Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sistem Penyiraman Otomatis pada Vegetasi Lebah Kelulut Kelompok Tani Karamunting Kota Balikpapan Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Riza Hudayarizka; Rahmad Raharja; Muhammad Fauzan; M Nur Alif Humam El Yunus; Alfandi Yusuf Prabowo; Aa Kurniawan; Affredo Meiriyansyah; Ahmad Dicky Fathurrahman; Bima Wahyu Ramadhan; Aditya Fitrah Ramadhani
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.17267

Abstract

Vegetasi yang baik akan menghasilkan nektar dan bermanfaat bagi lebah kelulut sebagai sumber nutrisi. Pertumbuhan vegetasi akan dipengaruhi oleh unsur hara tanah dan ketersediaan air yang cukup. Budidaya lebah kelulut yang dikelola oleh kelompok Tani Karamunting Kota Balikpapan memiliki beberapa tantangan terkait vegetasi, seperti jarak tanam vegetasi yang tersebar, tingkat kelembapan tanah yang tidak terkontrol, serta penyiraman yang masih secara manual dan bertahap. Kemajuan teknologi dapat membantu masalah tersebut, salah satunya melalui sistem penyiraman secara otomatis yang berbasis sensor kelembapan tanah. Sistem penyiraman akan membaca tingkat kelembapan air di dalam tanah dan selanjutnya memerintahkan keran air dan pompa bekerja, serta otomatis berhenti saat kelembapan tanah tercukupi. Sistem ini akan terintegrasi dengan tanki penyimpanan air, pompa air, dan penyiram tanaman sehingga mempermudah kerja petani lebah. Kegiatan ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Hasil implementasi sistem ini terbukti memudahkan petani budidaya lebah kelulut dalam penyiraman vegetasi. Terlihat kualitas vegetasi semakin baik dan menandakan bahwa kuantitas dan kualitas nektar yang dihasilkan cukup untuk nutrisi lebah kelulut..
KARBON AKTIF KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) UNTUK PENYISIHAN FOSFAT AIR LIMBAH LAUNDRY ARTIFISIAL Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Muhammad Yoga Amukti; Riza Hudayarizka; Eka Masrifatus Anifah
Jurnal Reka Lingkungan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v13i1.25-36

Abstract

Konsentrasi fosfat yang tinggi pada air limbah laundry perlu diolah karena dapat menyebabkan eutrofikasi. Eutrofikasi di badan air dapat berdampak langsung bagi makhluk hidup. Selain itu, banyaknya pemanfaatan singkong sebagai bahan makanan berpotensi menghasilkan limbah biomassa seperti kulit singkong. Limbah kulit singkong mengandung karbon dan selulosa yang baik untuk dijadikan karbon aktif. Salah satu metode yang efektif, efisien, dan murah untuk menurunkan konsentrasi fosfat adalah adsorpsi menggunakan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dosis dan waktu kontak untuk menurunkan fosfat dalam air limbah laundry artificial serta menentukan kinetika adsorpsi yang terjadi. Penelitian dilakukan secara batch menggunakan variasi dosis adsorben 2-10 gr/L dan waktu kontak 15-120 menit dengan kecepatan pengadukan 110 RPM. Karbon aktif dihasilkan melalui proses karbonisasi kulit singkong dan aktivasi dengan NaOH 0,3 N. Hasil penyisihan optimum sebesar 8% didapatkan pada dosis adsorben 4 gr/L dengan waktu kontak 60 menit. Kinetika adsorpsi yang didapatkan termasuk model Orde Dua Semu.
Analysis of Green Campus Implementation Based on the UI GreenMetric Indicators at Kalimantan Institute of Technology Tiara Rukmaya Dewi; Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Hermawan Juliansyah
Poltanesa Vol 27 No 1 (2026): June 2026
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v27i1.3722

Abstract

UI GreenMetric World University Rankings is one of the sustainability assessment instruments used to evaluate green campus performance through six main categories: Setting and Infrastructure, Energy and Climate Change, Waste, Water, Transportation, and Education and Research. This study aims to analyze the implementation of green campus at Institut Teknologi Kalimantan based on the 2025 UI GreenMetric indicators. This study employed a quantitative descriptive method with a data analysis approach using data obtained from the 2025 UI GreenMetric fact file, the UI GreenMetric questionnaire data of Institut Teknologi Kalimantan, the 2025 UI GreenMetric guideline, and institutional achievement documents. The results show that Institut Teknologi Kalimantan obtained a total score of 3.322,5 out of 10.000 points, equivalent to 33.23%. The Setting and Infrastructure category obtained 705 points, Energy and Climate Change 625 points, Waste 500 points, Water 387,5 points, Transportation 360 points, and Education and Research 745 points. The highest achievement was found in the Setting and Infrastructure category, while the lowest achievement was found in the Transportation category. These findings indicate that Institut Teknologi Kalimantan has strong spatial potential as a green campus, but still requires improvement in renewable energy, green building implementation, waste management, water management, sustainable transportation, sustainability reporting, and data-based governance.
A Strategi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di Universitas X Kota Balikpapan dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP): 152 - 163 Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Rahmi Yorika; Muhammad Arif Fadillah; Tiara Rukmaya Dewi; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Cut Keumala Banaget
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.8481784

Abstract

Universitas X sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi di Kota Balikpapan turut menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) sehingga wajib melakukan pengelolaan. LB3 dihasilkan dari kegiatan laboratorium (penggunaan bahan kimia, peralatan uji berbasis elektronik) serta aktifitas operasional (penggunaan peralatan elektronik). Pengelolaan LB3 yang dilakukan Universitas X saat ini masih memiliki kekurangan, khususnya pada aspek pengurangan, pengumpulan, dan penyimpanan sehingga perlu dirumuskan strategi yang tepat. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat digunakan untuk merumuskan suatu keputusan berdasarkan kajian secara bertingkat yang terdiri dari tujuan, kriteria, sub-kriteria, hingga alternatif solusi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis LB3 yang dihasilkan, mengevaluasi kondisi pengelolaan LB3, serta merancang strategi pengelolaan LB3 di Universitas X, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 06 Tahun 2021 Terkait Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah. Tahapan penelitian meliputi identifikasi jenis LB3 yang dihasilkan, mengevaluasi kesesuaian kondisi eksisting, dan perumusan strategi pengelolaan LB3 berdasarkan aspek jenis kemasan, lokasi penempatan TPS LB3, serta luas TPS LB3. Perumusan strategi menggunakan metode AHP juga didukung dengan software AutoCAD dan SketchUp untuk merepresentasikan desain TPS LB3 yang sesuai dengan peraturan. Hasil penelitian mendapatkan LB3 dari kegiatan Universtas X adalah berjenis asam (865 L/Tahun), basa (810 L/Tahun), organik cair (390 L/Tahun), campuran (380 L/Tahun), an-organik cair (330 L/Tahun), lampu bekas (219 L/Tahun), kaca bekas (10 L/Tahun), dan baterai bekas (6,1 L/Tahun). Kondisi eksisting pengelolaan LB3 menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 49,48% yang tergolong kategori cukup. Berdasarkan metode AHP, strategi terbaik pengelolaan LB3 di Universitas X adalah skenario 1 berupa pengemasan menggunakan jerigen 20 L untuk limbah cair dan drum plastik 50 L untuk limbah padat. Saran lokasi TPS LB3 berada di antara Laboratorium Terpadu 1dan 2 dengan luasan 28 m² (panjang 7 m x lebar 4 m).