Fauzi danar Zulfikar (Universitas Siliwangi)
Universitas Siliwangi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Normatif Nilai Waktu Uang dan Legitimasi Syariah Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Fauzi danar Zulfikar (Universitas Siliwangi); Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi); Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi); Joni (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.4828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Time Value of Money (TVM) dalam perspektif ekonomi konvensional serta menelaah legitimasi syariahnya berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis normatif terhadap literatur ekonomi Islam dan fatwa yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam sistem konvensional, TVM menempatkan waktu sebagai faktor yang secara langsung menambah nilai uang melalui mekanisme bunga dengan dasar inflasi, risiko, dan preferensi waktu, sehingga uang dipandang dapat berkembang hanya karena berjalannya waktu. Sebaliknya, dalam perspektif syariah, tambahan nilai yang bersumber dari waktu semata tanpa adanya aktivitas ekonomi riil dikategorikan sebagai riba dan tidak dibenarkan. Islam mengakui pentingnya waktu dalam kegiatan ekonomi, namun menegaskan bahwa pertambahan nilai hanya sah apabila lahir dari transaksi riil, kepemilikan yang jelas, serta adanya risiko dan keadilan dalam akad. Fatwa DSN-MUI berfungsi sebagai legitimasi normatif yang menjembatani prinsip fiqh muamalah dengan praktik keuangan modern, sehingga memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi operasional lembaga keuangan syariah di Indonesia.
Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam dan Kebijakan Fiskal pada Masa Rasulullah SAW serta Relevansinya di Era Modern Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi); Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi); Fauzi Danar Zulfikar (Universitas Siliwangi); Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kebijakan fiskal pada masa Nabi Muhammad SAW serta relevansinya terhadap perkembangan lembaga keuangan syariah modern. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis sumber-sumber sejarah dan referensi ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem fiskal pada masa Rasulullah telah menerapkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sosial melalui mekanisme redistribusi kekayaan, optimalisasi sumber pendapatan negara seperti zakat, jizyah, kharaj, dan ghanimah, serta pengelolaan keuangan melalui Baitul Maal secara transparan dan akuntabel. Sistem pengeluaran negara difokuskan pada kebutuhan pertahanan, kesejahteraan masyarakat, serta stabilitas sosial ekonomi. Pada masa Khulafaur Rasyidin, pengelolaan Baitul Maal semakin terstruktur dan berkembang. Dalam konteks modern, konsep tersebut berevolusi menjadi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang mengintegrasikan fungsi sosial dan pembiayaan produktif berbasis syariah. Dengan demikian, sistem fiskal Islam memiliki kesinambungan nilai dan tetap relevan dalam mendukung pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.