Penggunaan smartphone yang berlebihan dikalangan pelajar SMAdengan durasi rata-rata 5-11 jam perhari menyebabkan postur tubuh yang tidakergonomis, khususnya posisi kepala yang condong ke depan (forward head position).Kondisi ini memicu terbentuknya trigger point pada otot upper trapezius yangdikenal sebagai Myofascial Pain Syndrome (MPS). MPS dapat berdampak padapenurunan konsentrasi belajar, gangguan tidur dan penurunan prestasi akademikpelajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruhMcKenzie Exercise dan Ischemic Compression terhadap penurunan nyeri MPS uppertrapezius muscle pada pelajar SMA. Metode: penelitian ini menggunakan desainquasi experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test two group design.Jumlah sampel sebanyak 36 responden. Karakteristik responden didominasi olehlaki-laki (61,1%) dengan rentan usia 16-18 tahun dan durasi penggunaan smartphoneterbanyak 7-9 jam per hari (50%). Intervensi diberikan sebanyak 3 kali dalamseminggu selama 1 bulan. Pengukuran nyeri menggunakan instrumen VisualAnalogue Scale (VAS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengujipengaruh dalam kelompok dan uji Mann Whitney untuk menguji perbedaan antarakelompok. Hasil: Hasil uji Wilcoxon pada kelompok I (McKenzie Exercise)menunjukkan nilai p = 0,001 dengan rerata penurunan nyeri sebesar 3,11 ± 0,900,sedangkan pada kelompok II (Ischemic Compression) diperoleh nilai p = 0,001dengan rerata penurunan nyeri sebesar 2,39 ± 0,698. Kedua intervensi terbuktiberpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri MPS upper trapezius. Hasil ujiMann Whitney menunjukkan nilai p = 0,020, yang berarti terdapat perbedaan yangsignifikan antara kedua kelompok intervensi. Kesimpulan: McKenzie Exerciseterbukti lebih efektif dibandingkan Ischemic Compression dalam menurunkan nyeriMPS upper trapezius muscle pada kelompok pelajar SMA, dibuktikan dengan reratapenurunan nyeri yang lebih besar pada kelompok McKenzie Exercise dibandingkankelompok Ischemic Compression.