Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Menyulap Ruang Konseling Jadi Sentuhan Aroma: Workshop Kewirausahaan Lilin Aromaterapi untuk Guru BK Se-Kabupaten Trenggalek Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3198

Abstract

Latar Belakang: Guru Bimbingan dan Konseling (BK) di era kontemporer dituntut untuk berinovasi menciptakan ruang konseling yang terapeutik sekaligus membekali siswa dengan keterampilan hidup, termasuk kewirausahaan. Namun, sering terdapat kesenjangan antara kebutuhan ini dengan keterampilan praktis yang dimiliki. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan Guru BK melalui integrasi terapi sensorial dan kewirausahaan kreatif. Metode: Dilaksanakan workshop partisipatif selama satu hari penuh di Aula SMA Negeri 1 Trenggalek pada 29 Januari 2026, melibatkan 42 Guru BK SMA/SMK/MA se-Kabupaten Trenggalek. Narasumber utama adalah Dr. apt. Teguh Setiawan Wibowo, MM., MBA., M.Si., M.Farm., AIFO, yang memberikan materi holistik berbasis bukti. Metode mencakup sesi teoretis-interaktif, demonstrasi, hands-on practice pembuatan lilin aromaterapi, serta penyusunan rencana aksi dalam kelompok. Kegiatan dirancang untuk memastikan keberlanjutan melalui forum daring dan komitmen monitoring. Hasil: Peserta berhasil menguasai keterampilan teknis dan konseptual pembuatan lilin aromaterapi dengan indikator keberhasilan 100%. Terjadi peningkatan signifikan pada pemahaman mengenai psikologi aromaterapi dan model bisnis sederhana. Workshop melahirkan enam dokumen rencana aksi konkret untuk diimplementasikan di sekolah, seperti “Proyek BK Corner Aromatherapy” dan “Entrepreneurial Friday”. Terbentuknya komunitas praktisi daring menunjukkan terbangunnya social capital dan sistem dukungan sebaya yang berkelanjutan. Kesimpulan: Workshop ini berhasil membangun kapasitas Guru BK sebagai agent of change yang mengonvergensikan layanan konseling yang inovatif dengan pendidikan kewirausahaan praktis. Model kegiatan ini berpotensi direplikasi sebagai bentuk pengembangan profesi alternatif bagi guru, sekaligus menanamkan benih ekonomi kreatif berbasis kesehatan mental di tingkat sekolah dan komunitas lokal.
Edukasi Pencegahan Stres dan Depresi melalui Nutrisi: Upaya Meningkatkan Literasi Kesehatan Mental Berbasis Sains Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3199

Abstract

Kesehatan mental, khususnya stres dan depresi, menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat, terutama di kalangan usia produktif. Di Indonesia, keterbatasan akses layanan kesehatan jiwa serta stigma sosial mendorong perlunya pendekatan promotif dan preventif yang mudah diakses masyarakat. Salah satu pendekatan yang berkembang adalah nutritional psychiatry, yang menekankan peran nutrisi dalam memodulasi fungsi otak dan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental berbasis sains melalui edukasi nutrisi sebagai upaya pencegahan stres dan depresi. Metode yang digunakan adalah workshop edukasi daring dengan pendekatan partisipatif dan interaktif, yang dilaksanakan pada 17 Januari 2026 melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 109 peserta dari berbagai latar belakang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, serta kuesioner kepuasan untuk menilai kualitas pelaksanaan kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 52,4 menjadi 86,7 atau meningkat sebesar 65,5%, dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Selain itu, peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi dan peningkatan kesadaran akan peran nutrisi dalam menjaga kesehatan mental. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental dan mendorong pemberdayaan individu untuk mengelola stres secara proaktif melalui pendekatan nutrisi. Edukasi nutrisi berbasis sains berpotensi menjadi strategi promotif-preventif kesehatan mental yang mudah direplikasi dan non-stigmatisasi di masyarakat.
Personal Grooming and Public Speaking Untuk Excellent Service to Impression Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3200

Abstract

Kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja tidak hanya bergantung pada penguasaan kompetensi teknis (hard skills), tetapi juga pada keterampilan non-teknis (soft skills) yang mendukung citra profesional dan kualitas pelayanan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, hasil, dan dampak dari kegiatan pengabdian masyarakat berbentuk seminar dan workshop bertema “Personal Grooming dan Public Speaking untuk Excellent Service to Impression”. Kegiatan dilaksanakan di Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya (IKBIS) dengan melibatkan 68 mahasiswa lintas disiplin dari lima program studi: Manajemen, Akuntansi, Kebidanan, Gizi, dan Keperawatan. Metode pelaksanaan mengintegrasikan tiga tahap utama: (1) seminar konseptual untuk membangun pemahaman dasar, (2) workshop simulasi dan role-play yang dikontekstualisasikan dengan bidang keahlian masing-masing jurusan, dan (3) sesi evaluasi dan refleksi dengan umpan balik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (pemahaman konsep), afektif (kepercayaan diri dan kesadaran profesional), serta psikomotorik (keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal). Analisis mendalam mengungkap bahwa pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kolaboratif lintas disiplin tidak hanya efektif dalam menutup kesenjangan antara teori dan praktik, tetapi juga berhasil memicu pergeseran paradigma (mindset shift) peserta mengenai integrasi antara penampilan profesional dan kemampuan komunikasi sebagai satu kesatuan dalam membangun pelayanan unggul (excellent service). Kegiatan ini telah memberikan dampak berlapis, mulai dari transformasi personal mahasiswa, penguatan kompetensi yang langsung teraplikasi, hingga penciptaan nilai tambah dan komitmen keberlanjutan bagi institusi mitra. Dengan demikian, model intervensi yang diterapkan direkomendasikan sebagai strategi penguatan soft skills mahasiswa yang efektif, aplikatif, dan relevan dengan tuntutan dunia kerja kontemporer.
Pentingnya Pemahaman dan Aplikasi Strategi Pemasaran Produk UMKM Rumah Tangga di Jejaring Media Sosial Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 4 No 12 (2025): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v4i12.3197

Abstract

Dengan perkembangan teknologi dan komunikasi yang semakin canggih, media sosial cenderung digunakan sebagai pilar utama dalam penyampaian informasi secara digital, melakukan komunikasi dalam bisnis, membantu pemasaran produk, berkomunikasi dengan pelanggan dan pemasok, dan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan secara konvensional. Media sosial yang biasanya digunakan adalah yang bersifat terbuka dan eksistensinya diakui oleh masyarakat luas serta dibuat dalam berbagai bentuk platform dengan sistem yang terstruktur atau dikenal dengan sebutan jejaring media sosial. Salah satu pengguna jejaring media sosial tersebut adalah para pelaku UMKM rumah tangga khususnya yang terkena dampak Covid-19 yang menyebabkan penurunan jumlah pembeli pada usaha UMKM. Dengan akses jejaring media sosial yang mudah dan cepat, para pelaku UMKM diharapkan lebih berani dalam mempromosikan produk-produknya karena tidak adanya batasan waktu dalam penggunaannya dan cakupan wilayah pemasaran produk yang sangat luas hingga pasar global sehingga menjadikan jejaring media sosial sebagai media pemasaran yang efektif. Namun, produk UMKM rumah tangga masih memiliki kendala dalam menembus pasar ekspor yaitu kendala dalam standar mutu. Untuk mengatasi hal tersebut, para pelaku UMKM rumah tangga perlu untuk memahami dan mengaplikasikan strategi pemasaran yang mendukung upaya peningkatan daya saing dengan penggunaan jejaring media sosial dalam menghadapi persaingan usaha yang makin ketat. Pelaku UMKM juga harus memanfaatkan jejaring media sosial secara luas dalam mengembangkan usahanya sehingga dapat cepat maju dan siap secara global. Dalam artikel ini, pembahasan berfokus pada pentingnya pemahaman dan aplikasi strategi pemasaran produk UMKM rumah tangga di jejaring media sosial.
Strategy for Creating New Entrepreneurs: Training on Making Purple Sweet Potato Sticks as a Solution for Improving Community Economy Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Sciences du Nord Community Service Vol. 3 No. 02 (2026): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v3i02.161

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of mothers in the Keputih area, Surabaya, in processing purple sweet potatoes into economically valuable stick products, as well as fostering entrepreneurial motivation as an effort to increase family income. The activity was held on June 12, 2026, at Pos PAUD Terpadu Tunas Mulia, Keputih, Surabaya, involving 15 mothers as participants. The implementation method used a participatory and educational approach through three main sessions, namely the presentation of material on the economic potential and nutritional content of purple sweet potatoes, hands-on practice of making purple sweet potato sticks covering all production stages from material preparation to packaging, as well as discussion and evaluation sessions. This activity involved IKBIS undergraduate nutrition students as assistant facilitators and presented Dr. apt. Teguh Setiawan Wibowo, MM., MBA., M.Si., M.Farm., AIFO and Ir. Rr. Nurul Hidayati, M.Si., A.Md.Akup as resource persons. The results showed that there was an increase in participants' understanding of the economic potential of purple sweet potatoes, hygienic processing techniques, calculation of capital and business profits, and product marketing strategies, as evidenced by the results of the pre-test and post-test evaluations. All participants expressed enthusiasm and interest in starting an independent business based on processing purple sweet potato sticks at home. This activity makes a real contribution to improving the family economy amid the burden of economic pressure, while building community economic independence and resilience through optimal utilization of local potential. Sustainable mentoring programs are recommended to ensure the sustainability of participants' businesses.