Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
Universitas siliwangi

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemikiran M. Umer Chapra dalam Strategi Stabilisasi Harga di Indonesia: Perspektif Ekonomi Syariah Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi); Farhana Rahayu (Universitas Siliwangi); Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4879

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran M. Umer Chapra mengenai strategi stabilisasi harga dalam perspektif ekonomi syariah serta relevansinya bagi perekonomian Indonesia. Stabilitas harga merupakan faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial, terutama dalam menghadapi permasalahan inflasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan karya-karya Chapra dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa stabilisasi harga menurut Chapra menuntut pendekatan holistik yang mencakup perbaikan moral ekonomi, pemerataan distribusi pendapatan, penghapusan riba, serta penguatan instrumen moneter syariah. Pemikiran tersebut relevan sebagai alternatif dan pelengkap kebijakan konvensional dalam upaya pengendalian inflasi yang berkeadilan dan berkelanjutan di Indonesia.
Pemikiran Ekonomi Dalam Perspektif Agama Islam: Telaah Pemikiran Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Nashiruddin Al-Tusi Fiqri Muhammad Fauzi (Universitas Siliwangi); Rafif Furqan (Universitas Siliwangi); Raihan Fajar Nugraha (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.5003

Abstract

Pemikiran ekonomi dalam Islam memiliki dasar yang kuat pada nilai-nilai moral, keadilan, dan kemaslahatan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran ekonomi dari tiga tokoh penting dalam tradisi intelektual Islam, yaitu Imam Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, dan Nashiruddin Al-Tusi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep ekonomi dalam pemikiran ketiga tokoh tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya etika dan keseimbangan dalam aktivitas ekonomi serta memandang harta sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan dan kemaslahatan. Ibnu Taimiyah menyoroti peran mekanisme pasar yang adil, larangan praktik penipuan, serta pentingnya keadilan dalam penentuan harga. Sementara itu, Nashiruddin Al-Tusi menekankan keterkaitan antara ekonomi, moralitas, dan tata kelola masyarakat yang baik. Ketiga pemikiran tersebut menunjukkan bahwa ekonomi dalam perspektif Islam tidak hanya berfokus pada aspek material, tetapi juga pada nilai moral, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, pemikiran para tokoh ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan konsep ekonomi Islam yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah.
Analisis Pemikiran Ekonomi Islam Imam Al-Maqrizi dan Relevansinya terhadap Dinamika Ekonomi Kontemporer Muhammad Natsir Sidik (Universitas Siliwangi); Zahra Khoerunisa (Universitas Siliwangi); Ayuni Rahma Fauziyah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.5153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran ekonomi Islam Imam Al-Maqrizi serta mengkaji relevansinya terhadap dinamika ekonomi kontemporer, khususnya terkait fenomena inflasi dan stabilitas ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui penelaahan berbagai literatur klasik maupun kajian ilmiah modern yang berkaitan dengan pemikiran ekonomi Al-Maqrizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Maqrizi menjelaskan inflasi sebagai fenomena ekonomi yang dapat disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor alamiah seperti gagal panen dan bencana alam, serta faktor kesalahan manusia seperti korupsi, administrasi pemerintahan yang buruk, pajak yang berlebihan, dan pencetakan uang secara berlebihan yang menyebabkan meningkatnya jumlah uang beredar. Pemikiran tersebut menegaskan pentingnya stabilitas mata uang serta tata kelola pemerintahan yang baik dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Dalam konteks ekonomi modern, gagasan Al-Maqrizi masih relevan karena sejalan dengan prinsip kebijakan moneter kontemporer yang menekankan pengendalian inflasi melalui pengaturan jumlah uang beredar, stabilitas nilai mata uang, serta penguatan sistem kelembagaan dan tata kelola pemerintahan. Oleh karena itu, pemikiran ekonomi Al-Maqrizi dapat menjadi salah satu referensi konseptual dalam memahami serta merumuskan solusi terhadap permasalahan inflasi dalam sistem ekonomi modern.
Analisis Kebijakan Fiskal Abu Yusuf dan Relevansinya terhadap Kesejahteraan Sosial Kontemporer Ai Siti Patimah (Universitas Siliwangi); Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi); Intan Nuraeni (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kebijakan fiskal yang dikemukakan oleh Abu Yusuf serta menelaah relevansinya terhadap upaya peningkatan kesejahteraan sosial dalam konteks kontemporer. Abu Yusuf sebagai salah satu tokoh pemikir ekonomi Islam klasik menempatkan kebijakan fiskal sebagai instrumen penting dalam menciptakan keadilan distribusi, stabilitas ekonomi, dan kemakmuran masyarakat. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengkaji pemikiran Abu Yusuf yang tertuang dalam karya monumentalnya, Kitab al-Kharaj, khususnya terkait pengelolaan pajak (kharaj), zakat, dan sumber-sumber penerimaan negara lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan fiskal menurut Abu Yusuf menekankan prinsip keadilan, proporsionalitas, kemaslahatan publik, serta tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Dalam perspektif kontemporer, gagasan tersebut masih relevan untuk diterapkan, terutama dalam penguatan sistem perpajakan yang adil, optimalisasi distribusi kekayaan, serta peningkatan perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Dengan demikian, pemikiran fiskal Abu Yusuf tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memberikan kontribusi normatif bagi perumusan kebijakan ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan sosial di era modern.
Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam pada Periode Kedua dan Kontribusinya terhadap Sistem Ekonomi Modern Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi); Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi); Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.5199

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada periode kedua (abad ke-11 hingga ke-15 M) serta kontribusinya terhadap sistem ekonomi modern. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan historis-deskriptif-analitis terhadap karya-karya tokoh utama, yaitu Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Ibnu Khaldun, dan Al-Maqrizi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Islam periode kedua telah merumuskan konsep-konsep fundamental yang mencakup teori harga yang adil, fungsi uang, mekanisme pasar, peran negara dalam pengawasan ekonomi, distribusi kekayaan, serta analisis inflasi dan siklus ekonomi. Konsep-konsep tersebut tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga relevan secara konseptual dalam menjelaskan dinamika ekonomi modern, khususnya dalam pengembangan keuangan syariah, regulasi pasar, kebijakan fiskal, serta instrumen keuangan sosial Islam. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran ekonomi Islam periode kedua merupakan bagian penting dari sejarah pemikiran ekonomi global dan memberikan kontribusi normatif serta konseptual bagi pengembangan sistem ekonomi yang lebih adil, etis, dan berkelanjutan
Sistem Distribusi Zakat pada Masa Khalifah Umar bin Khattab dan Relevansinya terhadap Pengelolaan Zakat Modern Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi); Fia Aulia Yasyroh (Universitas Siliwangi); Aura Awaliya Nurhasanah (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem distribusi zakat pada masa pemerintahan Umar bin Khattab serta mengkaji relevansinya terhadap pengelolaan zakat modern. Zakat dalam perspektif ekonomi Islam tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah individual, tetapi juga sebagai instrumen fiskal yang memiliki implikasi sosial dan ekonomi yang luas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang dipadukan dengan pendekatan historis dan komparatif, dengan sumber data berupa literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi lembaga pengelola zakat kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa Umar bin Khattab, distribusi zakat dikelola secara terstruktur melalui pembentukan diwan, pencatatan administratifyang sistematis, pengangkatan amil secara profesional, serta penerapan prinsip keadilan distributif berbasis kebutuhan mustahik. Zakat juga terintegrasi dalam kebijakan fiskal negara sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kesenjangan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip keadilan, akuntabilitas, profesionalitas, dan orientasi pada kemaslahatan publik tetap relevan dalam tata kelola zakat modern dan dapat diadaptasi untuk memperkuat fungsi zakat sebagai instrumen pembangunan sosial-ekonomi yang berkelanjutan
Analisis Kebijakan Ekonomi Khulafaur Rasyidin dalam Perspektif Ekonomi Syariah Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi); Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi); Reza Adhietya Nugraha (Universitas Siliwangi); Muhammad Rizqi Muharrom (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa Khulafaur Rasyidin serta mengkaji relevansinya dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur klasik dan kontemporer terkait sejarah ekonomi Islam dan tata kelola keuangan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin menekankan prinsip keadilan, transparansi, akuntabilitas, serta kesejahteraan sosial melalui pengelolaan sumber pendapatan negara seperti zakat, kharaj, jizyah, dan penerimaan publik lainnya yang dikelola melalui lembaga Baitul Mal. Setiap khalifah menerapkan kebijakan ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan politik pada masanya tanpa meninggalkan nilai-nilai etika Islam sebagai landasan utama. Kebijakan tersebut menunjukkan model awal tata kelola fiskal Islam yang mengintegrasikan tanggung jawab moral dan manajemen ekonomi negara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kebijakan ekonomi pada masa Khulafaur Rasyidin masih relevan dalam pengembangan sistem ekonomi syariah modern, khususnya dalam mewujudkan distribusi kekayaan yang adil dan pengelolaan keuangan publik yang berkelanjutan.
Analisis Pemikiran Ekonomi Islam dalam Madzhab Baqr As-Sadr, Madzhab Alternatif, dan Madzhab Mainstream Tita Anita (Universitas Siliwangi); Neneng Shinta Putri (Universitas Siliwangi); Zahra Laila Salsabila (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4903

Abstract

Penelitian ini menganalisis pemikiran ekonomi Islam dalam tiga madzhab: Baqir As-Sadr, Mainstream, dan Alternatif. Tujuannya untuk memahami perbedaan asumsi, metode, dan fokus masing-masing madzhab serta kontribusinya terhadap pengembangan teori ekonomi Islam modern. Metode penelitian menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil menunjukkan Madzhab Baqir As-Sadr menekankan keadilan distribusi, nilai ideologis, dan peran negara dalam kesejahteraan sosial; Madzhab Mainstream mengakui kelangkaan namun tetap berpegang pada prinsip syariah; sedangkan Madzhab Alternatif menekankan sikap kritis, pengujian ilmiah, dan relevansi konteks. Kesimpulannya, ketiga madzhab berbeda dalam pendekatan, namun sama-sama bertujuan membangun ekonomi Islam yang adil, etis, dan berfokus pada kesejahteraan masyarakat.
Analisis Pemikiran Etika Ekonomi Ibnu Miskawih dan Implikasinya Terhadap Ekonomi Modern Intan Rahayu (Universitas Siliwangi); Khaisya Awis Malaya (Universitas Siliwangi); Haikal Muhamad Ghazali (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/sjes.v2i02.5041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran etika ekonomi Ibnu Miskawaih serta mengkaji implikasinya terhadap ekonomi modern. Ibnu Miskawaih memandang bahwa aktivitas ekonomi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga harus diarahkan untuk mencapai kebahagiaan (saadah) melalui pembentukan akhlak yang mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan (library research), melalui analisis berbagai sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan pemikiran Ibnu Miskawaih serta teori ekonomi kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan sosial, moderasi dalam konsumsi dan produksi, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral yang dikemukakan Ibnu Miskawaih memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi modern, seperti ketimpangan distribusi kekayaan, krisis etika bisnis, dan kecenderungan materialisme. Integrasi nilai-nilai etika dan ekonomi tersebut dapat menjadi landasan bagi pembangunan sistem ekonomi yang lebih adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara holistik.
Perkembangan Pemikiran Ekonomi Islam dan Kebijakan Fiskal pada Masa Rasulullah SAW serta Relevansinya di Era Modern Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi); Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi); Fauzi Danar Zulfikar (Universitas Siliwangi); Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi); Lina Marlina (Universitas Siliwangi); Ana Fauziya Diyana (Universitas Siliwangi)
SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 2, No 02 (2026): SYIRKAH: Jurnal Ekonomi Syariah
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jes.v2i02.4830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem kebijakan fiskal pada masa Nabi Muhammad SAW serta relevansinya terhadap perkembangan lembaga keuangan syariah modern. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis sumber-sumber sejarah dan referensi ekonomi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem fiskal pada masa Rasulullah telah menerapkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan sosial melalui mekanisme redistribusi kekayaan, optimalisasi sumber pendapatan negara seperti zakat, jizyah, kharaj, dan ghanimah, serta pengelolaan keuangan melalui Baitul Maal secara transparan dan akuntabel. Sistem pengeluaran negara difokuskan pada kebutuhan pertahanan, kesejahteraan masyarakat, serta stabilitas sosial ekonomi. Pada masa Khulafaur Rasyidin, pengelolaan Baitul Maal semakin terstruktur dan berkembang. Dalam konteks modern, konsep tersebut berevolusi menjadi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang mengintegrasikan fungsi sosial dan pembiayaan produktif berbasis syariah. Dengan demikian, sistem fiskal Islam memiliki kesinambungan nilai dan tetap relevan dalam mendukung pembangunan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
Co-Authors Abdullah Rasyiqul Abid (Universitas Siliwangi) Ai Elga Agustina (Universitas Siliwangi) Ai Siti Patimah (Universitas Siliwangi) Annisa Nurhidayah Somantri (Universitas Siliwangi) Ardikan Haikal Taufiqulloh (Universitas Siliwangi) Aulia Maretsa (Universitas Siliwangi) Aura Awaliya Nurhasanah (Universitas Siliwangi) Ayuni Rahma Fauziyah (Universitas Siliwangi) Azkya Dwi Zulfa (Universitas Siliwangi) Desiana Putrindwika (Universitas Siliwangi) Dika Diaulhaq (Universitas Siliwangi) Dina Nindiya Sari (Universitas Siliwangi) Farhana Rahayu (Universitas Siliwangi) Fauzi danar Zulfikar (Universitas Siliwangi) Fia Aulia Yasyroh (Universitas Siliwangi) Fiqri Muhammad Fauzi (Universitas Siliwangi) Haikal Muhamad Ghazali (Universitas Siliwangi) Intan Nuraeni (Universitas Siliwangi) Intan Rahayu (Universitas Siliwangi) Khaisya Awis Malaya (Universitas Siliwangi) Lina Marlina (Universitas Siliwangi) Mila Sartika (Universitas Siliwangi) Muhammad Natsir Sidik (Universitas Siliwangi) Muhammad Nazar Fauzan Faturohman (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizkan Arrofi (Universitas Siliwangi) Muhammad Rizqi Muharrom (Universitas Siliwangi) Nadhif Pranaja (Universitas Siliwangi) Nazwa Maulida (Universitas Siliwangi) Neneng Shinta Putri (Universitas Siliwangi) Nisa Nur Afifah (Universitas Siliwangi) Putri Ana Marisa (Universitas Siliwangi) Putri Nandini (Universitas Siliwangi) Rafif Furqan (Universitas Siliwangi) Raihan Fajar Nugraha (Universitas Siliwangi) Rexy Alief Pratama (Universitas Siliwangi) Reza Adhietya Nugraha (Universitas Siliwangi) Ryan Akbar Maulana (Universitas Siliwangi) Tita Anita (Universitas Siliwangi) Widia Anggraeni (Universitas Siliwangi) Zahra Khoerunisa (Universitas Siliwangi) Zahra Laila Salsabila (Universitas Siliwangi)