Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan literasi digital melalui pelatihan penggunaan Mendeley di SMA Negeri 14 Palembang Abdul Halim; Ahmad Mujaddid Fachrurreza; Larasati Larasati; Yuni Permatasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39225

Abstract

AbstrakKemajuan teknologi digital telah membawa dampak besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada aspek literasi akademik. Namun, keterampilan literasi digital di kalangan siswa SMA masih tergolong rendah, khususnya dalam pengelolaan referensi ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital akademik melalui pelatihan penggunaan aplikasi Mendeley bagi guru dan siswa di SMA Negeri 14 Palembang. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan intensif, pendampingan teknis, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 26 siswa kelas XII serta sejumlah guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 84,4% dalam penguasaan fungsi dasar Mendeley, di mana sebanyak 96% peserta telah mampu membuat sitasi otomatis secara mandiri dan seluruh peserta (100%) memahami fungsi dasar Mendeley sebagai alat bantu akademik. Selain itu, sebanyak 92% siswa menilai pelatihan ini sangat bermanfaat dan 81% guru pendamping berkomitmen untuk melanjutkan bimbingan literasi digital di sekolah. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan literasi digital sekolah dan mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran. Hasil kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi untuk sekolah menengah lain dalam upaya memperkuat budaya literasi digital di era pendidikan 4.0. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; literasi digital; mendeley; SMAN 14 Palembang. AbstractThe advancement of digital technology has significantly influenced education, particularly in academic literacy. However, digital literacy skills among high school students remain relatively low, especially in managing scientific references. This community service program aimed to enhance academic digital literacy through Mendeley training for teachers and students at SMA Negeri 14 Palembang. The methods included socialization, intensive workshops, technical assistance, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The activity involved 26 twelfth-grade students and several teachers. The evaluation results showed an average improvement of 84.4% in mastering core Mendeley functions, with 96% of participants able to independently create automatic citations and all participants (100%) understanding the basic functions of Mendeley as an academic tool. Additionally, 92% of students rated the training as highly beneficial and 81% of accompanying teachers committed to continuing digital literacy guidance at school. This activity successfully enhanced the school’s digital literacy capacity and supported the integration of technology in learning. The results are expected to serve as a model for replication by other secondary schools in their efforts to strengthen digital literacy culture in the era of education 4.0. Keywords: community service; training; digital literacy; mendeley; SMAN 14 Palembang.
Gender Dynamics in ASEAN Economic Liberalization: The Implications of AFTA on Equality and Women’s Empowerment Roy Setiawan; Ahmad Mujaddid Fachrurreza; Maudy Noor Fadhlia; Zhillan Zhalila Fahlevi
Jurnal Ilmu Sosial Indonesia (JISI) JISI: Vol. 6, No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP),UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jisi.v6i2.45958

Abstract

Abstract. This study investigates the implications of the ASEAN Free Trade Area (AFTA) on gender equality and women's empowerment in Southeast Asia, focusing on the effects of economic liberalization on women's access to economic opportunities and the persistence of structural inequalities. Utilizing a qualitative approach grounded in feminist economics and intersectionality, the research reveals that while AFTA has facilitated regional economic growth, it has not equitably benefited women, who continue to face systemic barriers in employment, wage equity, and access to resources. Women are often confined to precarious jobs in labor-intensive sectors, and their contributions, particularly in unpaid care work, remain undervalued. The findings highlight the intersectionality of gender with other social identities, complicating women's experiences under economic liberalization. The study underscores the need for gender-responsive policies that address the unique challenges faced by women in the labor market, emphasizing that integrating gender considerations into economic frameworks is essential for achieving equitable economic outcomes.  Keywords: AFTA, Gender Equality, Women's Empowerment, Economic Liberalization, Feminist Economics, Intersectionality.  Abstrak. Penelitian ini menyelidiki implikasi dari Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Asia Tenggara, dengan fokus pada dampak liberalisasi ekonomi terhadap akses perempuan pada peluang ekonomi dan ketimpangan struktural yang terus berlanjut. Menggunakan pendekatan kualitatif yang berlandaskan ekonomi feminis dan interseksionalitas, penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun AFTA telah memfasilitasi pertumbuhan ekonomi regional, hal ini belum memberikan manfaat yang setara bagi perempuan, yang terus menghadapi hambatan sistemik dalam pekerjaan, kesetaraan upah, dan akses terhadap sumber daya. Perempuan sering terjebak dalam pekerjaan yang tidak stabil di sektor-sektor yang padat karya, dan kontribusi mereka, terutama dalam pekerjaan perawatan yang tidak dibayar, tetap tidak dihargai dengan semestinya. Temuan-temuan ini menyoroti interseksionalitas gender dengan identitas sosial lainnya, yang memperumit pengalaman perempuan di bawah liberalisasi ekonomi. Penelitian ini menekankan pentingnya kebijakan yang responsif terhadap gender yang dapat mengatasi tantangan unik yang dihadapi perempuan di pasar tenaga kerja, dengan menegaskan bahwa mengintegrasikan pertimbangan gender ke dalam kerangka ekonomi sangat penting untuk mencapai hasil ekonomi yang adil.  Kata Kunci: AFTA, Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan, Liberalisasi Ekonomi, Ekonomi Feminis, Interseksualitas.