Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Syahrul Anwar; Heni Pujiastuti; Anwar Mutaqin
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Prima: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v3i2.1169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model contextual teaching and learning dan self-regulated learning terhadap kemampuan koneksi matematis siswa, ditinjau dari siswa kategori self-regulated learning (tinggi, sedang, rendah). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Darul Fikri Pandeglang, sampel dipilih dua kelas secara acak, yaitu kelas X RPL 1 sebagai kelas eksperimen, dan kelas X TSM 1 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melaui tes dan non tes. Tes berupa 6 soal kemampuan koneksi matematis, sedangkan non tes berupa soal angket self-regulated learning. Pretest diberikan sebagai tes awal sebelum perlakuan contextual teaching and learning, sedangkan posttes dilakukan setelah diberikan perlakuan contextual teaching and learning.  Hasil yang diperoleh setelah proses pembelajaran dengan contextual teaching and learning dan self regulated learning terlihat adanya pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan koneksi matematis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model contextual teaching and learning dan self-regulated learning berpengaruh terhadap kemampuan koneksi matematis siswa.
PENGARUH PROBLEM BASED LEARNING DAN SELF REGULATED LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN MATEMATIS Syahrul Anwar
GEOMATH Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning dan self-regulated learning terhadap pemahaman matematis siswa, ditinjau dari siswa kategori self-regulated learning (tinggi, sedang, rendah). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Darul Fikri Pandeglang, sampel dipilih dua kelas secara acak, yaitu kelas X RPL sebagai kelas eksperimen, dan kelas X TSM sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melaui tes dan non tes. Tes berupa 5 soal pemahaman matematis, sedangkan non tes berupa soal angket self-regulated learning. Pretest diberikan sebagai tes awal sebelum perlakuan problem based learning, sedangkan posttes dilakukan setelah diberikan perlakuan problem based learning.  Hasil yang diperoleh setelah proses pembelajaran dengan problem based learning dan self regulated learning terlihat adanya pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman matematis siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model problem based learning dan self-regulated learning berpengaruh terhadap pemahaman matematis siswa.
PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) UNTUK MENINGKATKAN SELF CONCEPT SISWA SMP Syahrul Anwar; Yusup Junaedi
GEOMATH Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.879 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki, mengetahui, dan mendeskripsikan pencapaian akhir dan peningkatan self concept siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan realistic mathematics education dan konvesional. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarsari tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan desain penelitian concurrent embedded design. Instrumen penelitian terdiri dari skala self concept, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data memuat dua jenis yakni data kuantitatif yang terdiri dari statistik deskriptif dan inferensial adapun data kualitatif memuat temuan informasi melalui observasi dan wawancara yang dianalisis menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa pencapaian akhir dan peningkatan self concept siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan realistic mathematics education lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Rata-rata skala self concept siswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan realistic mathematics education adalah 49,41 dengan rata-rata gain sebesar 0,20, sedangkan rata-rata skala self concept siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional adalah 46,47 dengan rata-rata gain 0,10. Kata kunci: realistic mathematics education; self concept
PENCAPAIAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MTsN MELALUI PEMBELAJARAN INQUIRY CO-OPERATION MODEL Yusup Junaedi; Syahrul Anwar
GEOMATH Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.659 KB)

Abstract

This study aims to determine the achievement of students' mathematical problem solving ability through Inquiry Co- operation Model (ICM) learning, because findings of previous research identified that students still lack the ability to achieve good achievements in mathematics learning. The research method used was a quasi-experimental design with a post-test only control group design. The population in this study were all students of class VIII MTsN in one MTsN in Lebak, Banten Province 2022/2023. The sample selection was conducted randomly against the population class, so that the experimental group is given the treatment of ICM learning and the control group was given the treatment of direct learning. The results showed that: a) as a whole, the achievement of students' mathematical problem solving abilities that obtained ICM learning was higher than students who obtained direct learning; b) based on the high, medium and low KAM categories, the achievement of mathematical problem solving ability of students who obtained ICM learning was higher than students who obtained direct learning with the same KAM category.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERPIKIR ABSTRAKSI MATEMATIS PADA MATERI GEOMETRI RUANG Syahrul Anwar; Yusup Junaedi; Moh. Rizal Umami
GEOMATH Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki, mengetahui, dan mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan berpikir abstraksi dalam materi geometri ruang. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di salah satu SMK di Kabupaten Pandeglang, Banten tahun ajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Instrumen penelitian terdiri dari tes uraian kemampuan berpikir abstraksi matematis, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan data induktif meliputi : reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes kemampuan berpikir abstraksi matematis meliputi kesalahan dalam membuat pemodelan matematika, kesalahan konsep dan kesalahan sistematis. Sedangakan kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes kemampuan abstraksi matematis pada kelas yang mendapat pembelajaran konvensional meliputi kesalahan dalam membuat pemodelan matematika, kesalahan konsep, kesalahan sistematis dan kesalahan hitung. Kata kunci: kemampuan berpikir abstraksi matematis; geomteri ruang
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN DARING DI ERA COVID-19 Yusup Junaedi; Siti Maryam; Syahrul Anwar
Wilangan: Jurnal Inovasi dan Riset Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56704/jirpm.v3i1.14400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir reflektif siswa SMP pada pembelajaran daring di era Covid-19. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Satap Cihara dengan jumlah subjek penelitian 32 siswa kelas VIII. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik analisis data induktif meliputi : reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir reflektif dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa siswa dengan tingkat kemampuan berpikir reflektif tinggi cenderung dapat menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar pada setiap indikator, walaupun terdapat beberapa jawaban yang tidak dilengkapi dengan sistematika jawaban. Siswa dengan tingkat kemampuan berpikir reflektif sedang cenderung hanya dapat menyelesaikan jawaban pada tiga indikator yaitu indikator mengevaluasi kebenaran suatu argumen berdasarkan konsep, membedakan data yang relevan dan tidak relevan, serta dapat menginterpretasi kasus berdasarkan konsep matematika. Siswa dengan kategori rendah cenderung menyelesaikan permasalahan berpikir reflektif dengan tidak lengkap dan tidak sistematis.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Augmented Reality berbasis Ethno–RME Kebudayaan Suku Baduy dalam Optimasi Kemampuan Literasi Matematis Siswa Junaedi, Yusup; Anwar, Syharul; Hilmi, Yugi
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 17, No 2 (2024): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 17 Nomor 2 Agustus
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jppm.v17i2.28507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bahan ajar digital augmented reality berbasis Ethno–RME kebudayaan suku baduy dalam optimasi kemampuan literasi matematis siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Subjek penelitian sebanyak 8 siswa kelas XI SMPN 1 Bojongmanik yang telah memperoleh materi bangun ruang sisi datar. Hasil penelitian menyatakan bahwa bahan ajar digital yang dikembangkan layak digunakan sebagai salah satu bahan ajar alternatif pada materi bangun ruang sisi datar. Nilai rata-rata dari ahli media sebesar 90,3% sedangkan nilai dari respon subjek penelitian sebesar 86,59% yang termasuk dalam kategori sangat layak. Sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan ajar pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun ruang sisi datar.Kata kunci: Bahan Ajar Digital; Augmented Reality; Ethno-RME; Literasi Matematis
Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP melalui Pendekatan Matematika Realistik dengan Model PBL dan CTL Berbasis Project-Based Learning pada Penyelesaian Soal AKM di Kabupaten Lebak Banten Yulianto, Dwi; Junaedi, Yusup; Juniawan, Egi Adha; Anwar, Syahrul
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 9, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v9i1.13457

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena rendahnya ketrampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS) pada aspek kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan keefektifan pendekatan matematika realistik dengan model Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) berbasis Project-Based Learning (PMR-PBL dan PMR-CTL) serta membandingkan efektivitas keduanya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS), terutama berfokus pada kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Quasi Experiment (eksperimen semu) dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain faktorial 2  3 secara Randomized Control Group Only Design dengan Top of Formmenggabungkan model penerapan pendekatan Matematika Realistik dengan model (PMR-PBL dan PMR-CTL) berbasis Project-Based Learning untuk mengukur pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada penyelesaian soal AKM siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten ditinjau dari kemampuan berpikir kiritis, kreatif dan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest non-equivalent group design pada 104 siswa SMP di Kabupaten Lebak Banten. Penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling untuk menentukan sampel melalui uji normalitas, homogenitas, dan kesamaan rataan. Instrumen penelitian berupa soal uji berbentuk esai dengan 5 item tes berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada soal AKM. Sebelumnya, instrumen tersebut telah melewati serangkaian analisis, termasuk uji validitas soal, uji tingkat kesulitan, uji daya pembeda, dan uji reliabilitas. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis multivariate analysis of variance (MANOVA) dan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMR-PBL efektif meningkatkan kemampuan HOTS siswa, khususnya dalam berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah matematis. Sementara PMR-CTL juga memberikan hasil yang serupa. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua pendekatan tersebut dalam efektivitasnya terhadap kemampuan HOTS siswa SMP di wilayah tersebut.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Mahasiswa ditinjau dari Self Regulated Learning(SRL) pada Pembelajaran Daring Anwar, Syahrul; Juniawan, Egi Adha; Pamungkas, Aan Subhan
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v4i1.1066

Abstract

This study aims to examine the ability of mathematical connections to be viewed from independent learning (SRL) in learning flat geometry courses. One class sample, namely second-semester students, collected 26 people, the mathematics education study program STKIP La Tansa Mashiro Rangkasbitung-Lebak, the 2020/2021 academic year. This type of research is descriptive qualitative chosen because it aims to describe the ability of students to solve math problems independently. The instrument used in this study is 30 questions for high, medium and low-level SRL, aiming to determine student learning independence. In contrast, five questions are given through the WhatsApp class group for the test instrument for mathematical connection abilities used in descriptions. The subjects in this study were selected based on active students and had good grades during bold learning activities. Then the interview test process was carried out six about the explanation between the researcher and the research subject. The results of the analysis of students' mathematical connection abilities, the mean value of the complete subject type SRL group = 96 with a score of 100%, moderate SRL of semi-complete type = 92.67 with a score of 90%, and Low SRL of incomplete type = 91 .67 with a score of 80%. Based on this, it shows that the value of the SRL category (high, medium, low) in the bold learning done after the analysis significantly affects the students' mathematical connection abilities.
Profil Kemampuan Penalaran dan Disposisi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal AKM Ditinjau dari Gender dan Level Sekolah Anwar, Syahrul; Yulianto, Dwi
GEOMATH Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : STKIP La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/geomath.v3i1.876

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa di sekolah yang menyebabkan siswa kurang terlibat dalam pembelajaran atau siswa jarang diberi kesempatan untuk bertanya atau mengemukakan pendapat sehingga kemampuan komunikasi matematis siswa belum dapat tersampaikan. . Penelitian ini menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) untuk melihat perbedaan pembelajaran PMRI dengan model pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari jenis kelamin siswa. Jenis eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment Design dengan menggunakan pretest dan posttest. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII Yayasan Al Sudais Indonesia. Sampel yang digunakan adalah 2 kelas yang dipilih dengan teknik cluster random sampling yaitu 1 kelas sebagai kelas eksperimen dengan pendekatan PMRI dan 1 kelas sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Analisis data yang digunakan adalah uji normalize gain, uji ANOVA dua arah, uji t, dan uji Kruskal-Wallis. Temuan dari penelitian ini adalah: a) kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI lebih tinggi dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, b) kemampuan komunikasi matematis siswa laki-laki dan perempuan yang mengikuti pembelajaran matematika pembelajaran dengan pendekatan PMRI tidak. terdapat perbedaan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, dan c) tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan perbedaan gender dalam peningkatan kemampuan komunikasi matematis. Kata kunci: PMRI, Etnomatematika, Kemampuan Komunikasi Matematis, Jenis Kelamin