p-Index From 2021 - 2026
1.048
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Literatur Review : Karakteristik Mutu Minuman Serbuk Instan Daun Sirsak (Annona muricata L.) dengan Variasi Penambahan Gula melalui Metode Kristalisasi Sabila Anisa Rullia; Amanda Artatia Putri; Gita Nur Eriani; Wilna Iznilillah
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.23570

Abstract

Tanaman sirsak (Annona muricata L.) memiliki manfaat besar bagi kesehatan, terutama karena kandungan senyawa acetogenin dan flavonoid yang membunuh sel kanker dengan cepat tetapi tidak merusak sel sehat. Mengingat kebutuhan masyarakat akan produk pangan yang praktis, cepat saji, dan tahan lama, studi ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi penambahan gula yang berdampak pada kualitas mutu minuman serbuk daun sirsak yang dikristalkan secara instan. Metodologi penelitian mencakup pendekatan studi pustaka dan analisis eksperimental, di mana 500 gram daun sirsak diekstraksi dengan 1500 cc air, kemudian diproses dengan variasi gula (150, 200, 250, dan 300 gr/l) hingga membentuk kristal yang diayak dengan ukuran 100 mesh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gula berbanding lurus dengan nilai rendemen yang dihasilkan, di mana rendemen tertinggi sebesar 66,68% diperoleh pada proses dengan gula tambahan 300 gram/liter. Sebaliknya, peningkatan kadar gula menyebabkan penurunan kadar air produk akhir (dari 5,217% menjadi 3,503%) karena sifat higroskopis gula yang mempercepat proses penguapan air selama pengeringan. Meskipun penambahan gula memengaruhi karakteristik fisik, Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perubahan konsentrasi gula tidak benar-benar mempengaruhi tingkat kelarutan produk (berkisar 68,88% - 70,65%) karena sifat dasar sukrosa yang sangat mudah larut dalam air. Secara umum, perubahan dalam penambahan gula memengaruhi rendemen dan kadar air, tetapi tidak mengubah kelarutan minuman serbuk instan daun sirsak.
Kajian Teknologi Pemisahan dalam Pengolahan Produk Pangan Fermentasi: Perbandingan Metode Filtrasi, Sentrifugasi, dan Flokulasi Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Melda Putri Rahayu; Sabila Anisa Rullia; Arlita Nada Putri; Gita Nur Eriani; Amanda Artatia Putri; Tiara Amanda Lestari; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 7 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i7.24796

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas tiga teknologi pemisahan dalam pengolahan produk pangan fermentasi, yaitu filtrasi, sentrifugasi, dan flokulasi. Tujuan utama adalah membandingkan efektivitas dan keunggulan masing-masing metode berdasarkan aspek efisiensi pemisahan, kualitas produk akhir, dan kondisi proses yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan adalah studi pustaka dengan pengumpulan data sekunder dari berbagai artikel ilmiah selama sepuluh tahun terakhir. Filtrasi membran merupakan metode yang efektif untuk memperoleh produk jernih tanpa merusak komponen bioaktif, meskipun rentan terhadap fouling membrane dan tidak cocok untuk mikroorganisme berukuran sangat kecil. Sentrifugasi menawarkan keunggulan dalam kecepatan dan kualitas pemisahan, terutama untuk memisahkan biomassa dari cairan, namun membutuhkan biaya operasional tinggi dan peralatan khusus. Flokulasi merupakan alternatif ekonomis dan efisien untuk volume besar, tetapi memerlukan kontrol ketat terhadap kondisi proses dan bahan kimia. Pemilihan teknologi yang tepat harus disesuaikan dengan karakteristik produk, skala produksi, dan efisiensi biaya untuk meningkatkan kualitas dan keberlanjutan dalam pengolahan pangan fermentasi.
Pendugaan Masa Simpan Bartoz Spicy Wing dan Sosis Ayam dalam Kemasan dengan Metode ASLT Model Arrhenius Arti Hastuti; Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Melda Putri Rahayu; Gita Nur Eriani; Arlita Nada Putri
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20240

Abstract

Pangan segar merupakan pangan bisa dapat dikonsumsi langsung tanpa mengalami pengolahan ataupun yang bisa dipakai sebagai bahan baku dalam pengolahan pangan. Pangan olahan berupa frozen food merupakan proses  penyimpanan pangan pada suhu rendah dengan masa simpan yang lama. Salah satu informasi penting yang harus diketahui atau dicantumkan pada sutau produk pangan adalah umur simpan produk. Dalam artikel ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan pada makan beku. Sampel makanan beku yang digunakan yaitu “Spicy Wing Original” dan “Sosis Ayam Original”. Pendugaan mutu umur simpan produk pangan menggunakan metode ASLT pendekatan Arrhenius, suhunya adalah 25 °C lama penyimpanan 1 hari, 0 °C lama penyimpanan 30hari dan -18 °C dengan lama penyimpanan 270 hari keopada dua produk yang digunakan. Serta penamaban suhu penyimpanan pada suhu 30 °C yaitu 0,643943, sehingga disimpulkan bahwa semakin rendah suhu penyimpanan maka produk akan memiliki  masa simpan yang semakin lama.
Optimalisasi Sumber Daya Pangan Daerah untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Mendukung Perekonomian Masyarakat Desa Cijeruk Melalui Program KKN Inovasi Pangan Lokal Raden Siti Nurlaela; Mufti Ridho Riyaldi; Anatasya Fadillah; Gita Nur Eriani; Fitriah Nur Hasanah; Egi Aulia Syahbana; Amanda Artatia Putri; Cinta Andani; Siti Anisa Maulida Yanti; Siti Dwi Septiani; Reva Aprilia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21700

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengembangan potensi pangan lokal di Desa Cijeruk, Kabupaten Bogor, melalui inovasi produk selai salak sebagai cara untuk meningkatkan ketahanan pangan serta mendukung perekonomian masyarakat. Melalui program KKN, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tetapi juga diberi kekuatan untuk mengembangkan peluang usaha yang berasal dari potensi daerah. Produk selai salak terbukti mampu menjadi identitas khas desa sekaligus mendukung ketahanan pangan melalui diversifikasi produk pangan lokal. Di samping itu, inovasi ini turut memberikan dampak positif terhadap kenaikan pendapatan keluarga dan ekonomi desa, mendorong kemandirian masyarakat, serta memperkuat UMKM dalam menghadapi persaingan di pasar. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada aspek skala produksi, daya simpan produk, dan strategi pemasaran yang belum teruji secara optimal. Oleh karena itu, penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengembangkan model produksi berkelanjutan, uji mutu dan ketahanan produk, serta strategi branding dan distribusi yang lebih luas agar selai salak mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga regional maupun nasional. Dengan langkah tersebut, Desa Cijeruk berpotensi menjadi contoh sukses dalam pengembangan inovasi pangan lokal yang mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Pengolahan Limbah Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus) menjadi Minuman Probiotik Tepache Melda Putri Rahayu; Sabila Anisa Rullia; Arlita Nada Putri; Ashila Maziyya Fairuz Firdaus; Gita Nur Eriani; Amanda Artatia Putri; Intan Kusumaningrum; Tiara Amanda Lestari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25425

Abstract

Nanas (Ananas comosus) merupakan salah satu jenis buah yang umum dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia, yang dapat tumbuh dengan baik di lingkungan tropis negara ini. Salah satu hasil sampingan yang dihasilkan dalam jumlah banyak dari pengolahan buah nanas adalah kulitnya, meskipun bagian ini masih mengandung beragam senyawa bioaktif dan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Senyawa bioaktif yang terdapat dalam kulit nanas sangat bervariasi dan melimpah, termasuk flavonoid, bromelin, tanin, oksalat, dan pitat. Bromelin, yang merupakan enzim pengurai protein, berfungsi untuk memecah molekul protein dan menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara memutus ikatan protein di dalam bakteri. Tahapan yang dilakukan meliputi fermentasi kulit nanas dengan penambahan gula dan air selama tiga hari (72 jam), diikuti dengan pengamatan organoleptik terhadap warna, rasa, aroma, dan pembentukan buih. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama proses fermentasi, karakteristik larutan berubah dari jernih menjadi kuning keruh, dengan rasa yang beralih dari manis menjadi manis asam, muncul aroma khas fermentasi, dan terlihat adanya buih serta sedikit karbonasi. Perubahan ini terjadi akibat aktivitas mikroorganisme, terutama bakteri asam laktat, yang mengubah gula menjadi asam laktat, etanol, karbon dioksida, serta menghasilkan energi. Dengan demikian, kulit nanas memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan baku untuk minuman probiotik yang bernilai tambah sekaligus membantu mengurangi limbah di sektor agroindustri.
Literatur Review: Deteksi Kontaminasi Olahan Daging Sapi dengan Daging Babi Celeng (Sus scrofa) Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Gita Nur Eriani; Raden Siti Nurlaela; Distya Riski Hapsari
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 8 (2026): Karimah Tauhid (In Progress)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i8.25615

Abstract

Praktik adulterasi produk pangan melalui pencampuran daging babi ke dalam olahan berbasis daging sapi menjadi salah satu isu krusial yang mendegradasi jaminan keamanan pangan serta kepercayaan konsumen. Penelitian ini diorientasikan untuk mendeteksi keberadaan kontaminasi DNA babi pada produk olahan daging sapi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) berbasis primer spesifik gen cytochrome b (cyt b). Sampel yang dianalisis meliputi bakso sapi kemasan dari pasar swalayan, bakso sapi dari pedagang sektor informal (kaki lima), bakso babi sebagai kontrol positif, serta formulasi campuran bakso sapi dan babi untuk uji sensitivitas. Isolasi DNA sampel dilakukan menggunakan kit GenJET Genomic DNA Purification, yang dilanjutkan dengan tahapan amplifikasi PCR dan visualisasi melalui elektroforesis gel agarosa 2%. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontrol positif bakso babi serta sampel campuran daging sapi-babi berhasil mengamplifikasi pita DNA spesifik berukuran berkisar 200–212 bp yang mengonfirmasi presensi gen cytochrome b babi. Sebaliknya, produk bakso sapi kemasan maupun bakso sapi dari pedagang kaki lima tidak mengindikasikan adanya pita fragmen DNA babi tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, metodologi PCR dengan primer cytochrome b terbukti memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi dalam mengidentifikasi kontaminasi material babi pada produk daging olahan.