sebagai doa dan identitas budaya dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Batak Mandailing. Metode penciptan karya ini meliputi eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Pada penciptaan karya busana ini memberikan visual sederhana sesuai dengan gaya yang digunaka pada busana yang diciptakan.selain itu juga memberikan pembaruan pada busana yang telah ada pengkarya menggunakan bahan, satin donatelo, Ulos Batak Mandailing, beby dool, dengan menggunakan warna merah maroon dengan teknik hias sulam payet dan menggunakan teknik ruffle dan flounce pada busana. Penciptaan busana ini di wujudkan dalam tiga busana yaitu ready to wear, ready to deluxe dan haute couture.