Karkono Karkono
State University of Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manifestasi Ekokritik dalam Cerpen Korban Karbon: Perlawanan terhadap Krisis Ekologi dan Visi Restorasi Mangrove di Bengkalis Baity Dinar Prasetya; Dwi Sulistyorini; Karkono Karkono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/k46pdx27

Abstract

Sastra kontemporer telah bertransformasi menjadi medium perjuangan ekologis guna menyuarakan kondisi alam yang terhimpit eksploitasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi ekokritik dalam cerpen "Korban Karbon" karya WS Djambak yang membedah krisis lingkungan di Bengkalis, Riau. Masalah utama yang diangkat berfokus pada representasi kerusakan lingkungan multidimensional serta respons tokoh Ismail alias Babon terhadap krisis tersebut. Analisis ini menggunakan pendekatan ekokritik untuk menelaah hubungan timbal balik antara manusia dan alam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Bengkalis mengalami ancaman nyata berupa laju abrasi ekstrem dan bencana kabut asap akibat kebakaran lahan gambut yang dipicu oleh praktik kapitalisme ekstraktif. Tokoh Babon merepresentasikan pergeseran etika lingkungan menuju pandangan biosentris melalui aksi restorasi mangrove sebagai bentuk resistensi terhadap kehancuran ekosistem. Cerpen ini menawarkan visi utopia ekologi pada tahun 2045, di mana pemulihan lingkungan melalui mekanisme perdagangan karbon terbukti mampu memberikan keberlanjutan hidup sekaligus kemakmuran ekonomi. Temuan dari analisis ini menegaskan bahwa penyelamatan alam merupakan prasyarat mutlak bagi keberlangsungan hidup manusia.
Karakteristik Asesmen Membaca Sastra pada Buku Ajar Bahasa Indonesia Kelas VII SMP Nurjihaan Nabiilah; Didin Widyartono; Karkono Karkono; Imam Agus Basuki; Pidekso Adi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/djtkqy51

Abstract

Asesmen membaca sastra dalam buku ajar masih cenderung berfokus pada pemahaman dasar, sehingga kemampuan berpikir kritis dan apresiasi sastra siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik asesmen membaca sastra pada buku Bahasa Indonesia kelas VII yang meliputi ragam tes, keselarasan tujuan dengan instrumen asesmen, dan tingkat pemahaman membaca berdasarkan Taksonomi Barrett. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data berupa latihan membaca sastra dalam buku Bahasa Indonesia kelas VII terbitan tahun 2021. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mengidentifikasi, dan mengklasifikasi data berdasarkan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen membaca sastra didominasi oleh ragam tes objektif, sedangkan tes subjektif masih terbatas. Dari aspek keselarasan tujuan dengan instrumen, sebagian besar instrumen telah sesuai dengan tujuan pembelajaran, meskipun beberapa belum sepenuhnya mengukur kemampuan analisis mendalam. Pada tingkat pemahaman membaca, asesmen lebih banyak mengembangkan pemahaman literal dibandingkan inferensial, reorganisasi, evaluasi, dan apresiasi. Temuan ini menunjukkan bahwa asesmen membaca sastra masih berorientasi pada pemahaman tersurat, sehingga perlu pengembangan instrumen yang lebih mendorong kemampuan berpikir kritis, interpretatif, dan apresiatif siswa terhadap karya sastra.
Hegemony and Organic Intellectuals Figures in Rio Johan’s Post-Apocalyptic Novel Buanglah Hajat Pada Tempatnya Natanael Ricky Putra; Djoko Saryono; Karkono Karkono
Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH), Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/lensa.15.2.2025.261-279

Abstract

This study investigates the workings of hegemony in Rio Johan’s post-apocalyptic novel Buanglah Hajat pada Tempatnya (Dispose of Waste in Its Proper Place). Guided by Antonio Gramsci’s theory of hegemony and the conventions of post-apocalyptic literature, the research asks how power is negotiated and sustained in a dystopian society. Using a descriptive qualitative approach, the study highlights the role of organic intellectuals, represented by Pak Tua (the Old Man) and Si Bocah (the Boy), in transmitting ideology to a community of survivors. The findings reveal that hegemony in this narrative emerges through everyday practices surrounding a single functional toilet and oral traditions within a waiting line. While the research contributes a new perspective by linking hegemony to post-apocalyptic settings—an underexplored area—its scope is limited to the analysis of a single text or novel.