Articles
STUDI PERKUATAN TANAH DASAR DI BAWAH EMBANKMENT MENGGUNAKAN METODE KOMBINASI PRELOADING DAN PVD
Dedy Dana Fahrur Rizal;
Arief Alihudin;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 3, No 2 (2018): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v3i2.2917
AbstrakStabilitas tanah dasar merupakan halpenting sebagai penopang konstruksi di atasnya khususnyapada tol paspro yang rencananya akan dibangun di atas timbunan dengan elevasi yg relatif tinggi yaitu 0 meter s/d 9 meter pada STA 15+500 elv timbunan 8.5 meter . Selain itu penyelidikan tanah di lokasi tersebut menunjukan bahwa tanah dasar pada rencana jalan tol Paspro merupakan tanah lempung lunak hingga kedalaman 10.36 meter sehingga diperlukan perbaikan tanah dasar. Dalam analisa tanah dasar terjadi penurunan tanah sebesar 0.8 meter jika di bebani oleh timbunan dan hanya mampu memikul beban timbunan setinggi 1.5 meter. Metode perbaikan tanah yg digunakan adalah metode preloading sistem surcharge dan percepatan waktu pemampatan menggunakan PVD. Hasil pemasangan PVD dengan pola segitiga dan bujur sangkar dengan jarak 1 meter mampu menaikan derajat konsolidasi sebesar98% dalam waktu 6 minggu yang berimbas pada daya dukung tanah dasar menjadi mampumenahan beban timbunan setinggi 9 meter.
STUDI KUAT PENAMPANG ABUTMEN BETON BERTULANG DENGAN MUKA PENAMPANG YANG MIRING HORIZONTAL. JALAN TOL PANDAAN – MALANG JAWA TIMUR
Rahmat Hidayatullah;
Pujo Priyono;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 5, No 1 (2020): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v5i1.3589
One important element in the bridge is located on the abutments of the bridge, where the abutments carry the load at the top of the bridge that is planned to use the crosssection of reinforced concrete the field of contact oblique to the horizontal that the results obtained from the safe with the range of variation of slope on cross-section is in particular on the bridge Pandaan-Malang.With different angles of inclination which varies, for a slope of 0 degrees can beconcluded controlled press, while for a slope of 15 degrees can be concludedcontrolled press for a reinforcement ratio of 0.00 and 0.25 while for a reinforcementratio of 0.5 and 0.75 restrained tensile den with a slope of 40 degrees can beconcluded controlled press.For the existing condition of his own who were in the field with a slope of 10 degreesthe reinforcement ratio of 0.75 can be simpilkan controlled pull.
PEMODELAN TIGA DIMENSI DAERAH RAWAN LONGSOR DALAM MEMBANTU PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH
Adhitya Surya Manggala;
Septa Erik Prabawa;
Ilanka Cahya Dewi;
Irawati Irawati
HEXAGON Vol 6, No 2 (2021): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v6i2.6596
Kawasan rawan bencana alam merupakan kawasan yang diindikasikan sebagai kawasan yang sering terjadi bencana, baik bencana letusan gunung, longsor, banjir dan gelombang tsunami sehingga dapat berakibat rusaknya lingkungan secara menyeluruh. Dalam melakukan antisipasi terhadap bencana yang setiap saat dapat terjadi, maka diperlukan pembentukan suatu tatanan baik upaya deteksi gempa, melestarikan kawasan lindung dan kegiatan penanggulangan bencana secara dini. Kawasan rawan bencana tanah longsor yaitu kawasan yang memiliki Patahan atau sesar pada lapisan batuan bumi yg memungkinkan satu blok batuan bergerak relatif terhadap blok yang lainnya. Salah satu kawasan yang rawan bencana khususnya tanah longsor di Kabupaten Jember yaitu Kecamatan Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.Pengukuran memanjang ini dilakukan apabila titik yang akan diukur beda tingginya berjauhan letaknya. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk mendapatkan beda tinggi atau menentukan ketinggian titik-titik utama yang telah diorientasikan dengan cara membagi jarak antar titik poligon secara berantai atau menjadi slag-slag yang kecil secara memanjang yang ditempuh dalam satu hari pulang-pergi. Diusahakan dalam pengukuran jumlah slagnya genap. Tujuan dari pengukuran dengan menggunakan metode sipat datar profil memanjang adalah untuk mendapatkan detail dari suatu penampang atau irisan tegak pada arah memanjang sesuai dengan sumbu proyek.Berdasar hasil penelitian, diketahui bahwa kemiringan lahan melebihi 60 derajat dan nilai elevasi antara permukaan atas dan bawah antara 20 s/d 30 meter yang memiliki potensi rawan longsor pada struktur tanah setempat. Pemodelan long - cross section dan visualisasi 3 (tiga) dimensi yang dilakukan dapat memberikan prioritas lahan kritis dalam perencanaan dinding penahan tanah. Untuk penelitian berikutnya, diharapkan ada penambahan titik pengamatan yang lebih banyak lagi untuk bisa menghitung lebih baik banyaknya timbunan atau urukan tanah yang diperlukan untuk menangani lahan kritis rawan longsor.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR JALAN RAYA KALIBARU – GLENMORE KABUPATEN BANYUWANGI ( PERBANDINGAN METODE BINAMARGA 1987 & 2013)
Muhammad Arif Hidayat;
Taufan Abadi;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 4, No 1 (2019): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v4i1.3483
Roads are infrastructure that play a very important role in traffic flow, so that during the road service period, efforts are made to avoid problems related to road damage. Road infrastructure which is burdened by high and repetitive traffic volumes will cause a decrease in road quality that can be seen from the condition of the road surface, both structurally and functionally damaged. This study aims to re-plan the thickness of the flexible pavement on the Kalibaru highway - Glenmore Banyuwangi Regency. In this study, to find out how thick the flexible pavement of the Kalibaru - Glenmore highway in Banyuwangi Regency for the next 20 years is in 2038. In this study the authors used the Binamarga Method 1987 and 2013. In this method we have to conduct LHR surveys on these roads and do CBR data retrieval. After the data data is collected, then we can determine the Index of Pavement Thickness of the road. From the calculation results, it is known that the results of the pavement thickness with the Binamarga 1987 method are 4.5cm Lapen / Laston, 15cm Upper Foundation Layer, 10cm Bottom Foundation Layer. Whereas the thickness of road blocks with the method of Binamarga 2013 is WC air conditioner of 4cm, AC BC of 13.5cm, CTB of 15cm, LPA of Class A of 15cm.
PERBANDINGAN ESTIMASI ANGGARAN BIAYA DAN SCHEDULE PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT AL HUDA BANYUWANGI MENGGUNAKAN METODE SNI DAN METODE BOW
Mohammad Riski Setio Budi;
Suhartinah Suhartinah;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 3, No 2 (2018): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v3i2.2914
Rencana Anggran Biaya (RAB) merupakan salah satu proses utama dalam suatu proyek karenamerupakan dasar untuk membuat penawaran system pembiayaan dan kerangka budget yang akan dikeluarkan. Rencana Anggran Biaya (RAB) diperlukan untuk memperhitungkan suatu bangunan atau proyek dengan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan, upah serta biaya- biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut.Dalam studi ini digunakan objek sebuah proyek Rumah Sakit Alhuda Banyuwangi. Serta dalam studi ini digunakan 2 metode untuk perhitungan RAB dan schedule yaitu dengan metode SNI dan metode BOW. Berdasarkan data yang telah di olah menggunakan 2 metode yang berbeda yaitu metode SNI dan metode BOW dapat diketahui bahwa terdapat beberapa hal yang mengalami perbedaan signifikan. Banyak hal yang dapat diketahui dari perbedaan 2 metode tersebut, seperti halnya nilai RAB, waktu, dan jumlah pekerja yang terdapat perbedan. Pada metode SNI lebih efisien untuk peerhitungan RAB, waktu, dan jumlah pekerja. Utamanya pada perencanaan gedung berlantai banyak. Pada analisa harga satuan diketahui perbedaanya yaitu sekitar 28% lebih efisien dengan metode SNI. Terdapat pula selisih harga RAB pada metode SNI dan metode BOW sekitar 36% lebih mahal dengan metode BOW. Untuk kebutuhan pekerja juga lebih efisien 38% menggunakan metode SNI dibandingkan dengan metode BOW. Berdasrkan perbedaan tersebut sangatlah berpengaruh terhadap bobot pekerjaan suatu proyek. Oleh karena itu penggunan metode SNI lebih baik digunakan pada perencanaan suatu proyek utamanya bangunan berlantai banyak.
EVALUASI KONSTRUKSI JALAN JALUR LINTAS TIMUR
Mohammad Firdaus Ekamarga;
Noor Salim .;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v2i2.1428
Highways are dirt paths above the earth's surface created with shapes, sizes and types of construction so that they can be used to funnel people, animals and vehicles transporting goods from one place to another easily and quickly (Clarkson H. Oglesby, 1999).The Eastern Lane (JLT) of Lumajang Regency is a road connecting the northern road (Lumajang-Jember road) and the southern road (Lumajang-Kencong road). The road becomes an alternative way for vehicles passing through Lumajang regency without going through the central city route of Lumajang Regency. Road geometric planning is part of a plan that determines the stated dimensions of a path and its parts. From the geometric planning of this road, the road pavement will be carried out. Determination of pavement thickness in accordance with the required highway, also must be adjusted with technical requirements so that the planned road construction is optimal. Road pavement generally includes surface layer, base layer, sub base layer, and subgrade layer. The road pavement is carried out in accordance with the pavement thickness plan according to the age of the plan, or gradually. From the results of the study is expected to be made into planning evaluation with attention to the development of traffic and geometric conditions of roads and road construction conditions that can support the safety and comfort of road users.Keywords: Road Construction Evaluation.
EVALUASI GEOMETRIK - KINERJA DAN PERKERASAN LENTUR JALAN RAYA BALURAN KM 248 – KM 250 KABUPATEN SITUBONDO
Muh. Nizar Junaidi Ainur Rofieq;
Rofi Budi Hamduwibawa;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 4, No 1 (2019): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v4i1.3484
The importance of improving land transportation infrastructure which can support the smooth and equitable development, therefore roads are an important facility for humans to reach an area that they want to reach. The highway is a track that aims to pass traffic from one place to another. The north coast highway (Pantura) is a highway that falls within the criteria of a road which is heavily passed by heavy vehicles because, Baluran highway is a connecting road between Situbondo district and Banyuwangi district. Baluran road conditions are winding and there are slopes (vertical). With a width of road = 7 meters, this highway is passed by heavy vehicles. This solid volume of vehicles results in overloading of the road resulting in frequent damage to the road body. In addition, sharp curves (horizontal curves) and slope and grade slopes (vertical curves) coupled with conditions around the shoulders of trees which also provide poor visibility. Considering the above conditions (geometric and flexible pavement) on the Baluran highway, re-evaluation or analysis of the length of the curvature (horizontal and vertical curves) is required, in addition to the frequent damage to the road body, an evaluation of the thickness of the flexible pavement is needed.
EVALUASI KAPASITAS STRUKTUR GEDUNG MEOTEL BY DAFAM JEMBER DENGAN METODE PUSHOVER ANALYSIS
Ajeng Safira Kusuma Wardhani;
Pujo Priyono;
Adhitya Surya Manggala
HEXAGON Vol 3, No 2 (2018): HEXAGON
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/hgn.v3i2.2911
Wilayah Indonesia, termasuk daerah rawan bencana, terutama bencana alam geologi, yangdisebabkan karena posisi Indonesia terletak pada pertemuan 3 (tiga) lempeng tektonik dunia. Salah satu bencana alam geologi yang sering terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Gedung Meotel by Dafam Jember layak untuk dianalisis dengan metode pushover analysis karena merupakan gedung berlantai banyak yaitu 10 lantai sehingga harus memiliki ketahanan terhadap gempa seiring meningkatnya aktivitas tektonik di Indonesia. Penelitian dilakukan dengan bantuan software SAP2000 v.20. Melalui kurva ATC-40 tersebut didapatkan nilai target perpindahan dan gaya geser dasar arah X pada titik kontrol tinjauan perfomance point pada permodelan yaitu displacement sebesar 0,075 m dan base shear sebesar 7338,716 kN. Nilai roof drift ratio arah X sebesar 0,1928% masuk pada kategori Immediate Occupancy. Hasil analisa pushover pada struktur Meotel by Dafam Jember menunjukkan kinerja gedung pada level Immediate Occupancy (IO).
IbM PEMBUATAN WEBSITE PIMPINAN DAERAH ‘AISYIYAH (PDA) KABUPATEN JEMBER BERBASIS GEOGR APHIC INFORMATION SYSTEM (GIS)
Ir. Suhartinah , M T Lutfi Ali Muharom, S.Si., M.Si Adhitya Surya Manggala, ST, MT
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 1, No 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v1i1.176
Dengan semakin besarnya anggota di tingkat cabang dan ranting serta banyaknya amal usahayang dikelola, PDA belum mempunyai pangkalan data yang valid dan akurat yang bisa dikeloladengan cepat dan tepat untukmembuatmodel pembinaan dan pengembangan sumber dayamanusianya (SDM). Pada era globalisasi seperti sekarang ini dunia yang luas dan jarak yangjauh sudah bukan penghalang lagi untuk mendapatkan informasi yang cepat , tepat, akurat danmurah. Maka keberadaan pangkalan data yang (database) menjadi keniscayaan bagikeberlanjutan dari sebuah organisasi. Selanjutnya untuk meningkatkan layanan data baik kepadainternal ‘Aisyiyah maupun pihak eksternal maka pembuatan Website yang berbasis internetdiharapkan bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini. Tidak hanya itu karena luasnya wilayahkerja website ini akan dilengkapi dengan data spasial (geografis) untuk memudahkanpenggunanya.Kata kunci:Website,Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah,Geographic Information System
Jembatan Pracetak Beton Bertulang Bambu Untuk Meningkatkan Roda Perekonomian Masyarakat Desa Sukogidri Ledokombo Jember
Muhtar Muhtar;
Amri Gunasti;
Adhitya Surya Manggala;
Ardhi Fathonisyam P.N.
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 6, No 2 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/jpmi.v6i2.4941
Salah satu faktor tidak berjalannya perekonomian masyarakat desa tertinggal adalah keterbatasan infrastruktur jalan dan jembatan. Bambu merupakan energi baru terbarukan yang dapat digunakan sebagai tulangan beton. Bambu mempunyai kuat tarik tinggi dan mempunyai sifat elastis yang baik untuk menyerap energi gempa. Pengabdian ini berkenaan dengan aplikasi hasil penelitian tentang jembatan pracetak rangka beton bertulangan bambu. Permasalahan yang dihadapi Mitra adalah terdapat 3 titik wilayah dusun yang terisolasi karena jalan tidak dapat dilewati kendaraan pickup, sering terjadi banjir, dan jembatan tidak layak, sehingga menyebabkan tersendatnya roda perekonomian masyarakat. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersendatnya roda perekonomian masyarakat adalah penyelesaian keterbatasan infrastruktur jembatan yaitu pembuatan jembatan pracetak rangka beton bertulang bambu sebagai aplikasi hasil penelitian. Bentang jembatan maksimum 3 meter, dengan kapasitas beban ijin 3,67 ton kamudian pada pelaksanaannya dilakukan redesain sehingga kapasitas beban ijin meningkat menjadi 8 ton. Pelaksanaan kegiatan pembangunan jembatan dengan kriteria perubahan dari kondisi existing berupa pelebaran bentang dan lebar jembatan, peninggian jembatan, dan plengsengan. Secara umum kegiatan ini dapat memberikan 3 dampak, yaitu dampak ekonomi secara langsung, dampak ekonomi secara tidak langsung, serta dampak sosial.