Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Masyarakat Kelurahan Karang Joang Balikpapan Melalui Kegiatan Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) Cut Keumala Banaget; Eka Masrifatus Anifah; Barokatun Hasanah; Muhammad Fajar Sidiq; Yehezkiel Wijaya Oey; Abdul Rohim; Indah Putri Aulia
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 2 (2023): April 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i2.1935

Abstract

The loss of food production land due to land conversion in supporting more economically profitable activities has urged innovations in agricultural and fishery activities by utilizing narrow land. A suitable method to solve this problem is Budikdamber or fish farming in a bucket. This method adopts the concept of aquaponics, which is a combination of aquaculture and hydroponics. Community skills improvement by Budikdamber activity aims to introduce a simple method for growing kale and catfish farming on narrow land using buckets so that people can obtain food directly from their yards. The target community for this activity is the residents of RT 14, Karang Joang Village. The implementation method includes field surveys and problem identification, formulation of solutions, implementation, monitoring, and evaluation. These steps are expected to provide skills for the community to do Budikdamber. The community showed positive responses to this activity. The community showed their understanding and opinion of the Budikdamber activity and the continuity of this activity.
Pengaruh Perubahan Parameter Fisik-Kimia terhadap Aktivitas Mikroorganisme selama Proses Pengomposan Sampah Organik Kantin Cut Keumala Banaget; Gabriel S. Boedi Andari Kristanto; Irma Gusniani Danumihardja
SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 3 (2017): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1441.384 KB) | DOI: 10.35718/specta.v1i3.87

Abstract

Pengolahan sampah sisa makanan perlu menjadi prioritas karena jumlahnya yang besar serta sifatnya yang mudah membusuk dan memicu kehadiran hewan pembawa penyakit seperti tikus.Salah satu teknik pengolahannya adalah pengomposan, yaitu proses degradasi sampah organik oleh mikroorganisme menjadi material sejenis humus yang dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor (meliputi parameter fisik-kimia) yang mempengaruhi proses pengomposan, serta menganalisis hubungan dan pengaruh faktor tersebut terhadap aktivitas mikroorganisme selama proses pengomposan berlangsung. Analisis statistik dalam penelitian ini meliputi analisis faktor, korelasi, dan multivariabel. Berdasarkan analisis faktor yang dilakukan,terbentuk 2 faktor baru yang mempengaruhi proses pengomposan, yaitu faktor 1 dinamakan parameter yang menunjukkan hasil dari proses pengomposan, terdiri dari konduktivitas, salinitas, dan kadar air; dan faktor 2 dinamakan parameter yang mendukung proses pengomposan, terdiri dari rasio C/N, kadar karbon, pH, dan kadar nitrogen. Hasil analisis korelasi menunjukkan kadar air, rasio C/N, kadar karbon, pH, kadar nitrogen memiliki pengaruh terhadap aktivitas mikroorganisme. Berdasarkan analisis multivariabel, komposter 2 diperkirakan memiliki model regresi pengaruh faktor pengomposan terhadap aktivitas mikroorganisme yang terbaik. Sedangkan dilihat dari penurunan kadar karbonnya, komposter 1 memiliki konstanta laju pengomposan dan laju dekomposisiterbesar dibandingkan dua komposter lainnya, yaitu sebesar 0,0006 dan 0,0224%/hari.
Peningkatan Database Pelanggan Untuk Usaha Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Berbasis Map Marker Di Wilayah Lamaru Kota Balikpapan Ridhwan Haliq; Dian Mart Shoodiqin; Cut Keumala Banaget; Alfian Djafar; Faisal Manta
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 : Mei (2025): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAMIU is a microenterprise that has had significant growth in East Balikpapan, particularly in the Lamaru region. The necessity of water is paramount for humans, as it is a vital component of the body, supports essential activities, and is crucial for general health. Socialization occurs in person in the Lamaru Balikpapan Timur Health Center auditorium. Customers requiring water refills predominantly consist of stalls, private residences, and projects, with a general preference for delivery over self-collection at the depot. The distribution process employs a pick-up vehicle with a capacity of 60-70 gallons each trip. The survey results indicated a production of 3,800 liters per day for one vehicle. Among the 10 depots, 3 DAMIUs utilize one vehicle, while 7 DAMIUs employ 2 to 3 vehicles. The water supply utilized comprises 80% PDAM from 10 DAMIUs. Customers who are frequently disoriented and negligent impede the delivery procedure. Map Marker accurately identifies the client's location by interfacing with Google Maps and allows the input of images of residences, stalls, or locations, as well as customer telephone numbers. Participants from the socialization group rated it 6 out of 10, exhibiting complete curiosity about utilizing the application. DAMIU owners in the East Balikpapan area have achieved income stability and mitigated staff fraud through the utilization of the Map Marker application, presenting a significant advantage for them.
PELATIHAN PENCETAKAN POLA PADA PRODUK CENDERAMATA DENGAN METODE ECO-PRINTING KEPADA PEDAGANG DI KAWASAN WISATA MERANTI Cut Keumala Banaget; Rahmi Yorika; Reihan Rizkiana Putra; Rangga Putra Pamungkas; Siska Veronika; Muhammad Mahesa Ajibasa Syaiban; Mares Anugrah Nathaniel Tule
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ITK (PIKAT) Vol. 7 No. 1 (2026): PIKAT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Institut Teknologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/pikat.v7i1.8481853

Abstract

Kota Balikpapan, merupakan salah satu kota strategis dengan perkembangan yang pesat di Provinsi Kalimantan Timur. Selain potensi sumber daya alam yang melimpah, Kota Balikpapan memiliki potensi pariwisata seperti hutan, pantai, dan ekosistem lokal yang unik sehingga perlu digali lebih dalam. Kawasan Wisata Meranti yang terletak di KM 15 Kota Balikpapan merupakan salah satu destinasi pariwisata yang menawarkan keindahan alam tanaman lokal, yaitu Pohon Meranti. Saat ini, pengelola Wisata Meranti terus berupaya meningkatkan daya tarik lokasi ini untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Pembuatan cenderamata dengan memanfaatkan dedaunan untuk pencetakan pola pada produk eco-printing dapat menjadi branding kawasan wisata tersebut, serta dapat menambah pemasukan pengelola kawasan wisata dan masyarakat sekitar. Pelatihan pembuatan produk eco-printing berupa tote bag ditujukan untuk pedagang yang ada di Kawasan Wisata Meranti. Pelatihan ini dihadiri oleh 22 orang peserta. Setelah kegiatan, semua peserta setuju bahwa materi pelatihan yang disampaikan mudah dimengerti dan metode eco-printing merupakan metode yang ramah lingkungan. Seluruh peserta juga setuju bahwa keterampilan ini memberikan manfaat bagi peserta.
OPTIMALISASI UNIT PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN MAGGOT DI TPA MANGGAR KOTA BALIKPAPAN Rina Noor Hayati; Basransyah; Chandra S. Rahendaputri; Cut Keumala Banaget; Ismi Khairunnissa Ariani; Nadya Misdiana Putri; Ieke Wulan Ayu
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i1.8481642

Abstract

The problem of organic waste management in Balikpapan City is increasing, with a total of 193,038 tons/year, 70.3% of which comes from household waste. One solution implemented at Manggar Municipal Solid Waste (MSW) Landfill in Balikpapan is the processing of organic waste using maggots (BSF larvae). This study aims to analyze the current conditions, analyze the factors influencing waste processing, and formulate strategies for optimizing the processing facility. The methods used include quantitative and qualitative approaches, as well as best practice analysis as a basis for improvement. The research findings highlight several issues, such as the absence of BSF egg weighing, predator disturbances in the fly cages, biopon systems without drainage channels, and the manual process of separating maggots from casings. Optimization was carried out through the redesign of the BSF fly enclosure, improvement, and addition of 21 biopon units, which can produce 35.7 liters of liquid organic fertilizer (POC) and decompose 1,0878 tons of organic waste per cycle, the design of a sieving machine, and the reorganization of the maggot house layout. These efforts are expected to enhance processing efficiency and capacity to 1,0878 tons per cycle, supporting more sustainable and environmentally friendly waste management.
A Strategi Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di Universitas X Kota Balikpapan dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP): 152 - 163 Muhamad Nur Ibnu Luthfi Saud; Rahmi Yorika; Muhammad Arif Fadillah; Tiara Rukmaya Dewi; Intan Dwi Wahyu Setyo Rini; Cut Keumala Banaget
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 2 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i2.8481784

Abstract

Universitas X sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi di Kota Balikpapan turut menghasilkan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) sehingga wajib melakukan pengelolaan. LB3 dihasilkan dari kegiatan laboratorium (penggunaan bahan kimia, peralatan uji berbasis elektronik) serta aktifitas operasional (penggunaan peralatan elektronik). Pengelolaan LB3 yang dilakukan Universitas X saat ini masih memiliki kekurangan, khususnya pada aspek pengurangan, pengumpulan, dan penyimpanan sehingga perlu dirumuskan strategi yang tepat. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dapat digunakan untuk merumuskan suatu keputusan berdasarkan kajian secara bertingkat yang terdiri dari tujuan, kriteria, sub-kriteria, hingga alternatif solusi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis LB3 yang dihasilkan, mengevaluasi kondisi pengelolaan LB3, serta merancang strategi pengelolaan LB3 di Universitas X, sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 06 Tahun 2021 Terkait Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah. Tahapan penelitian meliputi identifikasi jenis LB3 yang dihasilkan, mengevaluasi kesesuaian kondisi eksisting, dan perumusan strategi pengelolaan LB3 berdasarkan aspek jenis kemasan, lokasi penempatan TPS LB3, serta luas TPS LB3. Perumusan strategi menggunakan metode AHP juga didukung dengan software AutoCAD dan SketchUp untuk merepresentasikan desain TPS LB3 yang sesuai dengan peraturan. Hasil penelitian mendapatkan LB3 dari kegiatan Universtas X adalah berjenis asam (865 L/Tahun), basa (810 L/Tahun), organik cair (390 L/Tahun), campuran (380 L/Tahun), an-organik cair (330 L/Tahun), lampu bekas (219 L/Tahun), kaca bekas (10 L/Tahun), dan baterai bekas (6,1 L/Tahun). Kondisi eksisting pengelolaan LB3 menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 49,48% yang tergolong kategori cukup. Berdasarkan metode AHP, strategi terbaik pengelolaan LB3 di Universitas X adalah skenario 1 berupa pengemasan menggunakan jerigen 20 L untuk limbah cair dan drum plastik 50 L untuk limbah padat. Saran lokasi TPS LB3 berada di antara Laboratorium Terpadu 1dan 2 dengan luasan 28 m² (panjang 7 m x lebar 4 m).