This study aims to determine the influence of peer social interaction on the empathy of eighth-grade students at SMP Negeri 8 Bandar Lampung. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection was carried out using questionnaires and interviews, and data analysis used simple linear regression. The research sample consisted of 69 students selected through simple random sampling technique. Students who have quality social interaction with their peers will also have good empathy, so that students can provide positive actions and responses to those around them, including willingness to help without expecting anything in return, providing attention and emotional support, as well as listening to and understanding friends' complaints. The results show that peer social interaction has a positive and significant influence on students' empathy by 32.2%. This influence occurs because the three indicators of peer social interaction, namely interaction quality, type of interaction, and frequency of interaction, collectively shape a social environment that supports the growth of empathy. Interaction quality that has already tended to be positive and supportive among students encourages them to care for and listen to one another, which directly trains emotional sensitivity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi sosial teman sebaya terhadap sikap empati siswa kelas VIII di SMP Negeri 8 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket dan wawancara sebagai pendukung serta analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Sampel penelitian berjumlah 69 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Siswa yang memiliki interaksi sosial yang berkualitas dengan teman sebayanya maka akan memiliki sikap empati yang baik pula, sehingga siswa dapat memberikan tindakan ataupun respons positif kepada orang-orang di sekitarnya, meliputi kesediaan membantu tanpa pamrih, memberikan perhatian dan dukungan emosional, serta mendengarkan dan memahami keluh kesah teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap empati sebesar 32,2%. Pengaruh tersebut dapat terjadi karena ketiga indikator interaksi sosial teman sebaya, yaitu kualitas interaksi, jenis interaksi, dan frekuensi interaksi, secara bersama-sama membentuk kondisi sosial yang mendukung tumbuhnya empati. Kualitas interaksi yang sudah cenderung positif dan suportif di antara siswa mendorong mereka untuk saling peduli dan mendengarkan satu sama lain, yang secara langsung melatih kepekaan emosional.