Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran IPA terhadap Literasi Digital Siswa untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam Yunita Ayudhia Anzani; Fauzan Aninnajib Basri; Radix Zulkarnaen Choer; Nana Nana
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1368

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya mengintegrasikan AI dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi digital siswa sekaligus mendukung terciptanya pembelajaran mendalam yang relevan dengan tuntutan abad ke-21. Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan membuka peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA melalui penyediaan pengalaman belajar yang lebih adaptif, interaktif, dan berpusat pada siswa. Namun, efektivitas pemanfaatan AI dalam mendukung pembelajaran mendalam (deep learning) sangat dipengaruhi oleh kemampuan literasi digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi AI dalam pembelajaran IPA, literasi digital siswa, serta implikasinya terhadap pembelajaran mendalam (deep learning). Metode yang digunakan adalah mixed method dengan desain sequential explanatory, yang diawali dengan pengumpulan data kuantitatif melalui instrumen berupa angket skala Likert, kemudian dilanjutkan dengan data kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 22 siswa kelas VIII dan 2 guru IPA di salah satu SMP Negeri di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Analisis data kuantitatif dilakukan melalui perhitungan dan interpretasi persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam pembelajaran IPA berada pada kategori tinggi dengan persentase 73,75%, literasi digital siswa sebesar 80%, dan pembelajaran mendalam sebesar 76,59%. Temuan kualitatif memperkuat bahwa AI dimanfaatkan sebagai sarana eksplorasi pengetahuan yang mendorong kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan karakteristik mindful, meaningful, dan joyful learning. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi AI yang didukung literasi digital yang baik berimplikasi positif terhadap terwujudnya pembelajaran mendalam dalam pembelajaran IPA. Oleh karena itu, AI dan literasi digital perlu diintegrasikan secara optimal untuk mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21.
Implementasi E-Modul Berbasis Nearpod pada Materi Fluida Dinamis untuk Meningkatkan Keterampilan Pemecahan Masalah dan Hasil Belajar Siswa Fauzan Aninnajib Basri; Tasya Nur Hanifah; Yunita Ayudhia Anzani; Rahmat Rizal; Dita Agustian
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3750

Abstract

Rendahnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi masih menjadi permasalahan dalam kegiatan pembelajaran, di mana proses pembelajaran umumnya didominasi metode ceramah, penggunaan buku teks, serta asesmen konvensional yang kurang melibatkan perangkat digital. Kondisi ini menunjukkan perlunya media inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan dan kemampuan kognitif siswa. Penelitian ini bertujuan mengkaji peningkatan keterampilan pemecahan masalah serta hasil belajar siswa setelah menggunakan E-Modul berbasis Nearpod pada topik Fluida Dinamis. Penelitian menerapkan metode kuantitatif dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 25 siswa kelas XI MIPA-2 SMA IT Ummul Quro, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh (total sampling). Instrumen berupa tes yang telah divalidasi digunakan untuk menilai dua variabel terikat, yaitu keterampilan dalam memecahkan masalah dan hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Wilcoxon Signed-Rank, serta perhitungan N-Gain menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel, terlihat dari nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 dan nilai N-Gain yang termasuk kategori sedang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa E-Modul berbasis Nearpod mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa, sehingga layak dijadikan media pembelajaran digital di tingkat sekolah menengah.
An Analysis of the Suitability of Science Laboratory Management at the Junior High School Level Based on National Education Standards Rina Fitriani; Putri Syarifa; Ai Anisa Asaidah; Fauzan Aninnajib Basri; Winda Ismi; Romy Faisal Mustofa; Liah Badriah
EduMatSains : Jurnal Pendidikan, Matematika dan Sains Vol 11 No 1 (2026): July
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/edumatsains.v11i1.8163

Abstract

This study aimed to evaluate the suitability of science laboratory management at the junior high school level based on the National Education Standards (SNP) and to identify priority areas for improvement. A qualitative case study combined with descriptive quantitative evaluation was conducted at a private junior high school in Tasikmalaya, Indonesia. Data were collected through structured observations, semi-structured interviews, and document analysis using instruments developed from SNP indicators. The findings revealed that the overall suitability of science laboratory management reached 57.89%, indicating a Moderately Suitable category. The highest levels of compliance were found in the availability of electricity and water (86%) and equipment inventory (81%), while laboratory regulations, layout, and procurement of equipment and materials were categorized as suitable (75%). However, several aspects remained suboptimal, particularly laboratory utilization, organization, equipment maintenance, funding, monitoring and evaluation, documentation, and cleanliness. The lowest scores were identified in laboratory safety and security (38%) and laboratory personnel (33%), indicating critical weaknesses requiring immediate attention. These findings suggest that although several management components have complied with the National Education Standards, significant improvements are still needed, particularly in occupational safety, staffing, preventive maintenance, and continuous quality monitoring. Strengthening these aspects is expected to improve laboratory effectiveness and better support practical science learning in junior high schools.