Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Modifikasi Kebaya Kartini Rahmadeli; Nofi Rahmanita; Dini Yanuarmi; Desi Trisnawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1309

Abstract

Penciptaan kaya akhir yang berjudul “Modifikasi Kebaya Kartini”, berfokus pada modifikasi kebaya Kartini melalui pengembangan bentuk, siluet, lengan, serta penerapan elemen dekoratif modern tanpa menghilangkan ciri khas dasarnya. Inspirasi dekoratif berasal dari bunga krisan yang diwujudkan melalui penerapan teknik korsase dan teknik payet sebagai unsur penghias utama. Metode penciptaan karya dilakukan melalui tahapan eksplorasi, studi pustaka, observasi, perancangan, dan perwujudan karya. Tahap eksplorasi dilakukan untuk menemukan sumber ide dan memahami karakteristik kebaya Kartini, sedangkan studi pustaka dan observasi digunakan sebagai dasar pengembangan konsep. Proses perancangan dilakukan melalui pengembangan desain, pemilihan bahan, pembuatan pola, proses menjahit, serta penerapan teknik hias. Hasil penciptaan berupa tiga jenis busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Ketiga karya menampilkan inovasi kebaya Kartini melalui perpaduan unsur tradisional dan modern dengan modifikasi desain serta penggunaan teknik dekoratif. Penerapan teknik korsase bunga krisan menghasilkan bentuk tiga dimensi yang memperkuat karakter busana, sedangkan teknik payet gold memberikan kesan elegan dan bernilai estetis. Karya ini diharapkan dapat menjadi bentuk pengembangan dan pelestarian kebaya Kartini sebagai warisan budaya Indonesia dalam bidang fashion.
Aksara Incung Pada Penciptaan Busana Upcycled Luhfia Sukma Ayu; Desra Imelda; Mega Kencana; Nofi Rahmanita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1331

Abstract

Aksara incung merupakan warisan budaya yang berasal dari masyarakat Kerinci dan dahulunya digunakan oleh nenek moyang untuk menulis mantera-mantera, hukum adat dan surat yang dituliskan pada tanduk kerbau, tanduk sapi, daun lontar dan bambu sebelum penggunaan huruf latin berkembang. Kehadiran aksara incung tidak hanya sebagai media tulisan, namun juga mengandung nilai histori dan bentuk visual yang khas sehingga berpotensi menjadi sumber inspirasi dalam penciptaan karya fesyen. Penciptaan busana ini bertujuan untuk merepresentasikan bentuk visual aksara incung ke dalam busana sekaligus menyuarakan penerapan fesyen berkelanjutan melalui konsep upcycled yang diwujudkan ke dalam karya ready to wear, ready to wear deluxe dan haute couture yang dirancang dan dibuat menggunakan pakaian bekas dengan penerapan teknik patchwork. Proses penciptaan dilakukan melaui tahapan eksplorasi, perancangan dan perwujudan karya yang berfokus pada transformasi limbah tekstil menjadi produk fesyen baru yang bernilai estetis. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa visual aksara incung dapat diwujudkan menjadi bentuk, detail, dan struktur busana sehingga menghasilkan busana yang tidak hanya memiliki nilai artistik, namun juga menjadi bentuk pelestarian budaya Kerinci serta seruan terhadap penggunaan fesyen berkelanjutan
Implementasi Gangguan Psikologis Borderline Personality Disorder pada Gaya Busana Avant Garde Indah Faraswati; Novina Yeni Fatrina; Nofi Rahmanita; Mirda Aryadi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1357

Abstract

Karya berjudul “Implementasi Gangguan Psikologis Borderline Personality Disorder pada Gaya Busana Avant Garde” bertujuan untuk menciptakan busana dengan karakter emosi tidak stabil, citra diri yang rapuh, perilaku impulsif, dan ketakutan mendalam akan ditinggalkan. Metode penciptaan karya dilakukan melalui eksplorasi, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Tahap eksplorasi dilakukan melalui pengumpulan referensi dan pengembangan dari ide gaya busana avant garde. Tahap perancangan memiliki beberapa tahapan yaitu pembuatan sketsa alternatif, pemilihan warna, pemilihan bahan, serta pembuatan teknik spiral fabric, teknik slashing, teknik lekapan benang, teknik sulam payet, teknik ronce, teknik sakiko, dan teknik drapping. Hasil akhir dari karya ini dibuat dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, haute couture, masing-masing sebanyak satu karya. Penerapan teknik spiral fabric, teknik slashing dan teknik sulam payet pengkarya gunakan sebagai visualisasi gejala gangguan psikologis borderline personality disorder. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan fashion dengan tema gangguan psikologis.
Penerapan Teknik Fabric Manipulation Pada Busana Art Of Beat Style Nurfadila; Dini Yanuarmi; Nofi Rahmanita; Fendi Nofrian
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1362

Abstract

Abstrak karya berjudul “Penerapan teknik fabric manipulation pada busana art of beat style” lahir dari inspirasi berbagai teknik manipulasi kain yang dikembangkan sebagai unsur utama dalam membentuk siluet, tekstur, serta karakter visual busana. Konsep art of beat style mengangkat nilai ritme, kebebasan berekspresi, serta dinamika visual yang diwujudkan melalui desain yang unik, inovatif, serta memiliki identitas berbeda dari tren fesyen pada umumnya. Untuk mendukung konsep tersebut, pengkarya memanfaatkan berbagai jenis material, yaitu kain katun toyobo, katun drill, kulit sintetis, kain hologram, serta kain batik Duri Riau yang memiliki motif pompa minyak sebagi ikon khas kota Duri. Pada proses perancangannya, diterapkan beberapa teknik jahit dekoratif, yaitu slashing, cording, quilting, applique, flounce, serta lekapan guna menciptakan dimensi dan efek visual yang menarik. Hasil rancangan yang dihasilkan terdiri atas blouse, kemeja, celana, dan outer dengan penggunaan warna hijau, merah, kuning, biru, cokelat, perak, serta jingga untuk memperkuat kesan dinamis dan ekspresif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi dan studi pustaka, sedangkan proses penciptaan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Hasil akhirnya berupa satu busana ready to wear, satu busana ready to wear deluxe, dan satu busana haute couture. Perancangan ini menunjukkan bahwa perpaduan konsep art of beat style dengan teknik fabric manipulation mampu mengahasilkan karya fesyen yang inovatif, modern, dan memiliki nilai estetis tinggi.
Korsase Bunga Mawar Pada Busana Pesta Malam Yasa Mutiara Putri; Desra Imelda; Nofi Rahmanita; Novina Yeni Fatrina
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1364

Abstract

Penciptaan karya ini dilatar belakangi oleh keindahan dan makna simbolis bunga mawar sebagai sumber inspirasi dalam desain busana pesta malam. Permasalahan yang ditemui di lapangan adalah penerapan korsase pada busana pesta malam umumnya masih bersifat sederhana dan belum banyak dikembangkan sebagai elemen hias utama yang dipadukan dengan unsur budaya lokal. Tujuan penciptaan karya ini adalah menciptakan busana pesta malam yang elegan, inovatif, dan bernilai estetis melalui penerapan korsase bunga mawar jenis megawati yang dipadukan dengan kain songket Silungkang. Metode yang digunakan adalah metode penciptaan karya yang meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Teknik yang diterapkan meliputi teknik korsase sebagai hiasan utama, teknik ruffle dan flounce untuk menciptakan volume dan dinamika bentuk, sulam payet sebagai sentuhan dekoratif, serta penerapan kain songket Silungkang sebagai unsur budaya. Korsase dibuat dalam berbagai ukuran dan diaplikasikan pada bagian dada, pinggang, dan rok untuk menghasilkan komposisi visual yang harmonis. Hasil penciptaan berupa tiga tingkatan busana, yaitu Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Haute Couture, dengan perpaduan warna marun dan hitam yang menampilkan karakter feminin, elegan, dan eksklusif. Penerapan korsase bunga mawar berhasil menjadi pusat perhatian (center of interest), sedangkan kombinasi teknik hias dan songket Silungkang mampu meningkatkan nilai estetika sekaligus memperkuat identitas budaya lokal pada busana pesta malam.
Rekontekstualisasi Ornamen Tradisional Bintang na toras dalam Busana Modern-Kontemporer Siti Rafifah Utami; Syarifah Hanum; Nofi Rahmanita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1367

Abstract

Penciptaan karya ini bertujuan untuk merekontekstualisasi ornamen tradisional Bintang na toras dari suku Mandailing ke dalam busana modern-kontemporer melalui teknik draping (moulage). Ornamen Bintang na toras, yang secara tradisional melambangkan perlindungan dan kepemimpinan dalam arsitektur Bagas Godang, sering kali menghadapi tantangan relevansi di tengah arus fast fashion. Metode penciptaan karya ini menggunakan pendekatan penciptaan berbasis praktik artistik (practice-based research). Hasil penciptaan karya menunjukkan bahwa transformasi motif Bintang na toras ke dalam siluet busana kontemporer dengan kombinasi warna adat Bona Bulu mampu menciptakan karya busana yang memiliki nilai estetika tinggi dan mempertahankan identitas kultural Mandailing.
Feminine Romantic Style Dengan Teknik Ruffle Fitri Hayati; Desi Trisnawati; Nofi Rahmanita; Dini Yanuarmi
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1374

Abstract

Karya berjudul “Feminine Romantic Style dengan Teknik” merupakan penciptaan busana yang mengangkat berbagai macam teknik ruffle yang merupakan sumber inspirasi utama. Pengkarya memadukan berbagai teknik ruffle dalam karakteristik gaya busana feminine romantic yang identik dengan kepribadian lembut dan romantis. Proses penciptaan karya ini dimulai dengan ekplorasi ide, penyusunan moodboard, sketsa alternatif, hingga pemilihan desain terpilih yang diwujudkan dalam bentuk nyata. Tujuan penciptaan karya adalah untuk menghadirkan desain busana yang mampu menyampaikan keindahan dari berbagai teknik ruffle, lekapan kain, korsase, dan sulam payet, yang dipadukan dengan kain tenun songket yang berasal dari daerah Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan bahan katun dan motif bunga dalam balutan feminine romantic style. Tenun songket adalah kain tenun tradisional Indonesia khususnya berkembang di Sumatera dan wilayah Melayu yang ditenun menggunakan tangan dengan teknik menyisipkan benang katun, emas atau perak. Teknik yang digunakan adalah ruffle, sulam payet, lekapan kain, dan korsase yang diaplikasikan pada bahan-bahan seperti satin bridal, organza, ceruti, brokat dan tenun songket. Warna yang digunakan antara lain baby pink dan maroon guna menonjolkan kesan elegan, anggun, dan romantis. Karya diwujudkan ke dalam tiga tingkatan busana, yaitu ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture, dengan pendekatan visual dan teknik yang berbeda sesuai karakter masing-masing kategori. Karya ini ditampilkan dalam bentuk pagelaran busana fashion show sebagai bentuk publikasi visual.
Ludo in Art of Beat Style Triana Martasya Andini; Fendi Nofrian; Nofi Rahmanita; Mirda Aryadi
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/kj069s14

Abstract

This work, entitled “Ludo in Art of Beat Style,” is inspired by the game of Ludo as a source of ideas for fashion creation based on the Art of Beat style. Ludo was chosen because of its strong visual characteristics, including geometric shapes, symmetrical patterns, and contrasting primary colors, namely red, yellow, green, and blue. These characteristics were developed into expressive, creative, and artistic fashion designs in accordance with the Art of Beat Style concept, which emphasizes freedom of expression, uniqueness, and an anti-mainstream character. The creation method consisted of several stages, namely exploration, design, and realization. The exploration stage involved observing the Ludo game and Art of Beat fashion style. The design stage included the creation of a moodboard, alternative sketches, and selected designs, while the realization stage involved the construction of garments through the application of fabric appliqué techniques, material selection, and the implementation of design elements and principles. The results of this creation consist of three fashion levels: Ready-to-Wear, Ready-to-Wear Deluxe, and Haute Couture. Each work presents the visual characteristics of Ludo combined with the Art of Beat style, resulting in unique and dynamic garments with high aesthetic value.
Penciptaan Busana Streetwear Dengan Teknik Fabric Manipulation Dinni Ainy Marlinis; Mirda Aryadi; Nofi Rahmanita; Desi Trisnawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1458

Abstract

Penciptaan karya berjudul “Penciptaan Busana Streetwear dengan Teknik Fabric Manipulation” dilatarbelakangi oleh perkembangan fashion yang menjadikan busana sebagai media ekspresi identitas dan kreativitas. Karya ini bertujuan untuk merancang dan mewujudkan koleksi busana streetwear melalui penerapan teknik fabric manipulation sebagai elemen utama pembentuk tekstur dan karakter visual busana. Ada empat jenis teknik fabric manipulation yang digunakan yaitu, pintuck, gathering, patchwork, dan eyelet. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Proses eksplorasi dilakukan melalui observasi, studi pustaka, serta analisis tren dan referensi desain yang relevan. Hasil penciptaan berupa koleksi busana streetwear dengan siluet oversize, layering, serta pengolahan tekstur melalui teknik fabric manipulation. Penggunaan warna abu-abu tua, merah, merah tua, dan putih memberikan kesan kuat, berani, dan harmonis. Pada karya ini menggunakan bahan denim, katun Madinah, tenun Silungkang, tenun Lurik Gerimis, dan scuba. Teknik fabric manipulation yang diterapkan berhasil menciptakan tampilan visual yang lebih dinamis serta memperkuat karakter streetwear pada karya yang dihasilkan. Hasil penciptaan karya ini berupa tiga tingkatan busana, yaitu Ready to wear, Ready to wear deluxe, dan Haute couture. Sebagai bentuk capaian akhir karya ini dipagelarkan pada event fashion show Malenggang #4 dengan tema “fashion fusion”, yang diselenggarakan di Gedung galeri Hoeridjah Adam tanggal 02 Juni 2026.