Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Riwayat Penyakit terhadap Gangguan Keseimbangan Dinamis pada Lansia Nafiatul Hosna; Veni Fatmawati; Siti Khotimah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penuaan merupakan proses alami yang disertai dengan berbagai perubahan fisiologis, salah satunya adalah penurunan fungsi pada sistem muskuloskeletal, neurologis, dan sensorik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh. Pada lansia, kondisi tersebut diperberat oleh adanya riwayat penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, dan penyakit muskuloskeletal lainnya, yang dapat memengaruhi kemampuan keseimbangan dinamis. Gangguan keseimbangan dinamis pada lansia meningkatkan risiko jatuh, cedera, penurunan kemandirian, serta berdampak pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat penyakit terhadap gangguan keseimbangan dinamis pada lansia. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah lansia yang tergabung dalam komunitas PCA Pajangan Bantul berjumlah 110 lansia. Sampel yang memenuhi kreteria inklusi dan eksklusi sebanyak 85 lansia yang diperoleh dengan teknik total sampling. Data riwayat penyakit diperoleh melalui wawancara/FGD, sedangkan pengukuran keseimbangan dinamis diukur menggunakan Time Up and Go Test (TUG). Uji Normalitas dengan Shapiro Wilk didapat data tidak normal. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit dengan gangguan keseimbangan dinamis pada lansia (r=0,418; p<0,000). Dapat disimpulkan bahwa riwayat penyakit berhubungan dengan keseimbangan dinamis pada lansia.
Hubungan Nyeri Geriatri terhadap Aktivitas Daily Living pada Lansia Perempuan A Aisyah; Veni Fatmawati; I Indriani
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia berkontribusi terhadap bertambahnya masalah kesehatan, terutama nyeri kronis yang berpotensi menurunkan kemampuan kemandirian aktivitas daily living. Proses penuaan meningkatkan risiko terjadinya gangguan muskuloskeletal dan penyakit degeneratif yang menyebabkan nyeri persisten pada lansia. Penilaian nyeri pada populasi geriatri memerlukan instrumen yang spesifik dan multidimensional, seperti Geriatric Pain Measure (GPM-24), sedangkan tingkat kemandirian aktivitas daily living dinilai menggunakan Indeks Katz. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nyeri geriatri dan kemandirian aktivitas daily living lansia. Populasi penelitian berjumlah 110 orang dengan sampel sebanyak 86 lansia berusia ?60 tahun. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen GPM-24 dan Indeks Katz, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan secara statistik antara nyeri geriatri dan aktivitas daily living (ADL), dengan nilai r = 0,753 dan p = 0,000 (p < 0,05). Arah korelasi yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat nyeri yang dialami lansia, semakin besar tingkat ketergantungan dalam melakukan aktivitas daily living.
Hubungan Kekuatan Otot Tungkai terhadap Risiko Jatuh pada Lansia Siti Chumairah Anwar; Veni Fatmawati; Nindha Prabaningrum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 22nd University Research Colloquium 2026: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang memasuki fase akhir kehidupan yang ditandai dengan melemahnya kondisi fisik dan berkurangnya kemampuan tubuh dalam merespon perubahan lingkungan secera efektif. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami berbagai perubahan fisiologis, termasuk penurunan kekuatan otot tungkai yang terjadi akibat berkurangnya massa dan kemampuan otot. Kekuatan otot tungkai berperan penting dalam menunjang kestabilan postur tubuh, kemampuan bergerak, serta fungsi aktivitas sehari-hari pada lansia. Melemahnya kekuatan otot tungkai dapat meningkatkan risiko terjadinya jatuh yang berdampak pada cedera fisik, berkurangnya tingkat kemandirian, serta penurunan kualitas hidup. Oleh karena itu, kajian mengenai hubungan antara kekuatan otot tungkai dan risiko jatuh pada lansia menjadi penting sebagai dasar dalam upaya pencegahan serta penyusunan intervensi fisioterapi yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai terhadap risiko jatuh pada lansia di PCA Pajangan Bantul. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah lansia yang tergabung dalam komunitas PCA Pajangan Bantul berjumlah 110 lansia. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 85 lansia yang diperoleh dengan Teknik purposive sampling. Kekuatan otot tungkai diukur menggunakan instrumen Five Times Sit to Stand Test (FTSTS), sedangkan risiko jatuh diukur menggunakan Morse Fall Scale (MFS). Uji Normalitas dengan Shapiro Walk didapat data tidak normal. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai dan risiko jatuh pada lansia (r = 0,666; p > 0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara penurunan kekuatan otot tungkai dengan peningkatann risiko jatuh pada lansia.